Modus Baru Penggunaan Narkoba di Warnet, Bobby Nasution: Pemko Medan & BNNP Siap Awasi, Terbukti Ditutup

15
Modus Baru Penggunaan Narkoba di Warnet, Bobby Nasution Pemko Medan & BNNP Siap Awasi, Terbukti Ditutup
Foto: Istimewa

MedanIntipnews: Ada modus baru, sejumlah Warnet atau warung internet menyediakan Narkoba bagi pengunjungnya. Hal ini berdasarkan hasil pengungkapkan kasus yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut.

Pemko Medan akan berkoordinasi dengan BNNP Sumut mengawasi jam operasional Warnet di Kota Medan, serta modus baru Warnet yang menyediakan Narkoba bagi pengunjungnya.

Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi Warnet yang disalahgunakan sebagai lokasi pemakaian Narkoba. Sebab, berdasarkan hasil pengungkapkan kasus yang dilakukan BNNP Sumut, ada modus baru sejumlah warnet menyediakan Narkoba bagi pengunjungnya.

“Kita akan tetap berkoordinasi dengan BNNP Sumut untuk melihat pengoperasian warnet-warnet, terutama jam pengoperasiannya. Apalagi dari kasus yang terungkap di warnet, jam operasionalnya sudah melewati batas yang diperbolehkan yakni pukul 00.45 WIB.

Apalagi saat ini kita masih menerapkan PPKM,” kata Walikota Medan Bobby Nasution saat melakukan kunjungan kerja sekaligus menghadiri Press Release Pengungkapan Kasus Narkotika di Kantor BNNP Sumut, Jalan Willem Iskandar, Pasar V Barat, Deliserdang, Kamis (4/11/21)

Berdasarkan pengungkapkan kasus narkotika yang disampaikan Kepala BNNP Sumut Brigjen Toga Panjaitan, 13 tersangka diamankan dari Warnet yang berada di wilayah Kota Medan. Terkait itu, tegasnya, pengoperasian warnet, terutama yang meresahkan akan  dilakukan pengawasan secara ketat.  

“Kita langsung menindak tegas Warnet yang kedapatan menyediakan fasilitas untuk mengonsumsi narkoba dengan menutupnya. Di samping itu kegiatan operasional seluruh warnet akan kita pertegas lagi,” tegasnya didampingi Kepala Badan Kesbangpol Arjuna Sembiring dan Kabag Ortala Setdako Medan Gelora Kurnia Putra Ginting.

Pada kesempatan itu Bobby Nasution juga menyampaikan hasil pembicaraan dengan BNNP Sumut, terkait untuk dibukanya BNN Kota Medan guna mensupport pemberantasan Narkoba di ibukota Provinsi Sumut.

Sebab, kasus Narkoba tertinggi di Sumut adalah Kota Medan. Tidak hanya membentuk BNN Kota Medan, jelasnya, Pemko Medan juga berencana untuk membangun fasilitas untuk rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan Narkoba.

Sebenarnya, ungkap Bobby Nasution, pembentukan BNN Kota Medan sudah dilakukan dari beberapa tahun sebelum ini, namun terkendala fasilitas.

“Tadi sudah kami bicarakan, ada opsi-opsi yang telah kami berikan dan akan di follow-up Pemko Medan dan BNNP Sumut. Itu tadi kesepakatannya. Yang pasti target kita harus cepat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala BNNP Sumut Brigjen Toga Panjaitan dalam press release menyampaikan ada 3 kasus narkotika yang telah diungkap. Pertama, jelasnya, pengungkapan kasus narkotika jenis ekstasi di Jalan Abdul Sani Muthalib, Kecamatan Medan Marelan dengan barang bukti sebanyak 5.000 butir pil ekstasi warna kuning.

Selain itu mengamankan 5 orang tersangka, 1 unit mobil, 2 unit sepedamotor, 7 handphone, tas sandang serta uang tunai Rp3 juta sebagai barang bukti.

Kasus kedua, jelas Toga, pengungkapan di Jalan Samanhudi, Kelurahan Bakti Karya, Binjai. Di tempat kejadian perkara (TPK), tersangka mengedarkan sekaligus menyiapkan tempat untuk mengonsumsi narkoba.

Dari TKP disita barang bukti berupa sabu 15,1 gram, alat hisap (bong), timbangan serta mengamankan 11 orang namun setelah dilakukan pemeriksaan yang ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 5 orang.

Sedangkan kasus ketiga, lanjut Toga, kasus penyalahgunaan narkotika yang terjadi di gamenet atau warnet. Dari 17 orang yang diamankan, jelasnya, 13 orang positif menggunakan Narkoba serta sejumlah alat untuk mengisap sabu.

Dikatakan Toga, mereka saat ini sedang mendalami, sebab penggunaan Narkoba di warnet merupakan modus baru dimana pengunjung disediakan fasilitas dan tinggal mengisap. 

“Selama seminggu ini, dari Warnet-warnet kami mengamankan 50 orang dan semua urine positif menggunakan amfetamin jenis sabu. Mereka bermain, namun memakai Narkoba dulu, ada yang di luar warnet, ada pula yang di dalam.

Selama lebih kurang dua hingga tiga bulan ini, kami sudah mengamankan 400 orang korban penyalahgunaan Narkoba. Kami sudah merehabilitasi 100 orang lebih dan kami sekarang mencari bantuan untuk bisa merehabilitasi,” jelas Toga. * Ril/Itp04