Presiden Jokowi Berikan Arahan untuk Stabilkan Harga Beras dan Sejahterakan Petani

59

Oleh :Tyas Permata Wiyana 

Harga beras sedang mengalami penyesuaian namun masyarakat tidak perlu khawatir karena Presiden Jokowi langsung memberi arahan untuk stabilisasi harga beras. Selain menstabilkan harga beras, pemerintah juga bertekad untuk menyejahterakan petani sehingga kehidupan mereka semakin baik.

Beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, permintaan masyarakat terhadap beras akan tetap tinggi. Akan tetapi akhir-akhir ini harga beras mengalami penyesuaian sehingga agak mengagetkan. Harga beras memang mengalami sedikit kenaikan tetapi masih dianggap wajar.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa saat ini stok cadangan beras pemerintah sebanyak 1,6 juta ton dan masih akan bertambah. Beliau menargetkan stok cadangan beras pemerintah bisa mencapai 3 juta ton. Saat persediaan mencukupi bahkan melebihi target maka diharap harga beras bisa stabil dan kembali turun. Hal ini sesuai dengan hukum ekonomi, di mana saat ada banyak pasokan barang yang melebihi permintaan pasar maka harganya bisa ditekan.

Saat meninjau Gudang Bulog di Karawang Jawa Barat beberapa hari yang lalu, Presiden Jokowi memberi arahan untuk menstabilkan harga beras. Jokowi juga menginstruksikan Perum Bulog untuk menggelar operasi pasar (OP) di daerah-daerah di seluruh Indonesia, baik di tingkat ritel maupun pedagang besar (grosir) agar harga beras di tingkat konsumen turun.

Dalam operasi pasar beras dijual dengan harga hanya Rp. 11.000 hingga 12.000 per kilogramnya, dan nominal ini di bawah harga pasar. Saat ada operasi pasar maka masyarakat sangat diuntungkan karena bisa membeli beras dengan harga yang cukup terjangkau.

Selama ini beras mengalami penyesuaian harga karena ada fenomena El Nino sehingga menyebabkan panas (kemarau) panjang, dan berdampak negatif terhadap persawahan. Ada beberapa daerah yang gagal panen karena efek kekeringan sehingga pasokan beras belum sesuai dengan permintaan masyarakat. Faktor lainnya adalah tingginya harga pupuk, karena efek perang Rusia dan Ukraina. Sehingga mau tidak mau harga beras harus disesuaikan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, harga beras premium yang pada Januari Rp13.140 per kg naik ke Rp14.230 pada medio September 2023, sedangkan jenis medium naik dari Rp11.550 ke Rp12.580 per kg. Harga ini berusaha ditekan agar stabil dan rakyat kecil sekalipun bisa membelinya.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyatakan bahwa realisasi impor beras yang sudah dikuasai Bulog ialah sebanyak 1,6 juta ton, dan sisanya 400 ribu ton ada yang masih dalam perjalanan dan ada juga sebagian yang sudah masuk ke daerah atau wilayah di seluruh Indonesia. 

Sekarang beras tidak tumpuk di satu tempat, kalau dulu banyak beras di Jawa, seperti di Jakarta dan di Jawa Timur. Namun sekarang tidak, langsung dikirim ke daerah-daerah, bahkan di Papua langsung kirim dari Thailand ke Papua. Bulog menargetkan seluruh beras impor 2 juta ton itu seluruhnya akan masuk ke Indonesia pada akhir November atau paling lambat awal Desember 2023.

Kemudian, pemerintah juga ingin agar petani sejahtera walau harga beras kembali stabil.  Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas menyatakan bahwa kalau bicara harga beras rata-rata untuk jenis medium masih baik-baik saja. Berdasarkan PIHPS dari bulan Juli sampai 2 Februari 2023 naiknya hanya 9,7%. Kalau berdasarkan data Kementerian Perdagangan dari bulan Juli 2022 ke Februari 2023 itu naiknya hanya 10,6%.

Dwi Andreas menambahkan, penyesuaian harga beras sudah membantu usaha tani saat ini. Kenaikan harga beras saat ini berhasil membuat harga gabah kering panen (GKP) dan beras di tingkat petani naik. Sejak Juli 2022 sampai Februari 2023, harga GKP di tingkat usaha petani naik 24,5% dan harga beras naik 30,1%.

Para petani wajib diuntungkan karena mereka telah bekerja keras dalam menanam padi. Pemerintah juga berusaha agar harga gabah yang diberi ke petani sesuai dengan standar sehingga mereka tidak merugi. Jadi, meski harga beras sudah stabil, petani akan tetap untung.

Presiden Jokowi langsung memberi arahan untuk menstabilkan harga beras, caranya dengan mengadakan operasi pasar dan menambah pasokan beras di gudang Bulog, sehingga persediaan beras terpenuhi dan harganya bisa ditekan. Dengan adanya instruksi ini diharapkan harga beras di pasaran akan kembali stabil seperti semula. 

 Penulis adalah kontributor Persada Institute