PTBI 2023, Perkuat Sinergi Bangun Optimisme Kebangkitan Ekonomi

50

Medan-Intipnews.com: KPwBI Sumatera Utara, IGP Wira Kusuma yang diwakili

Deputi Kepala Perwakilan Bank lndonesia Provinsi Sumut Yura Djalins dalam pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023 mengatakan, dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi baik dari sisi global maupun domestik, Sumut harus mengambil langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan membangun optimisme kebangkitan ekonomi. 

“Hal pertama yang perlu dilakukan adalah  memperkuat kolaborasi Bank lndonesia dengan Pemerintah Daerah.  Kedua, Pembangunan infrastruktur untuk mendukung aglomerasi dan pengembangan destinasi pariwisata unggulan,ungkap Yuda  di Santika Indonesia Hotel dan Resort, Jalan Kapten Manulana Lubis No.7, Rabu (29/11/2023) malam. 

Kemudian yang ketiga adalah mendorong kesiapan industri untuk meningkatkan nilai tambah produk. Keempat, mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan hijau. Kelima, melakukan penguatan sinergi untuk mendukung Pemerataan akseptansi digital sistem pembayaran. Serta yang keenam, mengoptimalkan peran “local champion” sebagai role model bagi pelaku UMKM.

“Kami, Bank lndonesia, senantiasa terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh pihak agar dapat berkontribusi membangun ekonomi Sumatera Utara yang lebih baik, serta turut mendukung pencapaian visi menuju lndonesia Maju,” ujar Yura Djalins.

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia adalah puncak high level event (HLE) Bank Indonesia yang telah diselenggarakan secara rutin sejak tahun 1969. Mengangkat tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasional” pada tahun 2023 ini. Acara ini dilangsungkan secara serentak di seluruh Indonesia, yang berpusat dari di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

Agenda utama pertemuan tahunan ini adalah penyampaian pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian nasional, tantangan yang dihadapi, dan arah kebijakan ke depan, serta penyampaian arahan Presiden Republik Indonesia mengenai kebijakan Pemerintah ke depan.

Selanjutnya (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin mengajak para pihak yang berkepentingan dan berkontribusi terhadap pembangunan perekonomian daerah, mulai dari otoritas, pemerintah, perbankan, pelaku usaha maupun akademisi, untuk bersinergi dalam upaya mengakselerasi perekonomian Sumut.

“Kita harus optimis. Seluruh instansi perlu bahu-membahu dan saling bersinergi dalam merumuskan berbagai strategi, serta kebijakan guna mengakselerasi pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas harga di Sumatera Utara,” kata Pj Gubernur 

Menurut Hassanudin, sinergitas tersebut perlu mengerjakan berbagai hal. Antara lain, memperkuat fungsi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam usaha pengendalian harga yang bergejolak, terutama untuk menahan gejolak harga pangan. Kemudian, mendukung produk buatan Indonesia dan produk buatan lokal, dengan belanja dan bangga dengan produk UMKM.

Selanjutnya, Hassanudin juga mendorong sinergitas dalam mempromosikan pariwisata Sumut  secara masif dan efektif, sebagai salah satu mesin penggerak perekonomian. Juga mengupayakan peningkatan investasi, khususnya investasi hijau untuk mendukung pencapaian target ‘net zero emissions’ pada tahun 2060.

Tidak sampai di situ, Hassanudin juga mengajak para pihak untuk bersama-sama mendorong pelaku usaha melakukan pengembangan hilirisasi, khususnya guna menopang ketahanan pangan dan pengolahan sumber daya alam. Terakhir adalah meningkatkan ekonomi digital yang akan menambah daya saing perekonomian di Sumut.

“Sinergi antarinstansi mari kita perkuat, untuk menghadapi berbagai tantangan di tengah perkembangan zaman yang kian dinamis. Inovasi terbaik juga mari terus kita lahirkan demi Sumatera Utara yang lebih baik lagi ke depannya,” pungkas Hassanudin.

Gubernur Bank Central Indonesia, Perry Warjiwo menyampaikan bahwa pertemuan tahunan ini dilakukan atas prospek perekonomian dunia yang melambat, karena ketidak pastian ekonomi sangat tinggi.

“Dunia masih terus bergejolak. Perang Rusia-Ukraina dan Israel- Palestina sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dunia,” katanya dihadapan Presiden RI Joko Widodo, Menteri Keuangan, Menteri Perekonomian dan pejabat negara tetangga, serta tamu kenegaraan lainnya.

Menurut Perry, sinergi merupakan kunci ketahanan dan kebijakan ekonomi nasional menghadapi gejolak global. Insya Allah, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami kenaikan pada tahun 2024.

“Prospek perekonomian Indonesia optimis dan waspada. Inflasi terkendali, ekonomi keuangan digital meningkat. Kebijakan Makroprudensial 2024 tatap longgar,” tuturnya.

Ditambahkan Perry, transformasi sektor riil menuju kebangkitan ekonomi. Bauran ekonomi nasional 2024, akan memperkuat perekonomian Indonesia ditahun 2024.

“Bank Indonesia (BI) merasa bangga dapat berkontribusi memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Termasuk kebijakan moneter BI tahun 2024, terus kami jaga dan Bank Indonesia akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat,” imbuhnya.

Sedangkan Presiden RI, Joko Widodo dalam pidatonya juga menekankan bahwa kondisi dunia saat ini, memang sedang tidak baik-baik saja.

“Makanya kehadiran saya di setiap perjumpaan dengan pimpinan dunia saat kunjungan keluar negeri, hanya mau mendengar langsung perkembangan ekonomi di negara mereka. Dari situ, saya menyimpulkan bahwa peperangan yang terjadi tidak bisa diberhentikan saat ini. Artinya, dampak ekonomi global yang panjang juga harus diantisipasi,” tukasnya.

Presiden Jokowi menyebut,  perubahan iklim juga menjadi salah satu penyebab gejolak ekonomi dunia. Dampak pemanasan global sudah kelihatan sekarang. Dimana iklim yang terjadi tidak bisa diprediksi saat ini.

“Akibatnya, 22 negara dunia saat ini telah menyetop dan membatasi ekposr komoditas pangan mereka. Alhamdulillah, Indonesia masih bertahan, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen,” terangnya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa tahun depan bangsa Indonesia akan mengadakan pemilihan umum (pemilu). “Saya berharap dalam pemilu mendatang, dilaksanakan dengan gembira. Berjalan dengan baik dan lancar, demi menuju bangsa Indonesia emas yang maju,” pungkasnya. itp05