Polisi Minta Maaf Setelah Banting Demonstran di Tangerang

12
Polisi Minta Maaf Setelah Banting Demonstran di Tangerang
Anggota polisi saat membanting demonstran di Tangerang. (Foto: Ist)

TangerangIntipnews: Tindakan represif dilakukan seorang anggota polisi Brigadir NP, saat mahasiswa menggelar unjuk rasa di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (13/10/2021). Bentuk represif itu terekam dalam sebuah video, dimana seorang demonstran dibanting anggota polisi yang kemudian viral di media sosial.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Tangerang saat memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang. Para mahasiswa menuntut tiga hal kepada Bupati Tangerang, Zaki Iskandar, yaitu soal limbah perusahaan yang belum juga teratasi di Kabupaten Tangerang, Melencengnya tugas pokok dan fungsi dari relawan Covid-19, dan persoalan Infrastruktur di wilayah itu. 

Di tengah aksi unjuk rasa itulah, seorang mahasiswa dari UIN Maulana Hasanudin, yaitu FA, dibanting oleh seorang Brigadir Polisi berinisial NP dari Keplisian Resor (Polres) Kota Tangerang.

Rekaman video menunjukkan FA dipiting lehernya lalu digiring NP. Setelah itu, NP membanting korban ke trotoar hingga terdengar suara benturan yang cukup keras. Seorang polisi yang mengenakan baju cokelat menendang korban. Setelah dibanting dan ditendang, FA kejang-kejang. Sejumlah aparat kepolisian kemudian berusaha membantu korban.

Menurut Kapolres Kota Tangerang, Kombes Wahyu Sri Bintoro, peristiwa itu bermula saat tim negosiator Polres Kota Tangerang meminta perwakilan mahasiswa bertemu pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Wahyu menyatakan, para mahasiswa ngotot ingin bertemu Bupati Tangerang, Zaki Iskandar. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi kemudian terjadi. Saat aksi saling dorong-itu, NP mengamankan FA, lalu membantingnya.

Pada saat itu, polisi menangkap 18 mahasiswa. Menurut Wahyu, pihaknya tidak mengizinkan massa menggelar demonstrasi lantaran tidak ada surat pemberitahuan yang dikeluarkan Polresta Tangerang.

Polresta Tangerang tak mengeluarkan izin karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 masih diterapkan di Kabupaten Tangerang. Namun para mahasiswa berkeras ingin menyampaikan aspirasi mereka kepada Bupati Tangerang, Zaki Iskandar.