Polisi Selidiki Kasus OknumDosen Cabuli Anak di Nias Utara

12
Foto ist

Nias Utara-intipnews.com: Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satuan Reserse dan Kriminal, Polisi Resor Nias selidiki kasus pencabulan anak dibawah umur yang diduga dilakukan oknum dosen WN (35) di Nias Utara, Sumatera Utara.

“Laporan sudah kita terima di Polres Nias dan ditangani oleh unit PPP, kasusnya masih dalam tahap penyelidikan,” ungkap Kapolres Nias Akbp.Wawan Iriawan melalui Ps.Paur Humas Polres Nias Aiptu.Yanser Hulu, Sabtu 22 Januari 2022.

Aiptu.Yanser Hulu memberitahu, pelapor atau orang tua korban berinisial YN (35) warga Lotu, Nias Utara dan korban SAG (13) sudah dimintai keterangan.

“Rencana tindak lanjut, penyidik PPA, Sat Reskrim Polres Nias akan meminta keterangan saksi saksi dan terlapor YN,” terangnya.

Untuk diketahui, video pengakuan korban telah dicabuli oknum dosen WM yang juga suami adik bapak korban sempat tersebar di media sosial facebook.

Berdasarkan penuturan kerabat korban YH, oknum dosen melakukan pencabulan terhadap korban pada tanggal 31 Desember 2021 sekitar pukul 02.00 wib dinihari di kamar korban yang ada di rumah terlapor di Lotu, Nias Utara.

Dimana saat itu korban yang tinggal di rumah WN yang merupakan adik ipar bapak korban atau suami tante korban tanggal 30 Desember 2021 sekitar pukul 22.00 wib masuk ke kamarnya karena hendak tidur.

Namun pada tanggal 31 Desember 2021 sekitar pukul 02.00 wib dinihari korban terbangun dan melihat semua pakaiannya terlepas.

Karena kaget, korban berusaha melawan, tetapi WN, melakukan pencabulan terhadap korban.

Kemudian pada tanggal 2 Januari 2022, WN yang datang ke rumah orang tua korban menanyakan kepada korban apakah korban ikut bersama mereka kembali ke rumahnya.

Namun korban yang saat itu berada di dekat orang tuanya tidak menjawab dan seperti ketakutan, sehingga menimbulkan kecurigaan orang tua korban.

Setelah WN pergi, orang tua korban menanyakan kepada korban dan mendapat pengakuan jika korban telah dicabuli oleh WN yang masih kerabat atau adik ipar bapak korban atau suami dari tante korban.

Ibu korban yang tidak berterima anaknya dicabuli WN, mendatangi Mapolres Nias pada tanggal 7 Januari 2022, dan melaporkan WN karena telah mencabuli anaknya.(irwanto)