Pakar Lingkungan USU Ir Jaya Arjuna MSc: Longsor Medan-Berastagi Tanggung Jawab Dinas Kehutanan Sumut

22
Jaya Arjuna MSc: Pemko Medan Tidak Serius Menangani Banjir di Kota Medan
Pakar Lingkungan USU Ir Jaya Arjuna MSc. (Foto: Ist)

MedanIntipnews: Pakar Lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU), Ir Jaya Arjuna MSc mengatakan, penyebab longsor di sepanjang Jalan Medan- Berastagi itu dikarenakan musim hujan yang menjadikan ikatan tanah dengan bebatuan menjadi longgar.

Hal ini dikatakan Jaya Arjuna berkaitan dengan peristiwa longsor belakangan ini kerap terjadi dikawasan jalur Jalan Medan-Berastagi, bahkan sudah menelan korban jiwa, Selasa 26 Oktober 2021.   

Jaya menyebutkan, peristiwa longsor akan terus terjadi jika tidak ditangani dengan benar. Kalau di luar negeri untuk memperkuat jalur rawan longsor, dilakukan dengan jaring. 

“Tanah yang longgar itu kan cenderung runtuh, makanya di bawahnya dicek, setelah itu apakah diperkuat dengan memasang jaring atau apa. Tapi kita inikan tidak, ditebangi gak pohon di bagian atas?

Jika iya maka terjadilah abrasi dan erosi. Erosi menurun ke bawah, beban yang di atas itu (tanah dan air) menekan ke bawah, sementara terjadi kelonggaran karena hujan, itulah mengakibatkan runtuh,” kata pakar lingkungan ini.

Sambungnya lagi, pohon yang tumbuh di tebing-tebing  tidak dicek akibatnya jatuh. Ini, tegasnya, sebenarnya ikatan akar kayu dengan tanah dan batuan itulah yang memperkuat. Kalau itu lemah, maka kalau ada beban dari atas seperti pohon, kayu, dan bebatuan maka akan longsor. 

Ini tanggung jawab Dinas kehutanan (Dishut) Provinsi Sumatera Utara (Provsu). Dinas itu harus melakukan pengecekan. Mereka harus mengecek mudah longsor atau tidak. Jika kemungkinan itu ada, mereka harus membentang jaring untuk memperkuat.

Dalam pengamatan Jaya Arjuna, hal terparah jika penanganannya tidak benar, maka penanganan yang dilakukan seperti ‘pemadam kebakaran’ saja.