PTM SMP Kembali Digelar di Medan, Bobby Nasution: Bawa Surat Izin Orangtua & Patuhi Prokes

4
PTM SMP Kembali Digelar di Medan, Bobby Nasution Bawa Surat Izin Orangtua & Patuhi Prokes
Foto: Istimewa

MedanIntipnews: Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi pelajar SMP baik negeri maupun swasta, kembali digelar di Kota Medan mulai Senin, 11 Oktober 2021, dengan menggunakan metode hybrid learning.

Satu kelas diisi 10 orang yang sudah divaksin serta membawa surat izin dari orangtua masing-masing. Apabila pelaksanaan PTM ini tidak menimbulkan penambahan angka kasus Covid-19, maka akan didiskusikan kembali untuk menggelar PTM bagi pelajar SD.

Walikota Medan Bobby Nasution meninjau hari pertama pelaksanaan PTM di SMPN 3 Medan Jalan Pelajar. Di tempat tersebut, tercatat 330 siswa dari 1.059 jumlah total siswa yang mengikuti PTM. Ada 33 rombongan belajar (Rombel) yang dipergunakan, masing-masing Rombel berisi 10 siswa.

Selain dilengkapi fasilitas tempat cuci tangan dan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, pelaksanaan PTM di SMPN 3 juga mendapatkan pengawasan yang sangat ketat dari Tim Satgas Covid-19.

Setibanya di SMPN 3, Bobby Nasution didampingi Plt Kadis Pendidikan Kota Medan, Topan Ginting, serta Kepsek SMPN 3, Nurhalimah Sibuea, langsung meninjau Rombel yang digunakan menggelar PTM. Kedatangan orang nomor satu di Pemko Medan itu disambut antusias dan penuh suka cita oleh siswa maupun guru karena sudah lama menginginkan PTM digelar kembali.

Bahkan salah seorang guru Bahasa Inggris, Nelly Br Tampubolon yang tengah mengajar siswa Kelas IX sempat histeris kegirangan sambil meneteskan air mata saat Bobby Nasution memasuki kelas.

Selain menyapa dengan penuh ramah kepada para siswa yang mengikuti langsung PTM maupun during di rumah, Bobby Nasution juga berpesan kepada seluruh siswa dan guru untuk melaksanakan prokes dengan ketat guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Untuk saat ini, pembelajaran dilakukan selama tiga jam setiap harinya. Apabila tidak menimbulkan penambahan angka kasus Covid-19, PTM tentunya dapat dilakukan secara normal kembali. “Harus semangat dan disiplin melaksanakan Prokes,” kata Bobby Nasution.

Usai peninjauan, Bobby Nasution kepada wartawan menjelaskan, semua SMP baik negeri maupun swasta telah diperbolehkan melaksanakan PTM kembali, dimana jumlah SMP Negeri sebanyak 45 sekolah dan SMP swasta sebanyak 385 sekolah.

Sebelumnya jelas Bobby Nasution, Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan juga telah memberikan petunjuk teknis (Juknis) PTM di tengah pandemi Covid-19.

“Berhubung ada sekolah yang infrastruktur dan persiapannya belum matang 100%, maka kita menggunakan metode hybrid learning, termasuk di SMPN 3 yang kita tinjau ini. Satu kelas hanya berisi 10 orang dan rata-rata sudah divaksin. Pelajar yang belum divaksin, usianya di bawah 12 tahun. Untuk pelajar SMP, yang belum divaksin kelas satu,” ungkapnya.

Secara peraturan, jelas Bobby Nasution, baik melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan Instruksi Gubernur (InGub) tidak ada larangan bagi pelajar yang belum divaksin  untuk mengikuti PTM. Namun, ujarnya, berhubung masih hari pertama pelaksanaan PTM sehingga  pelajar yang telah divaksin dioptimalkan dan dianjurkan untuk mengikutinya.

Di seluruh sekolah, termasuk SMPN 38, imbuh Bobby Nasution, ada Satgas Covid-19 yang diminta untuk terus berkoordinasi dengan Satgas Kecamatan terkait penanganan yang dilakukan, apabila ada pelajar merasa kurang enak badan maupun gejala-gejala, agar tidak boleh dilakukan sendiri oleh petugas UKS (Unit  Kesehatan Sekolah), tapi harus segera memanggil petugas dari Puskesmas-puskesmas terdekat.

Dikatakan Bobby Nasution, Pemko Medan melalui Disdik Kota Medan juga memberikan pilihan bagi orangtua siswa apakah mengizinkan anaknya mengikuti PTM atau melalui during di rumah. Jika diizinkan mengikuti PTM, jelasnya, pelajar yang bersangkutan harus membawa surat izin tertulis dari orangtuanya masing-masing.

Usai peninjauan, Bobby Nasution juga memberikan bingkisan berisi peralatan pendukung belajar kepada sejumlah pelajar secara simbolis berasal dari bantuan stakeholder peduli pendidikan. Setelah itu Bobby Nasution meninjau SMPN 3. 

Sementara itu Plt Kadisdik Kota Medan, Topan Ginting menjelaskan, pelaksanaan PTM yang digelar ini hanya untuk tingkat SMP. Apabila dalam seminggu hingga dua Minggu ke depan ternyata tidak menimbulkan angka kasus Covid-19, maka akan didiskusikan kembali bagaimana caranya agar pelajar tingkat SD juga dapat melaksanakan PTM.

Kemudian Topan pun mengungkapkan, Disdik Kota Medan juga telah mengeluarkan SOP kepada masing-masing sekolah tentang pelaksanaan PTM, mulai dari berangkat sampai pulang kembali ke rumah sudah diatur. Dengan demikian peserta  didik, orangtua maupun tenaga pendidik mengetahui bagaimana bertindak dan bersikap selama pandemi Covid-19.

“Semua sudah disusun, itu semua kembali kepada komitmen kita bersama. Jika kita bisa berkomitmen dan saling mengingatkan, saya yakin PTM ini dapat tetap kita laksanakan tanpa harus mengorbankan kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik,” ungkap Topan seraya memaparkan capaian vaksinasi untuk siswa SMP hingga kini sebesar Rp65.000 dari 105.000 jumlah total siswa SMP di Kota Medan. * ril/Itp04