Proses Pemeriksaan Inspektorat Labuhanbatu Terkait Dugaan Pemotongan Honor TKSK Tuai Kritik

190
foto :istimewa
Teks Foto : Para TKSK saat memasuki ruang tempat pemeriksaan di Kantor Inspektorat Labuhanbatu, Rabu (14/09/22).Itp/Ist

Labuhanbatu-Intipnews.com: Proses pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Labuhanbatu terhadap dugaan pemotongan honor Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Dinas Sosial  menuai kritik. Proses pemeriksaan itu diduga tidak profesional.

Pandangan itu disampaikan Ishak, aktivis LSM Koalisi Independen Anti Mafia Terstruktur (KIAMAT), Kamis (15/9/2022), menanggapi proses pemeriksaan dugaan pemotongan honor TKSK yang dilaksanakan Inspektorat sebagaimana pemberitaan sebelumnya.

Menurut Ishak, dugaan tidak profesionalnya Inspektorat Labuhanbatu itu dapat dilihat melalui proses pemanggilan TKSK yang diduga korban pemotongan honor.  Pemanggilan diduga disampaikan Inspektorat melalui Kadis Sosial sebagai orang yang justru diduga melakukan pemotongan honor para TKSK tersebut.

” Jika benar kehadiran TKSK ke Kantor Inspektorat untuk diperiksa atas perintah Kadis Sosial, maka patut pula diduga pemeriksaan itu tidak profesional. Bagaimana mungkin orang yang diduga memotong honor para TKSK malah diminta menghadirkan TKSK yang diduga dipotong honornya,” kata Ishak.

Dengan proses pemanggilan yang seperti itu, kata ishak, para TKSK korban pemotongan honor, rawan atau berpotensi diintervensi sebelum diperiksa oleh Inspektorat. Apalagi Kadis Sosial Zainuddin  Harahap merupakan atasan atau pimpinan dari para TKSK.

” Bisa saja kan orang yang diminta menghadirkan para TKSK ke Kantor Inspektorat mengarahkan TKSK untuk bicara sesuai keinginannya kepada pemeriksa di Inspektorat. Apalagi orang itu merupakan atasan para TKSK. Jadi ada potensi intervensi terhadap TKSK dan sah-sah saja kita menduga seperti itu,” paparnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Labuhanbatu Ir H Muhammad Yusuf Siagian MMA  saat dimintai tanggapannya mengenai proses pemanggilan para TKSK mengatakan, dirinya masih menunggu laporan Inspektorat terkait pemeriksaan tersebut.      ” Kita tunggu laporan inspektorat,” ujar Sekda menjawab wartawan.

Terpisah, Inspektur Pemkab Labuhanbatu Ahlan T Ritonga  saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (15/09/2022) pagi mengatakan, belum mengetahui hasil pemeriksaan terhadap 10 TKSK tersebut.

“Semalam aku rapat. Hanya 3 orang baru diperiksa, langsung ku tinggal. Belum ku minta laporan hasil pemeriksaan TKSK semalam. Nanti ya,” ungkapnya  menjawab wartawan.

Namun, saat ditanya terkait proses pemanggilan yang dilaksanakan Inspektorat Labuhanbatu kepada para TKSK yang diduga dipanggil melalui Kadis Dinas Sosial, apakah memang begitu standar operasional prosedur (SOP) nya, Ahlan belum memberikan jawaban.

Sebelumnya, Zulianto salah seorang petugas TKSK saat ditemui, Rabu (14/09/2022), di Kantor Inspektorat, Kecamatan Rantau Selatan mengatakan,  mereka hadir ke Inspektorat untuk dperiksa atas panggilan Kadis Sosial Zainuddin Harahap.

” Kadis apalah, Zainuddin (yang menghubungi). Datanglah surat sama dia. Diteleponnya kami,” ujar pria yang akrab disapa Bogek itu.

Menurut Bogek, sebelum ke Inspektorat, mereka para TKSK terlebih dahulu berkumpul di Kantor Dinas Sosial. Bogek  mengaku tidak masuk ke dalam kantor, hanya menunggu rekan PKSK lain yang belum datang di parkiran kenderaan.

” Kumpul di kantor (Dinas Sosial), nunggu kawan-kawan yang dari pantai. Di parkir saja kami, mana berani aku masuk orang tujuan kami kesini,” jelasnya.

Persoalan ini bermula dari pengakuan Kadis  Sosial Zainuddin Harahap yang menyatakan, dana Rp 120.000.000 di APBD Dinas Sosial   Tahun Anggaran 2021 digunakan untuk honor TKSK yang berjumlah 10 orang. Besarannya, 1 orang TKSK diberi honor Rp 1.000.000/ bulan.

Namun penjelasan Zainuddin bertolak belakang dengan pengakuan TKSK.   Beberapa TKSK yang dikonfirmasi menyebutkan, tahun 2021 mereka hanya menerima honor dari Dinas Sosial sebesar Rp 500.000/ bulan. Itp AAT