Pakar Antropologi dan Arkeologi, Yance: Manusia Itu Sangat Kompleks

115

Peluncuran dan Diskusi Buku Manusia dan Kebudayaannya Sebuah Perspektif antara Kabil dan Habil 

Medan-Intipnews.com: Lebih dari sembilan puluh  peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat luas menyaksikan diskusi bedah Buku Manusia dan kebudayaannya Sebuah Persepektif antara Kabil dan Habil oleh seorang pakar antropologi dan arkeologi, Drs  Yance MSi sekaligus  dosen di FISIP USU dan Tikwan Raya Siregar, jurnalis serta kritikus sastra di Sumut di Aula FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) Jalan Dr A Sofyan, Padang Bulan Medan, Jumat 29 September 2023.

Dalam diskusi  yang dipandu Hendry Marpaung,  seorang pendeta dan petani ini, Yance dalam pemaparannya mengatakan, pikiran-pikiran almarhum A  Yusran dalam buku Manusia dan Kebudayaannya Sebuah Perspektif antara Kabil dan Habil ini memberi pelajaran penting tentang sisi moralitas antara baik dan buruk, yang dianalogikan melalui pendekatan Kabil dan Habil dalam perspektif agama samawi. 

Di samping itu menurut Yance lagi, buku ini juga menguak kompleksitas manusia yang sangat rumit dan unik. “Hal ini diperkuat dalam tesis A  Yusran yang pantas diajukan secara nasional, bahwa beliau mengatakan sejarah manusia itu belum dimulai,” kata Yance sambil berdiri di podium.

Sedangkan Tikwan Raya Siregar mengakui, dirinya sudah kali ketiga berkesempatan membedah buku almarhum A Yusran. Dikatakannya,  pikiran-pikiran A  Yusran atau akrab disapa Pak Datuk ini semakin gamblang sekali kelihatan melalui kumpulan esainya yang menjelaskan caranya membedah kehidupan ini melalui pendekatan sastra dan filsafat materialisme yang dibalut dengan metode materialisme dialektika historis. 

“Apalagi dia selaku pemangku adat, ia telah menuntaskan tanggung jawab dan sikapnya yang otentik saat membela adat alam Minangkabau sebagai sebuah solusi bagi masyarakat. Datuk juga secara ekspresif mengemukakan pembelaannya terhadap kaum perempuan,” kata Tikwan Raya panjang lebar.

Sementara itu Riany Sitanggang, salah seorang peserta diskui, sangat mengapresiasi Buku Manusia dan Kebudayaannya, Sebuah Perspektif antara Kabil dan Habil. Usai membeli buku itu dua minggu lalu, Riany mencoba memahami isinya. Hasilnya, ungkapnya, ia menilai buku itu ditulis dengan gaya yang sangat lentik, begitu menarik, serta tutur katanya sangat indah dan padat. 

“Banyak sekali pelajaran penting yang bisa dipetik dari buku berharga ini. Terus terang, saya sebagai feminis mengakui bahwa penulis buku ini adalah seorang lelaki baru dalam kehidupan,” ungkap Riany jujur.

Dini Usman selaku Ketua Deli Art Community menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada banyak pihak atas terselenggaranya diskusi ini, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, FISIP USU yang selalu membuka pintu lebar-lebar kepada komunitas DAC untuk membangun gerakan literasi serta Penerbit Swarnadwipa yang menerbitkan buku Manusia dan Kebudayaannya, Sebuah Perspektif antara Kabil dan Habil pada awal September setebal 224 halaman.Itp.r