Jelang Tahun Politik 2024, Aparat Keamanan Komitmen Kuat Berantas Habis KST Papua

13

Oleh : Veronica Lokbere 

Menjelang tahun politik pada 2024 mendatang, dimana Indonesia akan melangsungkan hajat besar yakni pesta demokrasi dan kontestasi politik pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), seluruh jajaran aparat keamanan dari personel gabungan berkomitmen kuat untuk terus mampu memberantas habis Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua.

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tahun 2023 ini, menjadi kesempatan yang sangat baik untuk seluruh pihak, utamanya bagi aparat keamanan di Tanah Air sendiri untuk terus merenungkan bagaimana upaya dalam terus menjaga kedaulatan negara dan juga keamanan dari seluruh rakyat Indonesia.

Mengenai hal tersebut, Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati (Nuning) turut menyoroti mengenai tindak separatisme yang terus terjadi di Tanah Papua, yang mana dilancarkan oleh KST dan bahkan sampai detik ini masih belum kunjung tuntas.

Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka akan memancing kekuatan militer dari negara lain, utamanya jika mereka memiliki aset atau investasi di Bumi Cenderawasih. Bisa saja, dengan alasan untuk melindungi aset hingga investasi yang mereka miliki, maka kekuatan militer dari negara lain itu bisa masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Intervensi yang mungkin saja dilakukan oleh kekuatan militer dari negara lain untuk masuk ke Indonesia juga biasanya dibungkus dengan isu demi menegakkan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM). Untuk itu, dalam memasuki tahun politik seperti sekarang ini, sudah seharusnya tindakan separatisme di Papua harus bisa diselesaikan secara sangat tuntas pada tataran nasional serta internasional.

Bagaimana pengalaman dari negara lain seperti halnya Inggris untuk menyelesaikan Separatisme Irlanda, kemudian peranan dari Spanyol yang mampu menuntaskan kasus separatisme di Catalunya dan Sri Langka yang mampu menghilangkan kasus separatisme di Tamil. Seluruhnya mampu digunakan oleh TNI dan aparat keamanan di Indonesia untuk menyelesaikan separatisme di Bumi Cenderawasih.

Jelas sekali bahwa sebenarnya kekuatan yang dimiliki oleh gerombolan separatis di Papua memang jauh lebih kecil sekali jika dibandingkan dengan kekuatan yang dimiliki oleh jajaran aparat keamanan Tanah Air. Maka dari itu, sebenarnya aparat keamanan Indonesia berada di atas kertas untuk bisa menyelesaikan dan menumpas habis mereka dengan relatif lebih cepat.

Khususnya dalam momentum saat memasuki tahun politik menjelang pelaksanaan pesta demokrasi dan kontestasi politik dalam perhelatan Pemilu pada tahun 2024 mendatang, maka sudah seharusnya semua jajaran aparat keamanan jauh lebih berfokus untuk berbenah diri dan mampu menyelesaikan kasus separatisme di Papua dengan optimal.

Karena, ketika penyelesaian seluruh kasus separatisme yang berada di Bumi Cenderawasih tersebut bisa dilakukan dengan sangat komprehensif, maka tentu saja masyarakat Indonesia akan bisa menyelenggarakan semua tahapan Pemilu, mulai dari Pilpres, Pileg hingga Pilkada dengan tanpa adanya gangguan apapun yang mengancam stabilitas keamanan dalam negeri.

Sementara itu, Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono menanggapi mengenai bagaimana ancaman akan garis perbatasan, khususnya yang terus dibuat oleh KST Papua di HUT ke-78. Dirinya mengaku bahwa pihak aparat keamanan di Indonesia telah menyusun serangkaian strategi yang sangat maksimal untuk mewujudkan pertahanan di kawasan rawan konflik tersebut.

Penyusunan akan strategi pertahanan nusantara memang telah dilakukan, yang mana dalam penyusunan strategi itu sendiri sudah sangat disesuaikan dengan bagaimana kondisi geopolitik dan geostrategi yang ada saat ini. Dengan baiknya strategi yang telah disusun, maka nantinya masyarakat akan bisa merasakan sendiri bagaimana komitmen kuat yang dimiliki oleh aparat keamanan.

Sebelumnya, pihak Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz 2023 yang dipimpin langsung oleh Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Faizal Ramadhani telah melakukan upaya penegakan hukum yang sangat tegas terhadap KST Papua. Pasukan aparat keamanan dari personel gabungan TNI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah berhasil melumpuhkan sebanyak 5 (lima) anggota KST Paoua yang kerap membuat kerusuhan di daerah Oksibil Pegunungan Bintang.

Sejauh ini, memang seluruh upaya dan langkah atau tindakan tegas yang dilakukan oleh jajaran aparat keamanan dari personel gabungan tersebut sangat didukung oleh semua lapisan masyarakat dari berbagai kalangan di Indonesia. Publik menilai bahwa memang sudah seharusnya aparat keamanan melakukan langkah tegas dalam memberantas KST Papua.

Momentum HUT TNI yang ke-78 semakin mengobarkan semangat dari seluruh jajaran aparat keamanan yang terdiri dari personel gabungan demi menunjukkan bagaimana komitmen kuat yang mereka miliki dalam memberantas habis KST Papua. Terlebih, menjelang pelaksanaan Pemilu pada tahun 2024 mendatang agar tidak ada lagi ancaman dan gangguan akan stabilitas negara yang ditimbulkan oleh gerombolan separatis itu.

Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta