Polres Palas Berjanji Akan Tuntaskan Kasus Pengeruskaan Lahan Warga Dusun Ujung Batu I

620
Foto: : Kasat Reskrim Polres Padang Lawas (Palas) AKP. Aman Putra B Ritonga, SH (foto) berjanji akan menuntaskan perkara dugaan pengrusakan lahan warga Dusun Ujung Batu I

Palas-Intipnews.com: Kasat Reskrim Polres Padang Lawas (Palas) AKP. Aman Putra B Ritonga, SH berjanji akan menuntaskan  perkara dugaan pengrusakan lahan warga Dusun Ujung Batu I Kecamatan Hutaraja Tinggi Kabupaten Palas Sumatera Utara.

“Sat Raskrim Palas berjanji  untuk  menuntaskan perkara tersebut,”Kata AKP Aman Putra B Ritongga SH kepada Intipnews.com, Selasa 8 Febuari 2022. Terkait penaganan kasus pengaduan warga tentang dugaan pengerusakan lahan warga.

Hal ini Aman Putra menerangkan kasus tersebut merupakan  pelimpahan dari Polres Tapanuli Selatan ke Polres Padang Lawas.”Penanganan perkara ini sebelumnya di tangani Polres Tapsel, saat ini sudah di limpah ke Polres Palas,” jelas Aman Putra

Selanjutnya Kasat menambahkan,  Polres Palas  sedang melakukan tahap  penyelidikan terhadap kasus tersebut, dari penyidikan tersebut Polres Palas menetapkan terlapor sebagai tersangka berisial AP.

Kemudian kata Kasat, tersangka AP sudah dilakukan pemanggilan pertama, akan tetapi tersangka tidak hadir. Dan saat ini tahap pemanggilan yang kedua.

“Telah dilakukan pemanggilan namun belum hadir dan atas ketidak hadiran Tersangka, telah dilakukan pemanggilan kedua,” jelas Aman Putra.

Sebelumnya, pada Selasa (8/2/2022) sore, Mardan Hanafi Hasibuan,SH.MH selaku Pengacara korban pengrusakan lahan warga Desa Ujung I, yaitu Sukarman (57 ) dan Nurjamilah Siregar (59 ) melakukan konfrensi pers di Gubuk Kafe Sibuhuan.

Mardan Hanafi Hasibuan menjelaskan, dugaan pengrusakan lahan milik warga Desa Ujung Batu I Kecamatan Hutaraja Tinggi, AP sudah ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan 10 Hektar lahan sawit milik warganya.  Dan Polres Padang Lawas tahun lalu tepatnya 24 Desember 2021 juga menetapkan mantan kepala desa ini.

Kasus ini sedang  berjalan kata Mardan Hanafi Hasibuan SH. Soalnya kasus tersebut sudah dilaporkan  Sukarman (57) dan Nur Jamilah Siregar (59) sejak  5 September 2019.Menurut informasi sejak AP ditetapkan sebagai tersangka, AP tidak pernah lagi kelihatan ,khabarnya rumah tersangka AP yang berlokasi di Desa Ujung sudah dijual.

Mardan Hanafi Hasibuan SH berharap, agar Polres Palas bekerja profesional dan cepat menangani pengaduan masyarakat yang sudah lama tersebut.”Kasus yang bergulir selama kurang dari 2 tahun ini dinilai terlalu lambat,” ujar Mardan.

 Mardan Hanafi meminta agar polres menetapkan tersangka lainnya, serta penyitaan/penahanan alat berat, sebagai alat bukti pengrusakan. 

Karena sampai hari ini kan tidak ada disita alat beratnya. Dan tersangka lainnya juga tidak ada ditetapkan, padahal pelaku-pelaku pengrusakan ini jelas-jelas telah disampaikan oleh klien kita kepada penyidik,” tukas Mardan Hanafi Hasibuan. 

Perlu diketahui, kasus ini bermula saat 10 hektar lahan milik warga setempat dirusak menggunakan alat berat 27 Agustus 2019 lalu. Dengan dalih akan dijadikan lapangan sepak bola dan lapangan bola volly, sebagai aset desa. Pernyataan itu dinyatakan mantan kepala desa ujung batu I Agus Priyono bersama ketua BPD AHE Dasopang dalam berita acara pemberitahuan.Padahal lahan itu sudah dikuasai warga sejak 1991, masa transmigrasi dulu. 

Kemudian dari Enam korban pengrusakan, Dua diantaranya melaporkan kasus ini ke Polres Tapsel 5 September 2019 lalu, sebelum ada polres palas. Bahkan pelapor juga sempat melaporkan kasus ini ke Polda Sumut. (Sahat Gemayel Lubis)