Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat Rempang Melalui Beasiswa dan Pelatihan

14

Oleh : Arsenio Bagas Pamungkas 

Pulau Rempang, salah satu bagian dari Kepulauan Riau, telah menjadi pusat perhatian pemerintah pusat, terutama Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Sebuah inisiatif yang patut diacungi jempol, BP Batam telah memulai serangkaian pelatihan bagi warga Pulau Rempang yang saat ini tinggal di hunian sementara. 

Tujuan dari inisiatif ini adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Pulau Rempang, memberikan mereka keterampilan baru, dan merangsang produktivitas meskipun mereka berada dalam situasi transisi yang mungkin kurang produktif.

Dalam sebuah wawancara dengan Sudirman Saad, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, beliau mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut diselenggarakan untuk memberikan warga Pulau Rempang keterampilan yang dapat meningkatkan kompetensi mereka. 

Saad juga menyatakan bahwa warga yang pindah ke hunian sementara tidak hanya akan dipindahkan, tetapi juga akan diberikan pelatihan berbagai keterampilan.

Pelatihan-pelatihan ini termasuk pelatihan menjahit hingga memasak, yang nantinya akan digunakan dalam UKM Center yang akan didirikan di sekitar lokasi hunian sementara.

Tidak hanya itu, BP Batam juga menawarkan berbagai opsi bagi penduduk Pulau Rempang. Bagi anak-anak, mereka dapat diterima di sekolah negeri terdekat, sementara yang telah menyelesaikan pendidikan SMA atau SMK akan diberikan pelatihan untuk memasuki dunia kerja. 

Untuk yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, BP Batam telah menjalin kerja sama dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan berusaha menyediakan beasiswa untuk mereka. Selain itu, para bapak-bapak yang direlokasi juga akan dilibatkan dalam pembangunan kawasan terpadu untuk masyarakat Pulau Rempang.

Pendekatan ini oleh pemerintah pusat melalui BP Batam adalah upaya konkret untuk meningkatkan kualitas SDM di Pulau Rempang. Selain itu, hal ini juga merupakan bagian dari komitmen BP Batam untuk membangun infrastruktur di wilayah Batam secara keseluruhan. 

Dalam rencananya untuk tahun depan, BP Batam berencana membangun flyover dan memperlebar jalan, yang akan memerlukan banyak tenaga kerja. Ini adalah komitmen pemerintah untuk memberdayakan penduduk Pulau Rempang selama masa relokasi mereka.

Namun, upaya ini tidak hanya berhenti pada Pulau Rempang. Di ujung timur Indonesia, yaitu Papua, pemerintah pusat juga mengambil langkah serupa dalam rangka meningkatkan kualitas SDM masyarakat. 

Keharusan ini sejalan dengan visi Indonesia Maju yang dicanangkan oleh pemerintah. Papua adalah bagian integral dari negara ini, dan peningkatan kualitas SDM di wilayah ini menjadi prioritas utama dalam pembangunan SDM secara nasional.

Melalui program-program pendidikan dan pelatihan, seperti yang diungkapkan oleh Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Femmy Eka Kartika Putri, pemuda Papua didorong untuk meningkatkan keterampilan mereka. 

Dana otonomi khusus (otsus) telah mengubah mindset masyarakat Papua, menginspirasi pemuda Papua untuk mengejar beasiswa pendidikan. Keberhasilan ini membuktikan semangat mereka untuk belajar dan berkontribusi dalam pembangunan Papua.

Ketika kita berbicara tentang Papua, kita tidak dapat mengabaikan potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun, keberlimpahan sumber daya alam ini hanya dapat dimanfaatkan sepenuhnya jika dikelola oleh SDM yang kompeten. 

Oleh karena itu, penting untuk terus memperhatikan peningkatan kualitas SDM di wilayah ini, mengingat bahwa SDM yang berkualitas adalah kunci untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam Papua dengan bijak.

Sebagai langkah konkrit, Kementerian PUPR telah membangun Pusat Pengembangan Kreatif Papua atau Youth Creative Hub di Jayapura, Provinsi Papua. Tujuannya adalah menciptakan pusat pengembangan bakat dan kreativitas bagi generasi muda Papua. Hal ini akan menguatkan ekosistem inovasi di wilayah ini dan memberikan pemuda Papua kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan wilayah mereka.

Peningkatan kualitas SDM juga menjadi fokus Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Saat mengunjungi peserta didik Institut Pertambangan Nemangkawi, beliau mendorong program pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas penduduk usia produktif di Papua. 

Upaya ini merupakan bagian dari strategi yang diadopsi oleh pemerintah dalam memajukan pembangunan di Papua. Pendidikan yang diselenggarakan pemerintah tidak hanya mengandalkan transfer pengetahuan, tetapi juga berfokus pada pembangunan SDM secara menyeluruh. Pengetahuan yang diberikan melampaui aspek teoritis, menekankan penerapan praktis dalam dunia nyata. 

Hal ini bertujuan untuk memberikan pemuda Papua pemahaman yang mendalam tentang wilayah mereka dan kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan mereka serta menemukan solusi untuk memenuhinya.

Dengan upaya yang tulus untuk meningkatkan kualitas SDM, terutama di Pulau Rempang dan Papua, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mencapai cita-cita menjadi negara maju. SDM yang berkualitas adalah fondasi kemajuan ekonomi, politik, dan kesejahteraan masyarakat. 

Masa depan Indonesia yang lebih baik tergantung pada generasi muda yang cerdas, terampil, dan berkomitmen untuk membangun negara ini.

Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk mendukung upaya pemerintah dan bersinergi dalam mewujudkan setiap program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM, baik di Pulau Rempang, Papua, maupun di seluruh Indonesia. 

Dengan bersama-sama berkontribusi, kita dapat memastikan bahwa Indonesia terus maju menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.

Penulis adalah kontributor Persada Institute