LCS Program Pemerintah untuk Meningkatkan Ekonomi Nasional

28
LCS Program Pemerintah untuk Meningkatkan Ekonomi Nasional
Foto: Istimewa

ParapatIntipnews: Local Currency Settlement (LCS) merupakan program pemerintah dalam meningkatkan pemulihan ekonomi nasional. Dalam kegiatan ekspor-impor pengusaha melakukan transaksi LCS. 

Demikian dikatakan Asisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia (BI), Bayront Yudit Rumondur di dampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara (KPw BI Sumut), Soekorwardojo saat pelatihan wartawan ekonomi dan bisnis yang diadakan kantor perwakilan Bank Indonedia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu 30 Oktober 2021 di Niagara Hotel Parapat.

Ia menjelaskan, LCS merupakan sistem untuk transaksi yang dilakukan secara bilateral oleh pelaku usaha di Indonesia dan negara mitra dengan menggunakan mata uang masing-masing negara melalui bank Appointed cross currency delaer bank (ACCD), dimana ACCD adalah bank yang ditunjuk dalam melayani transaksi LCS nasabah.

“Pasal 26 PP No 23 tahun 2020 tentang program pemulihan ekonomi nasional untuk pemulihan ekonomi nasional, pelaku usaha dapat melakukan penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dengan menggunakan mata uang local (Local currency settlement),” jelasnya.

Selain itu LCS merupakan penyelesaian transaksi bilateral yang dilakukan oleh pelaku usaha Indonesia dan negara mitra dengan menggunakan mata uang masing-masing.

Dalam pelaksanaan LCS, kementerian/lembaga dapat memberikan kemudahan, fasilitas, insentif, percepatan pelayanan ekspor-impor sesuai ketentuan perundang-undangan. Kemudian ketentuan lebih lanjut diatur oleh PBI dan aturan pelaksanaannya.

“Untuk negara mitra yang sudah melakukan kerjasama melalui LCS yakni Malaysia, Thailand, Jepang dan Tiongkok, dan ini cukup erat sebagaimana tercermin pada perkembangan investasi langsung antarnegara yang relatif stabil dan cenderung meningkat tiap tahunnya,”ujarnya.

Selanjuntnya, kebijakan LCS ini mengurangi ketergantungan terhadap mata uang utama dunia, misalnya USD, untuk penyelesaian transaksi, efisiensi biaya transaksi valas melalui direct quotation, dan diversifikasi eksposur mata uang non-USD bagi pelaku pasar.

“Untuk manfaatkan skema LCS ini yakni sangat fleksibilitas transaksi bagi pengusaha dengan adanya threshold transaksi yang lebih longgar dibandingkan transaksi USD/IDR,” ungkapnya.

Manfaat lainnya yakni nasabah dapat membuka rekening mata uang lokal mitra di Indonesia, nasabah dapat memperoleh financing dalam mata uang lokal mitra di Indonesia untuk kebutuhan setelmen ke negara mitra, misalnya membuka LC dalam MYR, THB, JPY, CNY atau IDR.

Nasabah LCS dapat melakukan remitansi dalam mata uang lokal untuk penerimaan atau pengiriman gaji atau pendapatan.

Kemudian Direct quotation dan biaya hedging yang relatif rendah, ditambah adanya potensi memperoleh insentif kepabeanan dari Kemenkeu- cq Dirjen Bea Cukai. * Itp04