Pemerintah Bangun Jalan Demi Tingkatkan Konektivitas Antardaerah di Papua

42

Oleh : Pras Yauw Hehanussa 

PT Hutama Karya (Persero) merampungkan pembangunan fisik proyek Jalan Muri-Kwatisore pada tahap I. Jelas saja bahwa dengan penyelesaian tahap I tersebut, maka akan semakin membantu dalam meningkatkan konektivitas antar daerah di wilayah Papua Barat.

Diketahui bahwa pembangunan proyek jalan tersebut akan mampu menghubungkan antara Kampung Muri menuju ke Kampung Kwatisore di Papua Barat. Jalan tersebut memiliki panjang hingga 16 kilometer (km). pada proyek itu telah dilakukan tahap pengambilan sampel untuk uji laboratorium akan kelayakan standar jalan nasional, sehingga akan bisa diserahterimakan pada akhir bulan November 2023 nanti, dan jalan pun dapat sesegera mungkin dilalui oleh masyarakat setempat.

Terkait hal itu, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo dalam keterangannya menyampaikan bahwa jalan yang menjadi bagian dari Jalan Trans Papua. Tentunya dengan adanya proyek pembangunan jalan tersebut diharapkan oleh semua pihak akan mampu membuka keterisolasian wilayah dan semakin mampu meningkatkan konektivitas antar daerah.

Adanya konektivitas antar daerah sendiri menjadi hal yang sangat penting untuk terus ditingkatkan dan disegerakan terjadi, utamanya, nanti akan mampu meningkatkan pula kualitas pendidikan, informasi hingga adanya aliran barang atau logistik, termasuk jasa dan manusia bisa berjalan dengan lancar, efektif dan jauh lebih efisien.

Ternyata, berkat kerja keras dari semua pihak dan komitmen kuat untuk melakukan percepatan pembangunan di Bumi Cenderawasih mendatangkan hasil yakni proyek jalan itu berhasil rampung dengan lebih cepat jika dibandingkan dengan target semulanya, yaitu pada bulan Februari 2024.

Meski mampu rampung dengan lebih cepat, namun tidak berarti bahwa pengerjaan proyek jalan yang menghubungkan antara wilayah di Kampung Muri dan Kampung Kwatisore di Papua Barat itu dikerjakan dengan sembarangan. Justru bagaimana kualitas jalan, termasuk pada estetikanya hingga seperti apa keberlanjutan lingkungan menjadi hal yang utama diperhatikan selama masa pembangunannya.

Selama masa pembangunan proyek jalan tersebut, pihak Hutama Karya juga melaksanakan pekerjaan galian tanah, pengerasan berbutir dan pengaspalan jalan dengan bangunan pelintas box culvert dan plat decker.

Lebih lanjut, ternyata selama pembangunan jalan dilakukan, terdapat banyak tantangan dari berbagai macam hal, mulai dari bagaimana kondisi cuaca dan alam yang masih berupa hutan pelosok dengan kondisi geografis yang juga cukup berat untuk dilalui, hingga ada pula hambatan berupa sulitnya sinyal untuk berkomunikasi selama di lapangan.

Akan tetapi, berkat dengan adanya komitmen sangat kuat dan juga kerja keras yang dilakukan, ternyata semua pihak mampu melalui dan menghadapi seluruh tantangan di lapangan tersebut dengan sangat baik. Adanya tantangan itu sama sekali tidak menyurutkan semangat dari rim di lapangan untuk bisa menuntaskan proyek secara tepat waktu dan tepat mutu dengan selalu pula menerapkan prinsip K3 agar semakin meminimalisasi kecelakaan kerja di lapangan.

Pembangunan proyek jalan yang mampu menghubungkan antara Kampung Muri dan Kampung Kwatisore di Papua Baraty senilai 137,8 miliar Rupiah itu juga telah melibatkan masyarakat lokal dalam pengerjaan strukturnya, seperti diantaranya adalah pemasangan batu, pembesian, pengecoran dan beberapa pelibatan akan sumber daya manusia (SDM) yang diberdayakan menjadi flagman di proyek pembangunan jalan tersebut.

Untuk menyelesaikan proyek jalan sepanjang 16 km tersebut, pihak Hutama Karya juga menjalin kolaborasi dengan pihak kontraktor lokal Papua, yakni PT Gema Papua melalui Kerja Sama Operasi (KSO) (Hutama-Gemapapua) dengan masing-masing porsi yakni Hutama Karya sebesar 70 persen dan Gema Papua sebesar 30 persen.

Segera hadirnya jalan akses yang menghubungkan Muri dan Kwatisore itu diharapkan akan dapat semakin memudahkan seluruh akses logistik dari perbataran Papua Barat menuju ke Papua Tengah, termasuk pula memudahkan para siswa dan mahasiswa untuk bisa mengakses perjalanan menuju ke sekolah atau perguruan tinggi mereka serta dapat pula menjadi sarana transportasi penunjang untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat setempat.

Tentunya dengan bagaimana seluruh daya upaya yang telah dilakukan oleh PT Hutama Karya dalam rangka melakukan percepatan pembangunan hingga mampu mewujudkan adanya konektivitas antar daerah sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Cenderawasih melalui berbagai sektor, termasuk juga dengan adanya pelibatan masyarakat lokal, seluruhnya telah sesuai dengan bagaimana komitmen kuat yang dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia (RI) dalam membangun Papua.

Hal tersebut telah sangat senada dengan pernyataan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan bahwa Tanah Papua menjadi prioritas pemerintah dalam mewujdukan pembangunan yang Indonesiasentris, tidak lagi Jawasentris sebagaimana beberapa tahun lalu di masa pemerintahan sebelum-sebelumnya.

Tahap I pada pembangunan proyek jalan yang menghubungkan antara Kampung Muri dan Kampung Kwatisore di Papua Barat telah rampung dilakukan bahkan jauh lebih cepat dari target awal, namun tetap dengan kualitas mutu yang sama. Diharapkan, dengan rampungnya pembangunan tersebut maka akan semakin mampu meningkatkan konektivitas antar daerah di Bumi Cenderawasih sehingga semakin memudahkan segala aktivitas masyarakat setempat.

 Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Kupang