Rayakan Imlek Sederhana dengan Prokes Ketat

6
iIlustrasi?Istimewa

Oleh : Cecilia Paramitha

saat ini status pandemic Covid-19 belum dinyatakan berhenti, apalagi dengan melonjaknya kasus penularan lokal varian omicron. Peningkatan kasus ini tentu saja membuat perayaan Imlek harus dirayakan secara sederhana dan tetap mengindahkan protokol kesehatan (Prokes).

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan kepada umat Khonghucu dan masyarakat Tiong Hoa untuk dapat menjalankan protocol kesehatan saat merayakan Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili. Anjuran tersebut seiring dengan meningkatnya kasus covid-19 yang terus meningkat di tanah air.

Yaqut juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 02 Tahun 2022. Dirinya berharap agar aturan tersebut dapat dijalankan karena bertujuan memberikan rasa aman kepada umat Khonghucu dan masyarakat luas. SE tersebut telah ditandatangani oleh Yaqut pada tanggal 25 Januari 2022.

Dalam edaran tertulis tersebut, Yaqut meminta agar protocol kesehatan bisa dilakukan secara ketat dalam setiap penyelenggaraan. Mulai dari persembahyangan Er Shi Sheng An atau Hari Persaudaraan, Persembahyangan Chu Xi atau Akhir Tahun.

Kemudian Persembahyangan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili, Persembahyangan Jing Tian Gong (Kepada Tian/Tuhan), maupun Persembahyangan Shang Yuan/Yuanxiao/Cap Go Meh.

Berdasarkan SE No SE 02 Tahun 2022, pelaksanaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2573 Kongziki dapat dilaksanakan di semua Klenteng, miao, litang, xuetang. Tetapi dengan catatan digelar secara terbatas dengan kapasitas maksimal 10% atau disesuaikan dengan level daerah masing-masing.

Dalam SE tersebut selain imbauan terkait penerapan prokes ketat, Yaqut juga meminta agar umat khonghucu tidak melakukan mudik keluar kota. Dirinya meminta agar Imlek dirayakan dengan sederhana dan terbatas, serta menghindari keramaian, kebiasaan kumpul keluarga hingga kerabat dalam jumlah besar.

Kegiatan perayaan juga wajib dikoordinasikan dengan Satuan Tugas Covid-19 di lingkungan masing-masing. Dia juga menghimbau agar umat dapat mengutamakan kegiatan berbagi kepada sesame dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Yaqut juga mengatakan bahwa persembahyangan besar kepada Tuhan atau King Thi Kong/Jing Tian Gong juga dapat dilaksanakan secara terbatas. Kapasitas maksimal 10% atau sesuai level daerah masing-masing. Tak lupa menerapkan protocol Covid-19 secara ketat.

Begitu pula persembahyangan Shang Yuan/Yuanxiao/Cap Go Meh juga dapat dilaksanakan secara terbatas. Maksimal 10% atau sesuai dengan level PPKM daerah dari kapasitas tempat perayaan. Yaqut menuturkan situasi pandemic covid-19 masih membahayakan. Setiap orang mesti meningkatkan kewaspadaan supaya tidak terjangkit virus tersebut.

Sebelum penyelenggaraan, panitia diwajibkan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Lalu Satgas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas penerapan prokes Covid-19.

Senada dengan Kemenag, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat agar tetap disiplin dalam menjalankan protocol kesehatan dalam merayakan Imlek pada 1 Februari 2022.  Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, menghimbau kepada masyarakat untuk tetap membatasi mobilitas. Kemudian tidak memanfaatkan momen Imlek untuk liburan, bahkan melakukan wisata lantaran kasus covid-19 Indonesia tengah naik.

Nadia juga mengungkapkan peraturan perayaan Imlek yang aman covid-19 bakal disusun. Detailnya akan dibahas saat rapat evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).  Perlu diketahui pula, Provinsi DKI Jakarta telah mengalami peningkatan BOR, dari yang sebelumnya 54% saat ini sudah 56%. Dari 4.361 tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19, saat ini telah terisi 2.426 tempat tidur.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kepada warga Jakarta untuk waspada. Dia menekankan tempat terbaik saat ini adalah di rumah dan mengurangi aktivitas.

Pada kesempatan berbeda, di Kota Solo Panitia Imlek Bersama 2022 akan menyederhanakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan selama Imlek, yakni dengan meniadakan acara Grebek Sudiro, sedangkan perayaan cap go meh yang biasanya diikuti 1.000 peserta, tahun ini akan dipangkas menjadi 200 peserta.  Selain itu, panitia juga mengurungkan pawai 10 barongsai naga yang biasanya bermain menuju Balai Kota Surakarta. Acara tersebut diganti dengan cucuk lampah yang akan mengantarkan Walikota dari tempat transit menuju tempat acara.

Perayaan Imlek saat Pandemi memang memerlukan regulasi, agar perayaan tersebut dapat tetap berjalan dan tidak memunculkan cluster baru di tempat ibadah.

Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute