Keberatan Warga soal Ternak Babi, Kelurahan Sentang Lakukan Musyawarah

50
Keberatan Warga soal Ternak Babi, Kelurahan Sentang Lakukan Musyawarah
Muswarah keberatan warga soal adanya ternak babi di Lingkungan IX, Kelurahan Sentang. (Foto: Itp-Dolly)

AsahanIntipnews: Keberatan warga soal adanya ternak babi di Lingkungan IX, Kelurahan Sentang, membuat Camat Kota Kisaran Timur, Ahmad Syaiful Pasaribu melakukan musyawarah atas pengaduan warga tersebut.

Musyawarah dilakukan Camat Kota Kisaran Timur, Ahmad Syaiful Pasaribu bersama Kapolsek Kota Kisaran Iptu Joy Ananda Putra Sianipar, Danramil 06 Kisaran Kapten Nuryanto, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Kesbang Pol, Dinas Peternakan, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepling dan warga, di Aula Kantor Kelurahan Sentang, Selasa (12/10/2021).

Dalam pertemuan tersebut Camat mengucapkan terima kasih atas pertemuan yang dilakukan, karena sebelumnya telah mendapat surat pengaduan keberatan warga tentang adanya kandang dan puluhan ternak babi di Linkungan IX Kelurahan Sentang.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi gesekan, Lurah Sentang mengundang warga yang pro maupun kontra untuk bermusyawarah. Pertemuan tersebut dilakukan guna mencari solusi agar ke depan tidak bermasalah dan harus tetap guyub atau rukun tanpa pertikaian.

Pada pertemuan tersebut, Camat memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan masukan dan saran agar musyawarah keberatan warga tersebut menghasilkan kesepakatan.

“Hilangkan ego pribadi, mari kita berdiskusi dan bermusyawarah untuk mendapatkan solusi terbaik,” ujar Camat Kota Kisaran Timur, Ahmad Syaiful Pasaribu.

Salah seorang peternak, Rosdiana br Barus pada rapat tersebut menyampaikan keluh kesahnya, bahwa dia membangun kandang dan membeli puluhan ternak babi tersebut, dengan cara mengutang di bank.

“Kami telah menghabiskan uang sekitar Rp10 juta untuk membuat kandang babi tersebut. Itu kami lakukan demi membiayai kehidupan sehari-hari dan untuk biaya anak-anak sekolah. Suami saya tidak ada pekerjaan yang tetap. Jadi kami berharap agar diberikan kesempatan 3 tahun untuk beternak babi,” ucap Rosdiana.