KTT G20 Bangkitkan Ekonomi Daerah

8
Ilustrasi-Istimewa
Foto Ilustrasi | Ist

Oleh : Syarifudin

Gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Indonesia akan membangkitkan perekonomian daerah. Penyebabnya karena akan ada banyak barang dan jasa yang berputar di wilayah tersebut, sehingga kesejahteraan rakyat diharapkan dapat kembali meningkat.

Indonesia ditunjuk jadi presidensi G20 yang berarti forum ini akan digelar di negeri ini pada tahun 2022. Penunjukan presidensi adalah sebuah kebanggaan karena menunjukkan kepemimpinan Presiden Jokowi yang diakui di dunia internasional. Selain itu, KTT G20 akan membawa beberapa dampak positif, terutama di sektor perekonomian.

KTT G20 sesi Development Working Group akan diselenggarakan september 2022 mendatang di Belitung. Menurut Ansori, anggota DPRD Kepulauan Bangka Belitung, gelaran KTT G20 akan mempromosikan pariwisata di daerahnya. Dalam artian, para delegasi negara anggota KTT G20 akan melihat keelokan pantai-pantai di Belitung yang masih alami dan mempromosikannya.

Promosi biasanya dilakukan secara tidak langsung karena perwakilan anggota G20 biasanya spontan memotret atau merekam pemandangan yang indah (di sesi rehat). Mereka akan mengunggahnya di media sosial, sehingga followersnya yang rata-rata warga di negerinya akan melihat keindahan alam Belitung. Mereka akan tahu bahwa Indonesia tak melulu memiliki Bali tetapi di Belitung juga tak kalah eksotisnya.

Pariwisata di Belitung akan ramai lagi dan setelah Omicron mereda dan pandemi usai, para turis asing bisa melancong ke sana. Saat ada banyak wisatawan maka akan menambah devisa negara sekaligus menumbuhan perekonomian rakyat, karena mereka bisa menyewakan kamar di homestay, berjualan makanan, menyewakan kendaraan, dan lain sebagainya.

Ansori melanjutkan, penunjukan Belitung sebagai lokasi Development Working KTT G20 akan meningkatkan investasi di daerahnya. Penyebabnya karena akan banyak pemimpin dunia yang datang saat KTT, seperti Raja Salman (Saudi Arabia), Justin Trudeau (Kanada), Emmanuel Macron (Prancis), dan lain sebagainya akan melihat sendiri keadaan di Belitung.

Perwakilan dari negara-negara anggota G20 akan melihat indahnya alam di Belitung sekaligus melihat bahwa di sana masih ada pertambangan, yakni timah, granit, pasir kuarsa, dll. Mereka akan tertarik untuk berinvestasi karena bahan-bahan tambang tersebut masih bisa diolah dan dijual dengan harga cukup mahal.

Jika ada investasi dari luar negeri maka sektor perekonomian di Belitung akan menggeliat lagi. Pertambangan akan jadi bergairah karena ada suntikan dana dari penanam modal dan mereka bisa masuk ke pasar internasional, karena para investor sudah tahu alurnya. Jika ada usaha tambang baru yang dibuka maka warga yang diuntungkan karena pengangguran berkurang dan mereka mendapat gaji serta hidup dengan layak.

Selain itu, ketika ada KTT G20 tentu akan membutuhkan jasa catering, jasa layanan sewa kendaraan, pembersihan ruangan, dll. Sehingga pemilik bisnis tersebut akan ketiban untung karena mendapatkan pesanan dalam jumlah besar (karena anggota G20 yang datang juga banyak), plus panitia dari Indonesia.

Pemerintah sengaja membuat beberapa lokasi untuk gelaran pra puncak acara KTT G20, setelah sebelumnya diadakan di Jakarta pada akhir tahun 2021 lalu, maka selanjutnya diadakan di Belitung, baru di Pulau Dewata. Dengan begitu perwakilan dari anggota G20 tidak hanya melihat eksotisme Bali tetapi juga bagian lain dari Indonesia.

Gelaran Development Working KTT G20 yang akan diselenggarakan di Belitung akan sangat menguntungkan dari segi ekonomi. Pertama, para perwakilan pimpinan negara anggota G20 akan melihat keelokan alam di sana lalu mempromosikan ke rakyatnya. Kedua, mereka juga akan tertarik untuk menanamkan modal, karena di Belitung memiliki kekayaan alam berupa bahan tambang yang sangat potensial.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini