Kepala KSOP : Masuk Anjungan Kapal Tanpa Izin Langgar Undang Undang

371
foto :istimewa
Foto:Kepala kantor KSOP Gunungsitoli Merdi Loi

Gunungsitoli- Intipnews.com: Kepala kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gunungsitoli Merdi Loi menegaskan  masuk anjungan atau ruang kemudi kapal harus ada izin dari nakhoda kapal.

Apabila masuk tanpa izin nakhoda kapal, maka oknum oknum tersebut menurut dia melanggar undang undang nomor 17 tahun 2008 tentang izin pelayaran.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor KSOP Gunungsitoli Merdi Loi ketika ditemui di ruang kerjanya di kantor KSOP Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Saombo, Kota Gunungsitoli, Selasa 14 Maret 2022.

Merdi Loi menerangkan, pada kejadian Sabtu 11 Maret 2022, menurut informasi yang dia peroleh, ada sejumlah oknum wartawan masuk ke anjungan atau ruang kemudi kapal Wira Glory yang sedang bersandar di Pelabuhan Laut Gunungsitoli.

“Mereka menurut informasi mereka tidak mau turun dari kapal sebelum diberikan uang Rp 1,5 juta oleh nakhoda kapal, mereka menolak atau mengembalikan uang yang diberikan sebesar Rp 500 ribu,” ungkap Merdi.

Dari Kepala kantor KSOP diketahui jika sebelum kejadian atau saat magrib, dia dihubungi Jurdil Laoli yang mengaku sebagai wartawan, dan menyampaikan bahwa di kapal Wira Glory ada pungutan liar, dimana penumpang dari sibolga dimintai uang ditempat penitipan barang.

“Mendapat laporan tersebut saya menyambut baik dan akan memproses karena saya sudah bertekad di pelabuhan laut Gunungsitoli bebas pungli, lalu saya meminta kepada Jurdil Laoli Senin ketemu, dan saya akan undang Anak Buah Kapal dan pimpinan Wira Glory, jika ada unsur pidana maka akan diproses,” jelasnya.

Namun, Jurdil kembali menghubungi melalui telepon seluler, dan ngotot naik ke atas kapal, dan saya tidak bisa melarang dan hanya meminta kalau ke lokasi agar berkoordinasi dengan anggota KSOP dan nakhoda kapal.

“Ternyata mereka tidak kordinasi dengan anggota KSOP yang ada dilapangan,” terangnya.

Sekitar pukul 20.30 wib, Jurdil Laoli kembali menghubungi dia dan memberitahu kasus yang akan mereka laporkan soal pungli.

Kepala kantor KSOP menjawab jika dia tidak tahu, karena mereka belum tahu persoalannya, dan belum pastikan duduk perkaranya.

Kepada media, kepala kantor KSOP Gunungsitoli mengungkapkan kapal Wira Glory seharusnya sudah berangkat pukul 23.00 wib, tetapi Jurdil Laoli dan beberapa rekannya mereka masih ada di atas anjungan atau kemudi kapal.

“Sesuai aturan, kapal tidak bisa ditunda keberangkatan, dan yang bisa menunda keberangkatan kapal hanya putusan pengadilan,” tegasnya.

Bahkan ruang anjungan atau kemudi adalah ruang steril yang tidak bisa sembarangan masuk, sebab untuk masuk harus minta izin nakhoda.

“Atas kejadian ini, kami dapat pengalaman berharga, dmana pelabuhan kita masih bebas, dan

kedepan kita kolaborasi dengan pelindo untuk meningkatkan keamanan,” ujarnya.

Jurdil Laoli yang dihubungi melalui telepon seluler, Rabu 16 Maret 2022.mengajunsudah meminta izin kepada Kepala Kantor KSOP Gunungsitoli untuk naik di atas kapal.

“Kita sudah minta izin kepada kepala kantor KSOP dan kita juga sudah berkoordinasi dengan anggotanya bahkan kita diantar Anak Buah Kapal (ABK) keanjungan atau ruang kemudi bertemu dengan Nakhoda,” ucapnya melalui teleppn seluler.

Sedangkan permintaan uang sebesar Rp 1,5 juta, dia mengatakan tidak ada mendengar dan juga melihat tekan rekannya meminta uang kepada nakhoda kapal.

Soal izin masuk anjungan atau ruang kemudi, dia mengaku sudah izin sama nakhoda, bahkan mereka disambut baik oleh nakhoda di ruang anjungan.(irwanto)