Pemilu Damai Cermin Kedewasaan Berpolitik Masyarakat

13

Oleh : Wimala Candramaya

Pemilu 2024 menjadi momentum krusial bagi kemajuan demokrasi di Indonesia. Dalam menghadapi proses politik ini, masyarakat dituntut untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang dinamika politik agar dapat memilih pemimpin yang mampu membawa negeri ini menuju kemajuan. Artikel ini akan membahas beberapa aspek cerdas dalam politik yang dapat membimbing pemilih untuk membuat keputusan yang tepat dalam Pemilu 2024.

Pemilih lama maupun pemilih pemula tentunya harus menjadi pemilih cerdas. Untuk memiliki kriteria tersebut, pemilih perlu berperan aktif dalam mencari tahu secara mendalam mengenai politik dimulai dari makna pemilu itu sendiri, sistem politik, fungsi lembaga-lembaga negara, dan peran masing-masing partai politik menjadi kunci untuk membuat keputusan yang tepat.

Hal tersebut nantinya akan menjadikan publik lebih aktif mencari informasi dari sumber terpercaya sehingga tidak mudah terjebak dalam narasi politik sempit. Semakin beredar luas penyaluran narasi politik sempit melalui komunikasi lain berpotensi besar menghasilkan perpecahan di tengah masyarakat sehingga menurunkan partisipasi dalam Pemilu 2024 mendatang.

Selain itu, pemilih yang cerdas tidak terperangkap dalam politik identitas yang dapat memecah belah masyarakat. Mereka akan fokus pada substansi program dan kebijakan calon, bukan pada isu-isu yang bersifat merusak persatuan dan kesatuan. Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok menjadi sikap yang cerdas dalam memilih pemimpin.

Maka itu, pemerintah turut berpartisipasi membantu masyarakat dengan mendeklarasikan Pemilu Damai. Kita perlu mengapresiasi kinerjanya yang semakin kuat di tengah hiruk pikuk pemilu ini dengan tujuan yang mulia yakni menyatukan masyarakat walaupun memiliki pilihan yang berbeda-beda.

Seperti yang dilakukan Divisi Humas Polri yang menggelar deklarasi pemilu damai bersama Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menyebut kolaborasi demi menjaga persatuan dan kesatuan di tengah hiruk pikuk pemilu menjadi sangat penting. Menurutnya, masyarakat harus terus diedukasi bahwa berbeda pilihan dalam pemilu merupakan hal yang biasa.

Sandi menegaskan menjaga pemilu agar berjalan damai menjadi tugas seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, Sandi menyebut semangat persatuan harus terus digelorakan di ruang digital maupun kehidupan nyata. 

Lebih lanjut, dia menjelaskan literasi digital harus terus dimasifkan. Untuk itu, kata dia, peran penyedia jasa telekomunikasi harus bahu-membahu menciptakan etika bermedsos yang baik di masyarakat. Sebab, Pemilu 2024 adalah pemilihan pemimpin yang akan mewujudkan cita-cita bersama, yakni Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Sekjen ATSI, Marwan O Baasir menambahkan bahwa penyedia jasa telekomunikasi berada di posisi netral dalam Pemilu 2024. Hal itu bahkan tertuang dalam aturan dari Kementerian Kominfo. Wakil Ketua ATSI sekaligus Presdir Smart Telcom, Merza Fachys, mengatakan iklim di ruang digital memang perlu dikendalikan agar pemilu damai bisa terwujud. Dia memastikan ATSI bersama seluruh penyedia jasa telekomunikasi siap mendukung pemilu damai.

Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Deklarasi Pemilu Damai 2024. Wali Kota (Walkot) Depok, M Idris berharap warga memiliki kecerdasan politik bukan hanya objek pesta demokrasi. Awalnya, Idris menyampaikan ada tiga hal yang menjadi pilar menyukseskan Pemilu 2024. Pertama, adalah pemahaman untuk mengerti Pemilu.

Ia mengatakan karenanya diperlukan sosialisasi, untuk memahamkan seluruh warga dan masyarakat. Pilar yang kedua adalah komitmen, komitmen kita bersama, komitmen bangsa, komitmen masyarakat, warga, peserta pemilu, karenanya perlu adanya deklarasi sebagai sebuah penguatan secara verbal dan juga penguatan secara fisik karenanya kita bubuhi tanda tangan sebagai sebuah komitmen kita bersama.

Terakhir, ia menyampaikan harapan terbesarnya agar masyarakat memiliki kecerdasan politik sehingga tidak hanya dijadikan objek dalam pesta demokrasi. Warga harus menjadi subjek yang kritis dalam menentukan pilihan dan menjadi pendorong pendewasaan politik.

Dari sini, bisa kita pahami bahwa pemilu bukan hanya tentang popularitas, tetapi juga mengenai solusi atas isu-isu strategis yang dihadapi bangsa. Pemilih yang cerdas akan fokus pada program dan visi-misi calon yang mampu memberikan solusi konkret terhadap permasalahan seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Analisis rasional terhadap isu-isu ini menjadi kunci untuk memilih calon yang mampu mengemban tugasnya dengan baik.

Pemilih yang cerdas akan memilih calon yang menonjolkan transparansi dan integritas dalam berpolitik. Mereka akan memeriksa rekam jejak calon, melibatkan diri dalam forum diskusi, dan menilai kejujuran serta konsistensi calon terhadap pendirian politiknya. Kepercayaan pemilih pada calon menjadi fondasi utama dalam proses demokrasi.

Pemilu 2024 adalah kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menunjukkan kedewasaan politiknya. Dengan pendidikan politik yang kuat, pemahaman isu-isu strategis, penilaian terhadap transparansi dan integritas calon, partisipasi aktif, dan menghindari politik identitas, pemilih dapat membuat keputusan yang cerdas dan berkontribusi pada perkembangan positif bangsa ini. Politik yang cerdas adalah investasi jangka panjang menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama.

 Penulis merupakan pengamat Komunikasi Politik