Masyarakat Hati-hati Dalam Berinvestasi

20

Simalungun-Intipnews.com: Semangkin banyaknya investasi bodong saat ini Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing (foto) mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati untuk mengikuti investasi, hal ini perlu dipahami terkait literasi keuangan, agar tidak terjebak pada investasi bodong.

Hal tersebut dikatakannya, Kamis (16/6/2022) di acara Media Gathering Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 5 Sumatera Bagian Utara, di Hotel Niagara, Parapat Simalungun Sumatera Utara.

Tongam menghimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut-ikutan berinvestasi, kalau belum memahami terlebih dahulu literasinya, semakin kita fahami, semakin sempit ruang gerak pelaku investasi bodong.

Katanya, saat ini terdapat ribuan investasi bodong yang mencakup pinjaman online (pinjol), dan unit usaha berkedok koperasi, perdagangan, dan travel umroh.

“Penjol yang memiliki izin sebanyak 102 untuk itu dapat dibayangkan begitu banyak yang ilegal yang melakukan praktek itu melalui penawaran di media sosial,” jelasnya.

Hal ini banyak masyarakat begitu mudah terjebak investasi dan pinjol ilegal, ini katanya di karenakan Tongam, hal ini karena berbagai sebab.

Di antaranya, pertama, masyarakat tidak memahami literasi keuangan terkait tata cara peminjaman, aturan hukum, dan risiko yang dialami. Sehingga, mereka cenderung mendapatkan pinjaman yang sebenarnya ringan, namun praktek memberatkan.

“Rata-rata pinjol menawarkan pinjaman Rp 1 juta atau lebih, yang kemudian didapatkan separuh dari pinjaman dengan tempo 5 hari wajib dikembalikan,” katanya.

Ketika kemudian peminjam tak mampu membayar, mereka akan menerima teror yang jadi ciri-ciri utama pinjol ilegal untuk menakuti agar pinjaman segera dilunasi.

“Ini sudah banyak terjadi, sehingga kita berharap masyarakat tidak asal investasi, jangan sampai terjebak karena gampang dapat pinjaman,” ujarnya.

Karenanya, Tongam meminta masyarakat walau butuh uang, kita harus cerdas, fahami aturannya, pelajari apakah pinjolnya berbadan hukum, dan satu lagi jangan meminjam uang untuk gali lubang tutup lubang,” katanya.

Mengantisipasi investasi bodong dan pinjol ilegal, OJK Regional 5 mendorong lembaga seperti Kominfo, Perbankan, dan Kepolisian untuk menguatkan funfsi pengawasan, termasuk mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak investasi bodong.itp05