Mendukung Pemerintah Meningkatkan SDM Papua Demi Kemajuan Rakyat

20
Mendukung Pemerintah Meningkatkan SDM Papua Demi Kemajuan Rakyat
Foto Ilustrasi | Ist

Oleh : Rebeca Marian

MASYARAKAT mendukung penuh kebijakan Pemerintah untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Papua. Strategi ini diharapkan dapat menstimulus kemajuan Papua dan menambah kesejahteraan rakyat.

Papua memiliki potensi yang harus dikembangkan, hampir setiap tahun menteri yang mengisi kabinet pemerintah tidak pernah luput dari orang asli Papua.

Tentu saja dengan segala keterbatasan yang ada, Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua harus mendapatkan perhatian, sehingga akan muncul cendekiawan muda asli Papua yang mampu menjadikan Papua lebih maju dan sejahtera.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo berkomitmen untuk terus membangun Infrastruktur di Papua. Jokowi juga menyampaikan sesuai dengan visinya, yakni pemerintah memberikan porsi lebih pada pembangunan SDM.

Hal tersebut menanggapi pernyataan dari Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo yang mengatakan bahwa selama ini pemerintah hanya berkutat pada persoalan Sumber Daya Alam (SDA). Sedangkan persoalan sumber daya manusia kerap diabaikan.Padahal, SDM papua yang berdaya saing jauh lebih berharga dan diperlukan di masa depan dari SDA yang terbatas, akan berkurang bahkan akan berakhir.

Abisai mengungkapkan kecemasannya terhadap kemampuan daya saing orang asli Papua dalam bidang ekonomi dan politik. Terutama setelah demografi Papua yang berubah cepat dalam 20 tahun terakhir.

Atas dasar itulah, Abisai meminta kepada pemerintah untuk mendorong generasi Papua dalam menempuh pendidikan yang lebih baik. Dia pun menilai perlu ada pendampingan, insentif dan akses bagi orang Papua di seluruh Indonesia.

Dirinya juga meminta agar pemerintah memperhatikan proses yang partisipatif dalam pengembanga SDM Papua. Dana-dana pengembangan SDM Papua juga diharapkan diikuti oleh Instrumen pengendalian.

Pada kesempatan berbeda, Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menekankan soal pembangunan sumber daya manusia (SDM) terkait upaya menyejahterakan masyarakat Papua. Dengan begitu masyarakat Papua dapat mengelola sumber daya alamnya dengan baik.

Jusuf Kalla berharap agar generasi muda Papua dapat belajar lebih giat agar dapat mengetahui cara mengelola sumber daya alam yang sangat melimpah. Jusuf Kalla juga meminta kepada warga pendatang di Papua agar merasa bahwa dirinya merupakan orang Papua karena sudah tinggal dan hidup di Bumi Cenderawasih secara bersama-sama.

Saat ini SDM menjadi kata kunci dalam menghadapi berbagai tantangan dalam megatrend dunia yang dinamis. Pemerintah memandang pengembangan SDM Papua menjadi langkah untuk percepatan pembangunan Papua. Percepatan pembangunan Papua akan menerapkan pembangunan yang selaras dengan konteks pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030.

Roadmap pengembangan SDM Unggul dalam menunjang transformasi ekonomi Papua akan dilakukan dalam pendidikan formal dan vokasi, kolaborasi dan kerjasama, sarana pendidikan dan pelatihan, intervensi pemerintah dan SDM aparatur dengan peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Salah satu program yang menunjang SDM di Papua adalah adanya keberlanjutan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Staf Khusus (Stafsus) Milenial Presiden RI, sekaligus CEO Yayasan Kitong Bisa, Billy Mambrasar menilai, bahwa program Otsus merupakan program yang penting. Sebab dengan kebijakan tersebut generasi muda di Papua dan Papua Barat bisa menjadi lebih terdidik, sehingga memiliki peluang sukses atau cita-cita yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan diskusi virtual, Billy berujar, semangat untuk alokasi otsus itu paling tinggi untuk pendidikan, dirinya juga mengakui berasal dari keluarga yang tidak mampu, namun bisa menempuh pendidikan tinggi menggunakan dana otsus. Menurut Billy, investasi terbaik ialah pada manusia. Sebab dengan begitu, peradaban dengan sendirinya akan terbangun.

Billy menjelaskan, investasi dalam pengembangan manusia adalah langkah yang tepat, karena merekalah yang akan membangun peradaban mereka sendiri. Adanya Inpres Nomor 9 Tahun 2020 ini menunjukkan akan adanya komitmen pemerintah untuk membangun, dengan pelibatam semua komponen rakyat.

Lanjutnya, Billy menilai, realisasi program pada otsus membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sebab, negara maju sekalipun, hingga kini masih berproses dalam membangun peradabannya.

SDM diibaratkan seperti Kail dan SDA diibaratkan seperti ikan, tentu saja kita tidak bisa menangkap ikan yang lebih besar hanya dengan kail yang biasa digunakan untuk memancing ikan di sungai dangkal.

Penting kiranya anak di Papua dan Papua Barat untuk memiliki daya saing di era yang semakin global, pemerintah tentu perlu mendukung anak muda di Bumi Cenderawasih agar dapat meng-upgrade “kail” agar kelak mereka dapat bersaing dan mendapatkan “ikan” di lautan luas.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta