Mengapresiasi Capaian Investasi di Indonesia

121
Pemerintah Genjot Taksonomi Hijau Untuk Membuka Kran Investasi
Ilustrasi-Ist

Oleh : Syarifudin

Apresiasi sangat tinggi harus diberikan kepada pemerintah yang terus bekerja keras dalam proses percepatan pemulihan ekonomi Bangsa. Hal tersebut terbayarkan dengan adanya capaian investasi Indonesia pada kuartal kedua 2022 yang ternyata melampaui target.

Untuk bisa kembali bangkit dan pulih setelah diguncang oleh pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir, ditambah dengan adanya ancaman inflasi dan resesi yang sempat menghantui bursa global, Pemerintah RI terus berupaya untuk memperkuat kondisi fundamental perekonomian Tanah Air. Salah satu caranya adalah dengan menjaga iklim investasi.

Mengenai hal tersebut, Wakil Ketua Kadin Koordinator Bidang Maritim, Investasi dan Luar Negeri, Shinta Kamdani mengatakan pihaknya mengapresiasi kinerja investasi Indonesia pada kuartal II 2022 yang melebihi ekspektasi. Untuk sisa tahun 2022, pemerintah dan pelaku usaha harus terus menjaga momentum investasi dan iklim usaha yang kondusif di Indonesia.

Pihaknya berharap pemerintah terus memperkuat parameter-parameter dasar perekonomian, seperti inflasi dan stabilitas nilai tukar. Shinta mengatakan, hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam mendorong kegiatan ekonomi dan kepercayaan investor dalam mengembangkan bisnis di Indonesia tetap tinggi.

Shinta menmbahkan situasi ekonomi global diperkirakan akan semakin memburuk, memberikan tekanan lebih pada ekonomi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Arus investasi asing yang mendominasi struktur penerimaan investasi, menurutnya bisa terganggu atau bahkan terjadi arus keluar (outfloe) yang berlebih kalau tidak berhati-hati.

Maka dari itu, Kadin menyatakan bahwa memang Pemerintah harus tetap waspada dan terus konsisten meningkatkan stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, harus juga disertai dengan secara konsisten melaksanakan reformasi struktural yang efektif untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing lingkungan ekonomi nasional.

Shinta mengaku hal tersebut akan memungkinkan pemerintah untuk melanjutkan pemulihan dan memaksimalkan pertumbuhan bahkan ketika kondisi global sedang tidak baik. Sebagai informasi, data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Januari-Juni 2022 sebesar 584,6 triliun dan penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 693.537 orang. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan investasi asing pada semester pertama tahun 2022 akan mencapai 53,1%, atau Rp 310,4 triliun.

Sementara itu, Menteri Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa pada tahun 2022, kepercayaan investor khususnya investor asing semakin membaik di Indonesia mencapai 53,1% dari total investasi. Bahlil mengatakan keyakinan investor dalam dan luar negeri semakin meningkat terhadap kebijakan pemerintah khususnya di bidang investasi.

Pada kesempatan lain, Pakar Ekonomi Eko Listiyanto, yang juga Wakil Diresktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), mengatakan realisasi investasi yang telah diupayakan oleh Pemerintah juga patut diapresiasi. Sebab, dari target Rp 856 triliun, pada 2021 saja capaian investasi Indonesia sebesar Rp 901 triliun, jauh di atas target. Kinerja ini menjadi alasan kuat bahwa pemerintah terus berbenah dan Indonesia merupakan negara yang kuat, sementara krisis ekonomi pasca pandemi Covid-19 telah membuat negara lain dalam risiko.

Hal ini membuat para investor memilih untuk berinvestasi di Indonesia karena kondisi negara-negara yang biasanya dijadikan tujuan berinvestasi nyatanya jauh lebih buruk dari Bangsa ini. Di sisi lain, sektor konsumsi Tanah Air juga menjadi faktor penyumbang terbesar dalam kesuksesan pencapaian nilai investasi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa memang konsumsi menjadi hal yang dominan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara, selain itu faktor tersebut akan terus dilirik oleh para investor menjadi dasar keputusan mereka untuk melakukan investasinya di suatu negara. Pasalnya realisasi investasi mereka dengan konsumen yang besar, maka secara otomatis akan membesar pula.

Eko menambahkan jika Pemerintah memang ingin para investor tersebut untuk tetap menanamkan modal mereka di Indonesia, maka kecepatan investasi harus terus terjaga, dalam artian Bangsa ini harus siap untuk bisa menawarkan sebuah project investasi sehingga langsung bisa dieksekusi oleh para investor tersebut.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia (Center of Reform on Economics), Mohammad Faisal menjelaskan bahwa kontraksi seperti yang dialami oleh Amerika dan Eropa masih terlampau jauh untuk Indonesia. Dirinya menambahkan bahwa Jika dikaitkan dengan nilai investasi, Indonesia sudah berada di posisi pemulihan usai pandemi, yang artinya nilai investasi dipastikan baik.

Meski capaian investasi Indonesia pada kuartal kedua tahun 2022 ini sudah melampaui target, namun Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Bayu Djokosoetono menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus berfokus dalam sinergi menciptakan peluang usaha dan investasi di Indonesia.

Seluruh usaha untuk bisa membangkitkan kembali perekonomian Bangsa setelah dihantam oleh kerasnya pandemi Covid-19 dan juga guncangan adanya inflasi hingga resesi dalam bursa global ternyata membuahkan hasil yang sangat memuaskan dengan capaian investasi yang melebihi target pada kuartal kedua 2022. Maka dari itu, seluruh pihak hendaknya bisa untuk terus mendukung dan mengapresiasi capaian investasi di Indonesia tersebut demi percepatan pemulihan perekonomian Tanah Air.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute