Proyek Bendungan Lau Simeme Dikebut, Gubernur Edy Rahmayadi Minta Minimalisir Dampak Pembangunan

8
Proyek Bendungan Lau Simeme Dikebut, Gubernur Edy Rahmayadi Minta Minimalisir Dampak Pembangunan
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meninjau sekaligus bertemu masyarakat terkait pembangunan Bendungan Lau Simeme di Jambur Sada Arihta, Desa Tanjung Sena, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deliserdang, Selasa (2/11/2021). Gubernur Sumut menampung aspirasi, saran dan masukan dari masyarakat sekitar proyek strategis nasional tersebut. (Foto: Ist)

DeliserdangIntipnews: Pembangunan Proyek Bendungan Lau Simeme di Jambur Sada Arihta, Desa Tanjung Sena, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deliserdang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2022. Saat ini proses pembangunan bendungan tersebut sudah mencapai 60%. 

Proyek Strategis Nasional bernilai proyek Rp1,3 triliun tersebut berfungsi untuk mereduksi banjir di Sumut sebesar 16,17 meter kubik per detik, penyediaan air baku sebesar 3.000 liter per detik.

Serta dapat menyediakan listrik sebesar 2,9 mega watt hingga jadi destinasi wisata. Dengan kedalaman mencapai 170 meter dan bentangan seluas 5 km, bendungan tersebut dapat menampung air sebanyak 17 juta kubik.

Menurut Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, proyek bendungan ini sudah direncanakan sejak lama. Saat disampaikan kepadanya, target proyek selesai pada 2023, namun dirinya meminta agar proyek tersebut lebih cepat selesai. Hingga akhirnya ditargetkan menjadi pada tahun 2022. 

Gubernur meminta agar dampak pembangunan tersebut diminimalisir. Diupayakan tidak ada masyarakat yang dirugikan lantaran proyek tersebut. Misalnya untuk pembebasan lahan masyarakat yang terkena proyek, diganti sesuai dengan nilai yang telah ditentukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik yang independen. 

“Segala risiko atau dampak pembangunan kita minimalisir, kita usahakan,” kata Edy Rahmayadi, saat temu ramah dengan tokoh masyarakat Kecamatan Biru-biru dan sekitarnya, Selasa 2 November 2021.