Papua Barat Siap Menjadi Tuan Rumah Side Event KTT G20

17

Oleh : Rebecca Marian

Papua Barat akan mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah Women of Twenty (W20). Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Papua Barat karena kegiatan tersebut merupakan side event Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20).

Chairwoman W20 Hadriani Silalahi mengatakan, lokasi penyelenggaraan di Papua Barat juga bertujuan untuk mempromosikan pesona keindahan alam serta menunjukkan bahwa tanah Papua adalah daerah yang aman dan damai.

Hadriani berujar, jika para tamu W20 mengetahui bahwa Papua aman dan memiliki keindahan alam, mereka tidak akan ragu untuk melancong ke Papua sambil membawa keluarganya. Ajang W20 sudah menjadi promosi pariwisata gratis, sekali mendayung 2 pulau terlampaui.

Hadriani menuturkan dalam W20 akan ada 5 ibu negara yang menjadi pembicara yakni dari Mexico, Jerman, India dan Jepang. Adapun sejumlah topik W20 tahun ini diantaranya akan dibahas mengenai Woman Disability and rural areas inclusion. Selain para pembicara ini, sejumlah tamu juga akan hadir yakni utusan dari W20 dan negara-negara pasifik.

Tema woman disability sangat cocok karena di Indonesia, khususnya Papua, amasih ada ketidakberdayaan perempuan. Woman Disability tidak diartikan sebagai wanita disabilitas alias cacat, tetapi ketidakmampuan wanita untuk hidup maju dan setara dengan laki-laki.

Dengan membahas woman disability maka bisa diperlihatkan bahwa wanita bisa maju dan jadi pemimpin, bukan sekadar konco wingking alias teman di belakang. Seharusnya wanita Indonesia dan negara-negara lain lebih maju dan dihargai karena memiliki potensi bagus. Indonesia patut bangga karena pernah memiliki presiden seorang wanita dan menteri-menterinya juga wanita yang berpikiran maju.

Untuk mengatasi agar wanita bisa memaksimalkan potensinya maka W20 bisa mencontoh Indonesia, ketika sebagian dana otonomi khusus Papua disalurkan sebagai pinjaman modal bagi para ibu-ibu di Papua. Mereka bisa berdagang di pasar dan berdaya tinggi, karena berjuang untuk membantu suami dalam mendapatkan nafkah.

Bisnis adalah salah satu cara bagi para wanita untuk lebih maju, oleh karena itu dalam pertemuan W20 juga diungkapkan tentang perdagangan internasional. Diharapkan para firs lady akan tertarik dengan hasil bumi Papua seperti kopi dan sagu serta mengagumi indahnya noken. Mereka bisa jadi jembatan emas menuju pasar ekspor.

Hadirnya para wanita di forum W20 tentu bukan sebagai pendamping belaka, tetapi mereka juga menjadi keynote speaker dan membicarakan hal yang penting seperti womad disability. Wanita bisa lebih maju jika diberi kesempatan dan laki-laki tidak boleh minder karena emansipasi sudah ada sejak dahulu kala.

Sementara itu, Koordinator Kekarantinaan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi menyebut sejumlah daerah di Indonesia selain Bali diketahui juga akan menjadi lokasi pelaksanaan rangkaian Presidensi G20, salah satunya di Papua Barat adalah Kota Sorong.

Side Events G20 diharapkan dapat menggerakkan perekonomian daerah, terutama dalam memperkenalkan keunggulan produk lokal Indonesia. Berdasarkan agenda Side Events G20 yang telah diinventarisasi, tercatat 121 kegiatan sampingan akan digelar pada Desember 2021 sampai November 2022 mendatang.

Pada kesempatan kali ini, tentu saja Papua Barat harus bisa menunjukkan potensi terbaiknya karena akan dilirik oleh delegasi dari berbagai negara. Sebelumnya Menlu Retno menyampaikan, semula Presidensi Indonesia untuk KTT G20 adalah pada tahun 2023. Sementara Presidensi KTT G20 tahun 2022 dipegang India.

Tetapi mengingat pada 2023 Indonesia juga akan memegang keketuaan ASEAN, maka Indonesia akan melakukan pembahasan mengenai keketuaan G20 dengan India. Dengan demikian Indonesia akan memegang Presidensi G20 pada 2022, sementara India akan memegang Presidensi pada 2023. Menlu Retno menyampaikan dengan waktu Presidensi Indonesia di G20 pada tahun 2022, maka mulai tahun 2021 Indonesia sudah akan masuk menjadi bagian dari Troika G20.

Dengan terpilihnya Papua Barat sebagai salah satu tempat yang akan menyelenggarakan Side Event KTT G20, tentu saja menjadi kesempatan bagi Papua Barat untuk lebih menunjukkan potensinya agar lebih dikenal dunia.

Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Jakarta