Panglima TPNPB-OPM Bertanggungjawab atas Penyerangan Pos Koramil

10
Panglima TPNPB-OPM bertanggungjawab
Prajurit TNI mengangkat peti jenazah rekannya di Markas Komando Korem 181/PVT Kota Sorong, Papua Barat. (Foto: Ist)

JakartaIntipnews: Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) Kasuari Kolonel Arm Hendra Pesireron mengimbau warga tidak perlu khawatir atas situasi yang terjadi usai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyerang Pos Komando Rayon Militer (Koramil).

“Masyarakat tidak usah khawatir, karena Tentara Nasional Indonesia (TNI) turun ke kampung untuk melindungi dari kelompok separatis dan teroris. TNI profesional akan memburu kelompok tersebut,” ujar Hendra, Minggu (5/9/2021).

Aksi penyerangan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM terjadi pada 2 September 2021. Saat itu, kelompok bersenjata diduga menyerang ke Pos Komando Rayon Militer (Koramil) di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Akibat serangan itu empat personel TNI tewas. Sementara, dua personel lainnya mengalami luka berat dan lima orang berhasil selamat.

Hendra menyatakan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku penyerangan. “Dan terus akan mengejar sampai di mana pun,” kata dia. Sejauh ini, sudah ada dua orang Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang ditangkap yakni atas inisial SY dan MM, pimpinan Manfret Vatem.

Di lain waktu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengakui, organisasinya yang menjadi dalang di balik penyerangan. “Panglima Kodam IV Sorong Raya TPNPB-OPM bertanggungjawab atas penyerangan ini,” kata Sebby. * tpc/itp.04