Optimistis Negosiasi Penyelamatan Pilot Susi Air dari KST Papua Berhasil

65
Foto-Ilustrasi-Ist

Oleh : Moses Waker
Kapten Philip Mark Mehtrens yang merupakan Pilot dari Maskapai Susi Air masih disandera oleh Kelompok Separatis Teroris (KST). Meski telah disandera dalam waktu yang lama, pemerintah meyakini bahwa negosiasi terhadap pembebasan Pilot asal Selandia Baru tersebut akan berhasil.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2023, Kombes Faizal Ramadhani, mengatakan bahwa menurut hasil penyelidikan hingga saat ini, kondisi Pilot Susi Air dalam keadaan sehat. Dirinya juga berharap agar kesehatan pilot Susi Air dapat terus terjaga.

Saat ini, Faizal juga menerangkan bahwa proses negosiasi dengan KST Papua pimpinan Egianus Kogoya masih berjalan. Proses negosiasi tersebut diinisiasi oleh Kapolda Papua dan Pangdam bersama stakeholder, baik pihak gereja maupun pemerintah daerah (Pemda) Nduga. Namun masih dalam konteks masih berkembang.

Terkait hal tersebut, Irjen Mathius D Fakhiri selaku Kapolda Papua mengatakan bahwa pihaknya merasa optimis akan proses negosiasi berjalan lancar dan berhasil. Dirinya juga berharap semoga Egianus yang merupakan putra asli Papua, bisa segera membebaskan pilot Susi Air tersebut.

Diketahui, Egianus Kogoya sebelumnya telah meminta kepada pemerintah RI agar mengakui kemerdekaan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Egianus sendiri memberi tenggat waktu hingga 1 Juli 2023 kemarin. Apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi, dirinya mengancam akan mengeksekusi pilot Philip.

Terkait penyanderaan tersebut, Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara. Jokowi mengklaim pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk membebaskan sang Pilot. Namun, upaya-upaya tersebut tidak bisa disebutkan secara rinci di hadapan publik. Meski demikian, Jokowi juga telah memastikan bahwa pemerintah akan terus bernegosiasi dengan KST mesiki batas waktunya sudah terlewati.

Jokowi bahan telah mengklaim bahwa pemerintah sudah melakukan banyak upaya untuk membebaskan Philip Mehtrens. Tentu saja upaya tersebut dilakukan dengan tidak gegabah agar proses pembebasan pilot asal Selandia Baru tersebut tidak menelan korban.

Soal negosiasi dengan KSTPapua, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono sebelumnya juga mengatakan hal serupa. Dirinya mengaskan telah memerintahkan supaya terus melakukan negosiasi. Perintah ini diberikan Yudo kepada Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Agus Suhardi dan Pangdam Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan.

Yudo mengatakan bahwa pemerintah masih mendahulukan negosiasi yang dilakukan tokoh agama, tokoh masyarakat setempat. Di sisi lain, Yudo mengatakan, pemerintah sendiri tidak menginginkan proses penyelesaian dengan jalur kekerasan.

Dirinya juga menuturkan bahwa kendala yang dihadapi saat ini adalah menyiapkan pesawat dan pilot yang bersedia untuk terbang ke lokasi yang ditentukan untuk menjemput Kapten Philips. Ia juga menyebutkan bahwa untuk mendapatkan pesawat bukanlah hal mudah, saat ini yang menjadi prioritas dalam proses pembebasan sandera adalah keselamatan Philips serta warga sekitar.

Oleh karena itu, proses negosiasi yang damai tetap dikedepankan. Lebih lanjut Yudo mengaku tidak masalah bila KST mengajukan syarat uang tebusan sebesar Rp 5 miliar untuk membebaskan kapten Philips. Yudo mengatakan, uang sejumlah tersebut bukan suatu masalah, apalagi hal tersebut menyangkut nyawa seorang manusia.

Sebenarnya, negosiasi terkait dengan pembebasan warga Selandia Baru tersebut telah dilakukan sejak lama. Namun berhenti karena Polri tidak dapat mengabulkan semua permintaan KST pimpinan Egianus. Egianus sendiri sempat menyampaikan sejumlah permintaan untuk membebaskan pilot asal Selandia Baru tersebut. Mulai dari uang tebusan sebesar Rp 5 miliar, obat-obatan serta senjata api.

Tentu saja permintaan seperti penyediaan senjata api tidak mungkin bisa dipenuhi, karena kepemilikan senjata api untu masyarakat sipil jelas tidak dibenarkan dan membahayakan, apalagi jika senjata api tersebut dipegang oleh kelompok yang ingin lepas dari NKRI.

Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) berharap agar KST pimpinan Egianus Kogoya tersebut dapat segera membebaskan Kapten Philip yang telah disandera selama berbulan-bulan. Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan bahwa pihaknya akan bersinergi dengan TNI dan Pemerintah setempat guna mengupayakan pembebasan pilot Susi Air.

Tentu saja tidak mudah untuk melakukan dialog dengan KST, sehingga tidak ada target waktu kapan terselesaikan, tetapi aparat keamaan selalu berupaya agar langkah persuasif yang dilakukan dapat menemui titik terang. Bagaimanapun juga, kesepakatan antara dua pihak bukanlah hal yang mudah. Apalagi upaya negosiasi dipilih karena mengedepankan keselamatan sandera.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda TNI Krisdiyanto mengatakan, satgas TNI masih melakukan operasi bersama Polri dalam misi penyelamatan Pilot Susi Air tersebut. Satuan TNI juga telah mengetahui beberapa titik yang dicurigai sebagai tempat keberadaan para separatis di Papua.

Penyanderaan yang dilakukan oleh KST Papua kelompok Egianus Kogoya terhadap pilot Philip tentu saja tidak membuat aparat keamanan baik TNI maupun Polri tinggal diam. Aparat keamanan tetap berupaya melakukan yang terbaik agar pilot asal Selandia Baru tersebut dapat dibebaskan dalam kondisi selamat.

Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Makassar