Psikolog Atien Sukatendel Lahirkan  Buku Puisi “Bunga di Sudut Ruang”

103
Foto: Penulis menyerahkan bukunya kepada pengulas didampingi oleh moderator untuk diapresiasi.(foto-Ist)

Medan-Intipnews.com: Meski lebih dari dua puluh tahun hidupnya berkecimpung dalam bidang profesi psikologi, namun Atien Sukatendel berhasil melahirkan satu buku puisi berjudul “Bunga di Sudut Ruang”.

Yang menarik lagi, wanita yang bernama asli Rahmadani Hidayatin tidak memiliki latar belakang sastra. Namun ia senang menulis puisi untuk mengekspresikan hal-hal yang terjadi dalam hidup yang tidak bisa dikatakan pada orang lain sejak mahasiswa.

Demikian terungkap dalam Launching dan Diskusi Buku Puisi Bunga di Sudut Ruang (dua bahasa) karya Atien Sukatendel yang diterbitkan Swarnadwipa dan telah diterjemahkan oleh M  Surya Faroghi di Gedung PKBI Sumut  Jalan Multatuli, Kelurahan Hamdan,  Kecamatan Maimun kota, Jumat  14 Juli 2023.

Guna menghangatkan diskusi, Deli Art Community selaku penyelenggara kegiatan menghadirkan Grup  Kuast yakni kumpulan anak seni teater dari Universitas Pembangunan Pancabudi Medan. Kuast menampilkan musikalisasi puisi, membawakan dua buah judul puisi dari buku Bunga di Sudut Ruang diiringi petikan gitar secara samar.

Aishah Basar yang menjadi pengulas tunggal sebagaimana yang dikutip dari Pradopo (2002) mengatakan, bahwa puisi yang dilahir dari pengalaman individu dan berisi pernyataan yang padat.

Oleh karenanya Aishah memaparkan, ada 61 puisi ini mayoritas dituliskan dengan bahasa denotatif, lugas, seperti catatan harian yang disusun dalam larik-larik berbentuk puisi tetapi dengan diksi bermakna denotatif. Apa yang disampaikan dalam isi puisi sangat jelas tanpa selubung.

“Puisi juga dapat digunakan sebagai upaya mengasah pikiran dan jiwa manusia. Puisi merupakan alat untuk menyadarkan manusia akan nilai-nilai kebaikan dan keburukan. Ia pun lebih jauh menukik ke buku karya yang sedang diperbincangkan,” ungkap Aishah.

Usai acara, Atien sangat bahagia sekali karena hari ini ia  mampu melahirkan satu buku puisi.Tentu saja ini, bilangnya,  menjadi penyemangat dan mendorong dirinya untuk lebih giat lagi melahirkan buku-buku selanjutnya.

“Terima kasih kepada Kak Dini Usman sebagai mentor saya menulis dan kepada penerbit Swarnadwipa, juga kepada Deli Art Community yang sangat rutin menyelenggarakan kegiatan diskusi kebudayaan dan kali ini telah memfasilitasi launching dan diskusi buku puisi saya,”ujar Atien.

Ucapan  terima kasih juga disampaikan Atien kepada semua pihak baik pengulas, moderator Darmailawati serta Haykal selaku MC dan kehadiran teman semua. “Sekali lagi terima kasih,” ucapnya  sambil memegang sebuket bunga sebagai ucapan selamat dari sahabat dekatnya di hadapan hadirin.Itp05