Pemindahan IKN Berdampak Positif Terhadap Perkembangan Ekonomi

139

Oleh : Rohmat Soleh

Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) sudah bisa dipastikan. Dengan berpindahnya ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur tersebut, tentu saja menghadirkan dampak positif, salah satunya adalah perkembangan terhadap sektor ekonomi.

Pemindahan IKN ke Kalimantan Timur rupanya mendapatkan dukungan dari Politisi PDIP Prasetyo Edi Marsudi. Dirinya justru mempertanyakan pemikiaran yang menentang adanya pemindahan IKN ke Kalimantan Timur oleh Presiden Joko Widodo.

Pras juga meyakini, jika pemindahan IKN ke Kalimantan Timur ini akan berdampak terhadap perkembangan ekonomi. Dia juga menyinggung soal stabilitas politik.  Dirinya juga menyampaikan harapannya bahwa ke depan Jakarta bisa menjadi pusat bisnis layaknya New York di Amerika Serikat.

Sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta, dirinya menilai bahwa Jakarta akan tetap istimewa  nantinya yang memiliki kekhususan seperti New York yang telah sukses sebagai pusat bisnis. Menurut Pras, ada banyak negara yang berhasil memisahkan antara kota yang akan dijadikan pusat  pemerintahan dan pusat bisnis hingga akhirnya dapat fokus dalam melaksanakan pembangunan.

Selain New York, ia juga mencontohkan Turki yang telah melakukan pemindahan Ibu Kota dari Ankara ke Istanbul.             Pras menilai, perpindahan Ibu Kota adalah upaya mengurangi beban Jakarta yang menyandang sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat perekonomian.

Kendati dirinya menyampaikan bahwa Jakarta sejauh ini terbukti mampu memikul beban tersebut. Pada kesempatan berbeda, Dewan Pembina Sahabat Ganjar, KH Khayatul Makky atau Gus Khayat, mendukung pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Penajam Paser Utara provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, pemindahan IKN ke Kalimantan merupakan langkah konkret pemerintah untuk mencapai pemerataan ekonoi di masa depan.

Pindahnya IKN ke Nusantara tutur Gus Khayat dapat berakibat pada meningkatnya perekonomian dan mobilitas masyarakat. Sehingga perekonomian tidak hanya berfokus di Jawa, melainkan dapat berkembang di luar jawa khususnya Kalimantan.

Selain itu Gus Khayat mengatakan bahwa sahabat ganjar juga mendukung terbentukanya generasi emas Indonesia di tahun 2024. Sabahat Ganjar juga mendukung Perpres 33 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dirinya mengatakan bahwa sahabat Ganjar bisa sadar bahwa di era digital 4.0 Indonesia harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangatlah pesat.

Sementara itu Pemerintah juga terus mempercepat realisasi pemindahan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan. Presiden RI Joko Widodo memiliki harapan ingin membangun Indonesia melalui pembangunan infrastruktur yang merata dan manusia Indonesia yang berkualitas serta memiliki daya saing.

Wacana pemindahan Ibu Kota Negara tentu bukanlah gagasan kemarin sore dan bukan pula rencana dadakan. Presiden pertama RI Ir. Soekarno, sebelumnya juga pernah mengemukakan gagasan tersebut dan telah dilakukan kajian oleh Bappenas mengenai dampak pemindahan Ibu Kota Negara.

Pemindahan Ibu Kota Negara juga mendorong pemerataan pembangunan, dimulai dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunannya yang bakal memberikan dampak ekonomi positif luar biasa bagi bangsa melalui jalur investasi dan perdagangan akan memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan di wilayah tersebut.

Pemindahan IKN juga menjadi bukti bahwa pemerintah saat ini berupaya untuk membangun negara secara Indonesia Sentris.  Meski rencana pemindahan Ibu Kota tersebut menuai pro kontra, namun kita harus sadar bahwa rencana pemindahan Ibu Kota ternyata sempat direncanakan oleh Ir Soekarno Presiden pertama Republik Indonesia.

Pakar Tata Kota, Yayat supriatna menyatakan pemindahan Ibu Kota Negara keluar Pulau Jawa akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,1% sampai 0,2%.

Ia juga menuturkan bahwa pemindahan Ibu Kota Negara dapat menurunkan kesenjangan antarwilayah. Pemindahan Ibu Kota ke luar Pulau Jawa tentu dapat mendorong perdagangan antarwilayah, terutama perdagangan antara Pulau Jawa dengan wilayah di luar pulau jawa, serta antarwilayah di luar pulau jawa.

Hal tersebut tentu menunjukkan bahwa pemindahan Ibu Kota juga dapat menggerakkan perekonomian nasional, jika perekonomian ini terus bergulir, tentu saja pemerataan kesejahteraan akan sangat mungkin untuk dicapai.

Kita semua tentu menginginkan perkembangan ekonomi di Indonesia yang akan berdampak pada berkurangnya angka pengangguran, untuk mewujudkan hal tersebut tentu saja diperlukan langkah untuk meratakan pembangunan di Indonesia, salah satunya dengan memindahkan Ibu Kota Negara.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute