Pemerintah Optimalkan Pengamanan MotoGP Mandalika

98

Oleh : Deka Prawira

MotoGP Mandalika yang diselenggarakan di Lombok adalah balapan internasional yang bergengsi. Pemerintah pun berusaha maksimal untuk mengamankan gelaran acara tersebut dengan menerjunkan banyak personel dari jajaran TNI/Polri.

Balapan adalah olahraga yang cukup favorit di negeri ini sekaligus jadi hiburan, karena menyajikan ketegangan dan surprise serta kesenangan ketika sang jagoan jadi pemenang. Tak heran setiap pertandingan balap sepeda motor disukai oleh penonton di televisi. Mereka makin bersorak ketika Indonesia akhirnya memiliki sirkuit berkelas internasional di Mandalika, Lombok, dan menunggu balapan resmi dimulai.

Pengamanan di sekitar Sirkuit Mandalika makin diperketat. Pertama, ini adalah ajang balapan internasional yang bergengsi, jadi jangan sampai gagal karena ada gangguan kriminal. Para pencopet juga telah diamankan agar penonton tak kehilangan barang berharga. Pencegahan ini wajar dilakukan agar jangan sampai ada korban yang merugi.

Kedua, dalam balapan ini nama Indonesia ‘dijual’ sehingga akan menarik minat masyarakat sedunia untuk traveling ke Lombok dan daerah lain, pasca menonton siaran balapan. Apalagi Sirkuit Mandalika memiliki standar yang setara dengan sirkuit internasional lain, sehingga jika nantinya ada balapan lagi, akan menarik minat banyak wisatawan asing untuk menonton secara langsung.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengecek langsung ke Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, untuk melihat kesiapan penyelenggaraan tes pramusim MotoGP. Kesiapannya terdiri dari penerapan protokol kesehatan, sistem bubble, hingga pola pengamanan. Tujuannya agar event internasional berjalan aman dan lancar.

Untuk menegakkan protokol kesehatan maka dimulai dari pintu masuk Indonesia, dan para pembalap serta timnya wajib melakukan karantina di Jakarta, sesuai dengan prosedur yang berlaku. Setelah itu mereka baru melaju ke hotel di dekat sirkuit yang telah ditunjuk untuk penginapan peserta balapan. Selain itu, tes swab antigen juga dilakukan setiap hari, agar lebih aman karena saat ini masih masa pandemi.

Sistem bubble juga diperhatikan agar tidak ada pembalap yang melanggar. Dengan sistem ini maka ada batasan, sampai sejauh mana mereka bisa keluar arena. Memang sepintas jadinya tidak bebas karena pasca balapan mereka tak bisa berkeliling Lombok untuk traveling tetapi sistem bubble ini dirancang agar melindungi mereka dari corona.

Jendral Listyo melanjutkan, untuk mengamankan Sirkuit Mandalika dan sekitarnya, maka diterjunkan 1.598 tim gabungan TNI dan Polri serta stakeholder lainnya. Nanti jumlah personel bisa ditambahkan, menyesuaikan dengan keadaan. Dalam artian, untuk acara berkelas internasional amat wajar jika aparat keamanan yang diterjunkan sangat banyak, bukan untuk menakut-nakuti warga Lombok melainkan justru melindungi mereka.

Personel sebanyak itu tentu diperlukan agar balapan berlangsung tanpa kendala. Pasalnya, ada berbagai ancaman ketika acara berlangsung. Mulai dari kasus pencurian, kekerasan, dan tindak kriminal lainnya. Pengamanan harus diperketat agar pembalap dan penonton sama-sama nyaman.

Dengan jaminan keamanan dari TNI dan Polri maka dipastikan balapan pramusim di Sirkuit Mandalika berlangsung lancar dan tertib. Tidak akan ada oknum yang nyelonong ke sirkuit atau yang melakukan tindakan ‘gila’ lainnya. Penonton juga senang karena bisa melihat pembalap idolanya dari jarak dekat, seperti Toprak dan Marc Marquez.

Pengamanan di sekitar Sirkuit Mandalika makin diperketat jelang balapan pada maret 2022 mendatang. Personel gabungan TNI dan Polri sudah bersiap agar acara berlangsung dengan mulus. Tak hanya keamanan di sirkuit, keamanan pembalap juga diperhatikan dengan tes swab setiap hari, untuk memastikan mereka tidak terkena corona.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Insitute