Mediasi Masalah Adat di Kantor Kelurahan Saombo Nyaris Ricuh

3916
Mediasi Masalah Adat di Kantor Kelurahan Saombo Nyaris Ricuh
Nyaris terjadi baku hantam saat mediasi. (Foto: Ist)

GunungsitoliIntipnews.com: Mediasi terkait masalah pembentukan kelompok adat baru yang dilaksanakan di aula kantor Kelurahan Saombo, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Kamis 18 November 2021 nyaris ricuh.

Kericuhan dipicu oleh salah seorang warga yang memberikan tanggapan sambil menunjuk-nunjuk dan mengucapkan kata-kata yang membuat ketua adat di Kelurahan Saombo Syafardin Telaumbanua tersinggung, sehingga nyaris terjadi baku hantam, tetapi sempat dilerai.

Sebelum terjadi kericuhan, Lurah Saombo Handi Wirawan Harefa memberitahu kepada peserta rapat bahwa tujuan acara tersebut adalah mencari solusi atau jalan tengah untuk masalah adat yang terjadi di Kelurahan Saombo.

Dimana atas kejadian penetapan kelompok adat Sepakat tanggal 14 November 2021, para tokoh adat yang sudah dikukuhkan dan diakui pemerintah sejak tahun 2014 menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

Karena pihak tokoh adat di Kelurahan Saombo telah menyampaikan aspirasi mereka kepada pemeritah, maka Lurah Saombo menerima aspirasi dan melakukan mediasi.

Dia berharap dalam pertemuan tersebut bisa dapat masukan, dan mediasi antara kelompok adat yabg sebelumnya sudah ada dengan kelompok adat Sepakat yang baru terbentuk dapat berjalan dengan aman dan terkendali.

Tidak lupa dia mengungkapkan bahwa dengan adanya pembentukan kelompok adat baru yang dinamakan kelompok adat Sepakat dan menjadi sebuah permasalahan, mereka pemerintahan kelurahan tidak dapat terlalu mengintervensi dan hanya bisa menfasilitasi.

1 KOMENTAR

  1. Pelestarian adat pesisir (khususnya acara pesta perkawinan) sudah saatnya direfromasi total.. tidak dimonopoli oleh satu atau beberapa orang.. dimekarkan sehingga setiap warga yang mengadakan pesta memilih sesuai dengan apa diharapkan keluarga ale.. seperti sekarang seperti ada otoritas mutlak dari petugas adat.. mulai dari penetapan waktu sampai prosedur.. sehingga harapan penyelenggaran pesta untuk senang-senang tapi kadang sebaliknya.. jadi ribet.. pusing sampai stres karena ribet..

Komentar ditutup