Pimpin Sidang AIPA, Indonesia Ajak Perkuat Soliditas serta Dorong Penegakan HAM dan Demokrasi ASEAN

48

Jakarta-Intipnews.com: Presiden Joko Widodo secara resmi telah membukan Sidang Umum ASEAN Inter-Parlementary Assembly (AIPA) ke-44 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 7 Agustus 2023.

Sidang Umum Parlemen se- Asia Tenggara itu merupakan bagian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT ASEAN) ke-43 di masa periode keketuaan Indonesia di ASEAN. Adapun DPR RI sendiri merupakan tuan rumah dalam Sidang Umum AIPA ke-44.

Ketua DPR RI, Puan Maharani membeberkan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pada pertemua AIPA tersebut.

Pertama, kata Puan, perlunya AIPA memperkuat komitmen dalam menjaga soliditas ASEAN.

“Di tengah berbagai masalah di masing-masing negara, kita tetap perlu menjaga komitmen bahwa kebersamaan ASEAN akan saling membantu dan memperkuat. Bersama, ASEAN akan menjadi lebih kuat,” tutur Puan.

Puan menyebut isu strategis kedua adalah AIPA perlu memastikan kepentingan ASEAN terus didengar dan perhatikan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang membutuhkan komitmen global di tengah isu rivalitas kekuatan besar.

“Isu kemiskinan, ketimpangan, industrialisasi, globalisasi, gender, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup merupakan sebagian masalah yang penyelesaiannya membutuhkan komitmen global,” jelasnya.

Ketiga, lanjut Puan, AIPA perlu tetap mendorong bahwa dunia perlu menyelesaikan isu prioritas yang menjadi kepentingan bersama, diantaranya tata ekonomi dunia yang adil dan mitigasi perubahan iklim.

Terakhir, tambahnya, dialog antara parlemen negara AIPA dengan negara pengamat (observer) diharapkan dapat menjembatani dan membangun hubungan yang potensial dalam mengembangkan diplomasi preventif.

Ketua Delegasi Indonesia sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Lodewijk Freidrich Paulus menuturkan dalam kesempatan ini, delegasi Indonesia juga menyampaikan pentingnya penegakkan Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi dalam mewujudkan ASEAN yang makmur dan sejahtera.

“Penegakan hak asasi manusia dan demokrasi merupakan kunci untuk memastikan partisipasi yang bermakna dan inklusif, yang akan membuka potensi dan peluang menuju kemakmuran dan kesejahteraan,” ujar Lodewijk.

“Sesuai dengan Piagam AIPA, prinsip-prinsip mengenai HAM, demokrasi, perdamaian, keamanan, dan kemakmuran penting untuk dipromosikan. Prinsip-prinsip ini perlu menjadi kerangka kerja sekaligus dasar dalam mengatasi beragam tantangan yang dihadapi oleh negara-negara ASEAN secara bersama-sama,” katanya.

Lodewijk juga menyerukan agar negara-negara anggota AIPA bersatu dalam menghadapi beragam tantangan besar yang ada di depan. Lodewijk berharap pertemuan yang digelar AIPA bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat dan berarti untuk membuat kawasan ASEAN menjadi lebih baik dan menjanjikan di masa mendatang.Itp.r