Pembangunan IKN Nusantara Semakin Diminati Investor

11
Ilustrasi-Ist

Oleh : Ashila Salsabila

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan aturan teknis terkait pedoman berinvestasi di calon ibu kota negara yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Sebagaimana yang juga telah disampaikan presiden, pembiayaan proyek IKN diupayakan tidak membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Pendanaan IKN akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi swasta untuk berpartisipasi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengeklaim, sudah banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan bahwa sudah banyak investor yang berminat berpartisipasi dalam proyek pembangunan IKN. Dia pun menegaskan bahwa komitmen dana untuk proyek tersebut mencukupi.

Hal serupa pun ditegaskan oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono menyatakan kesempatan berinvestasi di IKN dan kawasannya merupakan peluang langka, sehingga ia terus mengajak investor besar, mikro, kecil dan menengah di Indonesia bisa bersama-sama membangun IKN. Menurutnya, kesempatan untuk berinvestasi di IKN merupakan kesempatan yang langka, dan belum tentu terulang untuk jangka waktu lama.

Untuk itu, semua pihak diharapkan berpartisipasi menanamkan modal karena semua memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi, mengingat hal ini merupakan tugas pihaknya di Otorita untuk memfasilitasi setiap niat siapapun yang ingin berinvestasi.

Sebelumnya, saat jajak pasar (market sounding) yang digelar OIKN bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia di Djakarta Theater, Jakarta, 18 Oktober silam, acara tersebut dihadiri oleh 500 tamu yang berasal dari asosiasi pelaku usaha berbagai bidang seperti usaha konstruksi, perbankan, energi, pendidikan, kesehatan, dan pengusaha bidang teknologi. Jajak pasar tersebut diharapkan dapat mendorong keterlibatan para investor dari dalam dan luar negeri untuk berpartisipasi membangun IKN, terutama warga Indonesia selagi masih ada kesempatan.

Pada tahap awal, Otorita IKN akan memprioritaskan pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), yakni area utama yang akan dibangun adalah bagian utara dari kawasan inti seluas 921 hektare. Untuk menampung tingginya minat investasi, peluang investasi masih terbuka pada delapan zona lain di IKN, sehingga peluang untuk berinvestasi saat ini masih terbuka. Dan saat ini pemerintah telah menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) yang memberikan serangkaian insentif investasi bagi para investor, termasuk proses perizinan usaha dan izin kerja yang lebih sederhana, kemudian berbagai insentif fiskal. Dalam PP tersebut akan diatur fasilitas tax holiday (insentif libur pajak) yang skema nya dikategorikan berdasarkan kegiatan usaha.

Berita ini tidak ingin dilewatkan oleh negara lain untuk berinvestasi di IKN. Total investasi untuk IKN itu Rp 500 triliun kurang lebih, dari total dana ini akan di ambil dari 20% APBN lalu sisanya dari investasi. Waktu yang dibutuhkan 10-20 tahun. Menurut data yang telah dihimpun, terdapat beberapa negara yang telah berminat untuk ikut berinvestasi diantaranya, Uni Emirat Arab (UAE) yang minat investasinya sebesar US$ 20 miliar yang dikelola oleh Indonesia Investment Authority (INA). Kemudian, ada China, Korea, Taiwan, negara-negara Eropa, dan yang terbaru adalah Finlandia dan Spanyol.

Pemerintah Spanyol dan Finlanda berminat bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk terlibat dalam pembangunan IKN. Pemerintah Finlandia dan Spanyol bertemu dengan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono untuk membahas kerja sama pembangunan IKN. Dalam kesempatan itu, masing-masing perusahaan menjelaskan bagaimana mereka dapat berkontribusi untuk pembangunan IKN.

Dalam pertemuan di kantor otorita itu, Kepala Otorita didampingi Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ali Berawi, dan Sekretaris Otorita Achmad Jaka Santos Adiwijaya. Dari Finlandia, juga hadir Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Internasional Kementerian Luar Negeri Finlandia Nina Vaskunlahti, Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Pekka Kaihilahti, dan 12 perwakilan perusahaan dari Business Finlandia, di antaranya dari Betolar, KONE, dan Wärtsilä.

Perusahaan Betolar merupakan perusahaan besar yang bergerak dibidang pengolahan limbah tambang dan mengubahnya menjadi energi. Dalam industri pertambangan, pemulihan dan pengayaan logam menghasilkan sejumlah besar limbah logam, lumpur, dan ampas, yang dalam banyak hal rumit untuk ditangani dan berisiko bagi keselamatan lingkungan.

Pengolahan dan penyimpanan bahan limbah di area pertambangan juga membutuhkan kolam penyimpanan yang besar. Metode yang dikembangkan dan dipatenkan oleh Betolar adalah dengan perlakukan panas (heat-treat) bahan limbah yang dihasilkan dalam proses bioleaching, menyebabkannya menjadi zat reaktif dengan potensi pengikat. Itu dapat dibuat menjadi pengikat penguat dengan perawatan sederhana untuk memantapkan dan menstabilkan bahan limbah penggunaan akhir.

Kemudian, ada perusahaan asal Finlandia KONE adalah sebuah perusahaan teknik dan layanan multinasional, KONE bergerak pada bidang produksi dan perawatan dan penyedia eskalator, elevator, serta pintu dan gerbang otomatis. KONE juga menyediakan layanan untuk kontraktor, pengembang, pemilik gedung, perancang, dan arsitek di 1.000 kantornya yang tersebar di lebih dari 50 negara. Lalu, perusahaan Finlandia yang juga ingin berpartisipasi untuk investasi di IKN yaitu Wärtsilä Corporation.

Perusahaan ini bergerak dibidang pasar energi dan kelautan dengan mengusung produk-produk, solusi dan jasa dengan solusi tenaga listrik daur masa pakai penuh (complete lifecycle power solutions). Sebagai warga negara Indonesia, kita turut bangga atas animo dari negara lain yang turut serta dalam berinvestasi. Semoga pembangunan IKN dapat berjalan lancar demi kemakmuran dan penyetaraan hidup bagi bangsa Indonesia.