Pendapatan E-Parking di 22 Titik Meningkat Drastis, 24 Hari Naik 150 Persen

13
Pendapatan E-Parking di 22 Titik Meningkat Drastis, 24 Hari Naik 150 Persen

* Bobby Nasution Siap Tambah Titik Lokasi

MedanIntipnews.com: Pendapatan E-Parking selama 24 hari pascaditetapkan Wali Kota Medan Bobby Nasution mencapai Rp200 juta. Padahal sebelum ditetapkan, pendapatan parkir hanya sekitar Rp80 juta. Artinya, terjadi kenaikan hingga mencapai 150 persen.

Sebagai upaya mencegah terjadinya kebocoran, sekaligus peningkatan Pendapat Asli Daerah (PAD), Wali Kota Medan Bobby Nasution menerapkan parkir elektronik atau E-Parking di 22 titik lokasi parkir tepi jalan.

Selama 24 hari pascaditetapkan 18 Oktober 2021, pendapatan E-Parking meningkat sangat drastis dan terjadi kenaikan hingga mencapai 150 persen.

Peningkatan pendapatan dari penerapan parkir elektronik ini disampaikan Bobby Nasution dalam acara Sapa Indonesia yang ditayangkan live Kompas TV dari Jalan KH Zainul Arifin, salah satu lokasi penerapan E-Parkig, Jumat (12/11/21)petang.

Selain mencegah kebocoran dan peningkatan PAD dari retribusi parkir, penerapan E-Parking  juga untuk memberikan pelayanan maksimal dan kenyamanan kepada pengguna jasa parkir. 

“Penetapan tarif dalam parkir elektronik di tepi jalan ini bersifat flat, artinya tidak tergantung waktu. Sistem pembayaran bisa dilakukan menggunakan QRIS maupun uang elektronik,” ungkap Bobby Nasution.

Dalam tayangan tersebut, Bobby Nasution yang tengah menyusuri trotoar dengan mengenakan pakaian adat Jawa, sempat mendatangi salah seorang warga yang baru saja memarkirkan mobilnya. Bersamaan itu salah seorang juru parkir dengan peralatan elektroniknya langsung mendekat untuk menagih retribusi parkir. 

Orang nomor satu di Pemko Medan itu selanjutnya mendatangi pengemudi mobil, yang belakangan diketahui bernama Megan, menanyakan kepada wanita itu apakah sudah pernah membayar parkir secara elektronik.

Megan pun mengaku belum pernah dan baru pertama ini mengalaminya. Biasanya ia selalu membayar parkir ketika hendak meninggalkan lokasi parkir.

Bobby Nasution pun langsung menerangkan, pembayaran E-Parking dilakukan di awal dimana sebelum si pengemudi meninggalkan kendaraan. Selanjutnya, Bobby menawarkan untuk membayarkan parkir warga tersebut. 

Wanita itu sontak terlihat sangat gembira, Bobby pun langsung membayar parkirnya dengan menggunakan uang elektronik. Dalam hitungan detik, struk pembayaran pun langsung keluar dari peralatan juru parkir yang menemani Bobby. 

Setelah pembayaran dilakukan, Bobby kemudian bertanya kepada warga tersebut, mana lebih suka membayar secara elektronik atau tunai? Sambil tersenyum, wanita itu menjawab lebih senang secara elektronik. Selain prosesnya cepat, tarif parkir pun mencegah juru parkir sesuka hatinya menaikkan tarif parkir.

Kemudian giliran Bobby Nasution berdialog dengan juru parkir tersebut. Ternyata si juru parkir juga mengaku lebih senang dengan sistem pembayaran elektronik dibandingkan uang tunai seperti yang selama ini dilakukan.

Alasan juru parkir tersebut prosesnya lebih mudah. “Semula saya kurang yakin, tapi setelah dijalani ternyata lebih enak. Ditambah lagi, sekarang saya sudah punya gaji bulanan perusahaan,” ungkap pria berdarah India tersebut.

Di penghujung acara, Bobby Nasution mengungkapkan, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan berencana akan menambah titik lokasi penerapan parkir elektronik.

Guna mendukung kelancaran penerapan E-Parking ini, jelasnya, sosialisasi dan edukasi akan terus dilakukan kepada masyarakat. Sebab, perilaku dan kesiapan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran parking elektronik ini. **