Mengecam Aksi Sadis KST Serang Masyarakat Sipil di Papua

19

Oleh : Viktor Awoitauw 

Kelompok Separatis dan Teroris (KST) di Papua semakin sadis dan bengis. Mereka tidak saja tega melukai TNI/Polri, namun juga tega menyerang masyarakat sipil, termasuk Orang Asli Papua (OAP) hingga petugas kesehatan.

KST kembali menyerang rakyat sipil di Papua, pada Kamis (19/10) yang mengakibatkan satu pekerja proyek pembangunan Puskesmas meninggal. Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani mengatakan selain korban tewas, terdapat juga dua pekerja bangunan Puskesmas yang terkena anak panah.

Kabar penyerangan kemudian diketahui usai sejumlah pekerja yang berhasil menyelamatkan diri melapor ke Pos Kotis yang terletak di Ilaga, Puncak, Papua. Sesaat kemudian, Tim gabungan Satgas Damai Cartenz dan TNI setempat langsung menuju lokasi penyerangan untuk mengevakuasi dua pekerja bangunan yang belum ditemukan.

Sebelumnya, aksi brutal dan kejam juga dilakukan KST di wilayah Kali Ei, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kekerasan tersebut menelan korban tragis, dengan tujuh orang tewas dan sebelas lainnya terluka. 

Tindakan ini patut kita kecam, dan saatnya tindakan tegas diambil untuk menghentikan gelombang kejahatan ini. Namun, di tengah kegelapan aksi-aksi sadis KST, ada sinar harapan yang muncul dalam bentuk upaya penyelamatan yang dilakukan oleh tim gabungan yang dipimpin Mayor Mar Hariono bersama Satgas Yonif 7/Marinir dan Kodim 1715/Yahukimo di bawah pimpinan Dansatgas Yonmar 7, Letkol Mar Alex Zulkarnaen.

Setelah kejadian tragis pembantaian, tim gabungan dengan cepat bergerak, melakukan pengejaran, dan penyisiran wilayah. Mereka berhasil menyelamatkan 21 warga yang beruntung berhasil melarikan diri dari aksi KST yang keji ini. Tim ini merupakan harapan bagi warga Yahukimo yang menghadapi ancaman keamanan yang mengerikan.

Pengungkapan ini juga memberikan wawasan tentang identitas KST yang terlibat dalam aksi kejam tersebut. Dipimpin oleh Asbak Koranue, bagian dari kelompok Egianus Kogoya, mereka tidak segan menggunakan senjata berbahaya seperti senapan SS1 V2, panah, dan parang. 

Selain mengambil nyawa manusia, mereka juga membakar tiga ekskavator, dua truk, dan camp pendulangan. Tindakan ini tidak hanya mengancam kehidupan manusia, tetapi juga ekonomi dan infrastruktur di daerah tersebut.

Marsma Deni Simanjuntak, yang menjabat sebagai Kaskogabwilhan III, memberikan wawasan tambahan tentang respon aparat keamanan. Tim gabungan TNI-Polri segera merespons kejadian pembantaian tersebut dan menuju wilayah Kali Ei. 

Mereka berkoordinasi di Pos Brimob Kali Kolop untuk memahami situasi dan kondisi di lapangan, kemudian melanjutkan pergerakan untuk mencari warga yang berhasil selamat dari serangan KST.

Tim gabungan TNI juga berhasil memantau gerakan KST, yang berjumlah sekitar 20 orang, dengan membawa senjata-senjata berbahaya. Mereka tampaknya bergerak menuju daerah pegunungan, semakin menjauh dari wilayah yang diawasi oleh aparat keamanan.

Walaupun menghadapi tantangan berat, TNI-Polri berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan keamanan kepada masyarakat di Papua. Tindakan penyisiran yang mereka lakukan berhasil menyelamatkan 21 warga yang berada dalam kondisi traumatik setelah menyaksikan pembantaian oleh KST. Mereka kini diserahkan ke Kodim 1715/Yahukimo untuk mendapatkan perlindungan dan perawatan medis lebih lanjut.

Aksi brutal yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KST) di Kali Ei, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada tanggal 16 Oktober 2023 adalah peristiwa yang sangat mencemaskan. 

Aksi kejam ini menelan tujuh korban tewas, dengan sebelas orang lainnya mengalami luka-luka serius. Keberanian KST dalam mengambil tindakan yang melanggar hukum dan kemanusiaan telah mengguncang seluruh masyarakat, khususnya di wilayah tersebut.

Kita mengutuk keras aksi-aksi KST yang meresahkan ini dan kami juga berterima kasih kepada tim gabungan yang bersikap cepat dalam menangani situasi tersebut. 

Tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Mayor Mar Hariono bersama Satgas Yonif 7/Marinir dan Kodim 1715/Yahukimo di bawah pimpinan Dansatgas Yonmar 7, Letkol Mar Alex Zulkarnaen, patut diacungi jempol. Mereka telah menyelamatkan 21 warga yang beruntung berhasil melarikan diri dari serangan KST.

Respon aparat keamanan yang cepat dan tegas adalah langkah yang sangat penting dalam mengatasi ancaman ini. Kami menghargai upaya aparat TNI-Polri yang segera merespons kejadian dan melakukan koordinasi di Pos Brimob Kali Kolop. Mereka melakukan penyisiran dan berhasil memantau gerakan KST yang berbahaya.

Di sisi lain, Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo  terus berupaya untuk memperbaiki sejumlah masalah seperti ketidaksetaraan sosial, ekonomi, dan politik. Langkah tersebut tentu saja diharapkan dapat segera mewujudkan stabilitas perdamaian yang selama ini didambakan oleh seluruh komponen masyarakat. Tak hanya itu, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung upaya aparat keamanan dan juga bekerja sama dalam mencari solusi jangka panjang untuk konflik di Papua. 

Aksi brutal KST Papua tentu saja menjadi persoalan serius yang perlu untuk dihentikan secepatnya melalui penegakan hukum. Dengan adanya penegakan hukum yang tegas kepada gerombolan separatis maka diharapkan kedamaian di Papua akan senantiasa terjaga. 

Mahasiswa Papua tinggal di Bandung