Pendeta Gereja Kristen Baithani Awa’ai Pecat Puluhan Jemaat

1670
Pendeta Gereja Kristen Baithani Awa'ai Pecat Puluhan Jemaat
Foto: Itp-Ist

Nias UtaraIntipnews.com: Pendeta Gereja Kristen Baithani (GKB) Awa’ai Efori Gulo memecat puluhan jemaat gereja yang dia pimpin di Desa Hilimbosi, Kecamatan Sitolu’ori, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. (Foto)

M Noor Sirene Zega salah seorang jemat dan juga mantan sekretaris pembangunan di GKB Awa’ai, Selasa 14 Desember 2021 memberitahu jika surat pemecatan mereka dikeluarkan Pendeta Efori Gulo tanggal.16 September 2021.

Mereka yang dipecat dan dilarang untuk bergereja di GKB Awa’ai sejak diterbitkan surat pemecatan oleh Pendeta Efori Gulo ada sebanyak 16 kepala keluarga, atau berjumlah seluruhnya kurang lebih 90 jemaat.

“Pernah anak anak kami datang ke gereja Gkb Awa’ai saat kebaktian, langsung diusir oleh pendeta Efori Gulo,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Sederhana Zega salah satu jemaat juga memberitahu jika GKB Awa’ai berdiri setelah gempa melanda kepulauan Nias atau sekitar tahun 2006.

Orang tua mereka.dan sejumlah warga desa mereka keluar dari oragnisasi gereja yang mereka sebelumnya dan mendirikan GKB Awa’ai secara gotong royong dengan pendeta pertama Pdt.Junieli Harefa.

“Saat Pdt Junieli Harefa memimpin GKB Awa’ai tidak ada masalah, dan tidak ada pemecatan jemaat seperti saat ini,” sesalnya.

Karena suatu masalah, Pdt Junieli Harefa keluar dari GKB Awa’ai, sehingga orang tua mereka meminta kepada sinode GKB agar ditempatkan pendeta lain sebagai gembala di gereja mereka yang kini sudah otonom.

Sinode kemudian menempatkan pendeta Efori Gulo, dimana awalnya kepemimpinan Pendeta Efori Gulo baik baik saja, tetapi lama lama dia meminpin gereja GKB Awa’ai seperti diktator.

“Semua keputusan ada ditangan dia,.dan semua pekerjaan seperti pengawasan dan pembelian bahan untuk pembangunan gereja dia tangani langsung dan kami dipecat karena sering protes dan mengkritik tindakannya,” ucap Sederhana.

Sederhana memberitahu jika mereka telah melaporkan tindakan Pendeta Efori Gulo kepada pihak Sinode, tetapi tidak ada respon, bahkan tindakan pendeta Efori Gulo memecat jemaat didukung penuh oleh perwakiln GKB Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Dia mengatakan bahwa mereka yang dipecat akan mengejar keadilan atas apa yang mereka alami,.dan dalam waktu dekat akan melaporkan tindakan Pendeta Efori Gulo ke Kementerian Agama dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).

Pendeta Efori Gulo yang dihubungi wartawan pada hari yang sama melalui seluler membenarkan telah memecat sejumlah jemaatnya tersebut sesuai anggaran dasar mereka.

“Benar pak, dan sesuai anggarn dasar kita itu sudah sah,” ujar Pdt.Efori Gulo.

Pdt.Efori Gulo bahkan menjelaskan siapa gembala yang jemaatnya berkurang, tetapi menurut dia jemaat yang dipecat tersebut tidak mau dia gembalakan dan bahkan melapor ke Sinode agar dia dikeluarkan.

Namun, setelah pihak Sinode melakukan klarifikasi kepada dia, Sinode tidak.menemukan kesalah yang telah dia perbuat.

“Tragis lagi bahkan saya dilaprkan ke Polisi, namun saya tidak membalas walau Polisi telah menyarankan saya melaporkan mereka kembali,” tuturnya. * itp-irwanto