KLHK Akan Bentuk Pusat Daur Ulang Sampah di Medan

19
KLHK Akan Bentuk Pusat Daur Ulang Sampah di Medan
Walikota Medan foto bareng. (Foto: Ist)

Medan-Intipnews.com: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Ditjen PSLB3) siap mendukung penuh Pemko Medan dalam melakukan pengelolaan sampah. Hal itu dilakukan guna  mewujudkan Kota Medan sebagai kota metropolitan yang bersih.

Dukungan ini terungkap ketika Wali Kota Medan Bobby Nasution menerima kunjungan Dirjen PSLB3 KLHK RI Rosa Vivien Ratnawati di Balai Kota Medan, Jumat (7/1) (foto). Adapun wujud dukungan yang diberikan  yakni dengan membentuk pusat daur ulang sampah  di Kota Medan, serta metoda dan upaya dalam mengurangi tumpukan sampah di TPA Terjun.

Di hadapan Dirjen PSLB3, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar, Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Sumut Tengku Amri Fadli dan sejumlah pimpinan OPD terkait yang hadir, Bobby Nasution mengaku telah melakukan sejumlah upaya untuk menangani masalah sampah di Kota Medan.

“Bersama Pemprov Sumut dan Kabupaten Deli Serdang, kami telah membangun rencana kerjasama untuk pengadaan TPA Regional di Dusun Lima Bintang Meriah, Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir, Deli Serdang. Target kami, di tahun 2023, lahan yang ada tersebut dapat digunakan sebagai TPA dengan menerapkan sistem sanitary landfill,” kata Bobby Nasution.

Tidak itu saja, imbuh Bobby, Pemko Medan juga telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah pihak dan stakeholder, termasuk baru-baru ini dengan PLTU Pangkalan Susu untuk mengelola sampah di TPA Terjun yang saat ini tumpukan sampahnya telah mencapai tinggi 45 meter tersebut.

“Kami juga sudah mengelola sampah menggunakan teknologi Advanced Land Fill Minning With Material & Energy Recovery (ALFIMER) menjadi pupuk organik. Bahkan, hasilnya juga sudah kita bagikan ke sejumlah kabupaten/kota di Sumut yang memiliki wilayah atau kawasan pertanian. Meski masih skala mikro, namun kita akan terus berupaya agar ke depan menjadi skala yang lebih besar,” ungkapnya.

Atas dukungan yang diberikan, Bobby Nasution pun mengucapkan terima kasih, termasuk dalam upaya untuk mengurangi tumpukan sampah. Bobby berharap, upaya yang dilakukan dapat membantu Pemko Medan dalam mengatasi  permasalahan sampah sekaligus menjawab keinginan masyarakat soal kebersihan Kota Medan.

Berbagai upaya yang telah dilakukan Pemko Medan dalam penanganan sampah di bawah kepemimpinan Bobby Nasution mendapat apresiasi dari Dirjen PSLB3. Diakui Rosa, Bobby Nasution memiliki keinginan dan komitmen yang  besar untuk menangani masalah sampah Kota Medan sehingga perlu untuk didukung.

“Berdasarkan data yang kami miliki, Kota Medan dalam seharinya bisa menghasilkan sampah sekitar  2.000 ton. Jadi, saya juga sudah lapor ke Ibu Menteri LHK bagaimana agar penanganan sampah di Kota Medan dapat dilakukan dengan baik sehingga Medan jadi kota metropolitan yang bersih,” bilang Rosa.

Selanjutnya, Rosa mengungkapkan,  KLHK memahami dan mengetahui bahwa Kota Medan memiliki TPA yang masih menerapkan sistem open dumping. Jika menunggu realisasi TPA Regional, sambung Rosa, maka akan membutuhkan waktu yang lama dalam penanganannya. Oleh karenanya, pihaknya pun menyarankan untuk melakukan tindakan pengurangan terlebih dahulu seraya menunggu terwujudnya TPA Regional dengan sistem sanitary landfill di tahun 2023.

“Seraya menunggu TPA Regional, alangkah baiknya kita tingkatkan dulu upaya pengurangannya. Apalagi, nilai persentase pengurangan sampah Kota Medan masih 3%. Ini yang harus ditingkatkan, bisa melalui sistem landfill mining. Kita akan koordinasikan lebih lanjut,” terangnya.

Disamping itu,  Rosa juga mendorong Pemko Medan melalui OPD terkait untuk meningkatkan terbentuknya bank sampah. Apalagi, jika memungkinkan, satu lingkungan memiliki satu bank sampah. Selain itu, mengkampanyekan  gerakan pilah sampah di masyarakat untuk mempermudah proses pengolahan dan penanganan untuk dijadikan sesuatu yang bernilai ekonomis.

“Upaya pengurangan sampah juga harus dimulai dari tingkat rumah tangga. Dari itu, kita bisa lakukan daur ulang. Nanti,  kami juga akan mendorong para offtaker seperti perusahaan air minum kemasan untuk ikut berperan. Sebab, mereka juga membutuhkan bahan daur ulang untuk kemasannya. Kami berharap, masyarakat juga bisa teredukasi untuk memilah sampah rumah tangga masing-masing dan pemerintah dapat memperbanyak tebentuk bak sampah,”ucapnya. * itp05