Mengenang 40 Hari Wafatnya As Atmadi, Seniman Sumut Gelar ‘Doa Untuk Sang Guru’

78
Mengenang 40 Hari Wafatnya As Atmadi

MedanIntipnews: Sejumlah seniman dan wartawan Sumatera Utara, Sabtu (18/9/2021), akan mengadakan acara “Doa Untuk Sang Guru” dalam rangka mengenang 40 hari wafatnya seniman dan jurnalis senior Sumatera Utara, As Atmadi.

Acara yang didukung oleh sejumlah komunitas seni di Medan ini akan diisi dengan pembacaan tahtim dan doa, testimoni para tokoh serta pembacaan puisi-puisi karya As Atmadi dan pertunjukan kesenian.

Demi lancarnya kegiatan tersebut, Sabtu kemarin (4/9), dengan mengambil tempat di gedung Simpassri Medan, telah dibentuk panitia pelaksana kegiatan tersebut yang terdiri dari:

  • Penanggungjawab: Ketua Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU), Baharuddin Saputra.
  • Wakil Penanggungjawab: Ketua Yayasan Simpassri, Fuad Erdansyah dan Yan Amarni Lubis.
  • Sekreataris: S Satya Dharma.
  • Bendahara: H Mansyur Nasution.
  • Koordinator Acara: Bung Kamal Nasution.
  • Tim Pelaksana: M Yunus Rangkuti, S Ratman Suras, Evi Kahirani, Teater Profesi dan Fosad.
  • Penasihat acara: Sulaiman Sambas, Chairil Siregar, Jaya Arjuna, Choking Susilo Sakeh, Tengku Zainuddin, Mami Sulaswati, Neni Rosaria dan Roni Neliati Tanjung.

Baharuddin Saputra, penanggungjawab acara menyebutkan, acara “Doa Untuk Sang Guru” sengaja dibuat sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan para seniman dan wartawan Sumut terhadap dedikasi, loyalitas dan semangat As Atmadi baik sebagai seniman maupun sebagai wartawan.

Sebagaimana diketahui, hingga akhir hayatnya dalam usia 70 tahun, As Atmadi yang wafat pada Rabu (4 Agustus 2021) masih menjadi pemimpin Redaksi media Online, IntipNews dan masih terus aktif menulis karya sastra.

Siapakah As Atmadi?

As Atmadi adalah seorang seniman mumpuni. Sebagai seniman, dedikasi dan loyalitasnya tak perlu diragukan lagi. Dia adalah seorang yang serba bisa. Dia sutradara, penulis skenario, aktor film, pemain musik, penata tari, penyair, novelis, esais dan deklamator. Tak heran jika di Medan, hampir tak ada seniman maupun wartawan yang tidak mengenalnya.

Tak hanya wartawan dan seniman, Atmadi juga adalah seorang pengajar. Dengan gelar SP (Sarjana Publisistik) belakang namanya, setidaknya Atmadi pernah menjadi dosen di sejumlah perguruan Tinggi. Di antaranya Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP), Universitas Sumatera Utara (USU) dan di Sekolah Kepribadian John Robert Powers.