Robi Barus Apresiasi Bobby Nasution Tidak Menutup Lokasi Isoter Covid-19

34
Robby Barus Apresiasi Bobby Nasution Tidak Menutup Lokasi Isoter Covid-19
Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan Robby Barus. (Foto: Ist)

MedanIntipnews: Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan Robi Barus memberi dukungan penuh kepada Walikota Medan Bobby Nasution, karena tidak menutup lokasi Isolasi Terpusat (Isoter) Covid-19 di Kota Medan.

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai, keputusan yang diambil Walikota Medan tersebut adalah langkah yang sangat tepat dan layak untuk diapresiasi.

Terkait dengan Isoter, Walikota Medan Bobby Nasution berkomitmen tidak akan menutup salah satu dari dua lokasi Isoter Covid-19 di Kota Medan, yakni Gedung P4TK dan Eks Hotel Soechi.

Meskipun saat ini, pasien dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) hingga bergejala ringan di dua lokasi Isoter milik Pemko Medan tersebut sangat minim.

Bahkan ditegaskan, Pemko Medan tidak akan menutup Gedung P4TK dan Eks Hotel Soechi sebagai Lokasi Isoter milik Pemko Medan sebelum Pandemi Covid-19 berakhir dan berubah menjadi Endemik.

“Meskipun kedua lokasi Isoter sangat sedikit pasiennya bahkan ada yang kosong, tapi Walikota Medan tidak mau menutup salah satu dari dua lokasi Isoter milik Pemko Medan, sebelum pandemi berakhir dan berubah menjadi endemik.

Tegas saya katakan, itu adalah keputusan yang sangat tepat dan bijaksana,” ucap Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus, Rabu (3/11/21).

Dengan sepinya pasien, kata Robi, Walikota Medan Bobby Nasution bisa saja menutup salah satu dari dua lokasi Isoter tersebut, khususnya Eks Hotel Soechi yang telah habis masa Build Operate Transfer (BOT) nya pada tahun lalu.

Mengingat Medan Mal yang juga merupakan aset milik Pemko Medan yang telah habis masa BOT-nya, saat ini telah disewakan senilai Rp20 miliar kepada pihak ketiga, tepatnya mulai dari 16 November 2021 hingga 16 November 2023 mendatang.

“Logikanya bisa saja Walikota Medan menutup Hotel Soechi sebagai lokasi Isoter, toh kita punya satu lokasi Isoter yaitu Gedung P4TK di Medan Helvetia. Lalu Hotel Soechi disewakan seperti Medan Mal, uang sewanya bisa jadi PAD bagi Kota Medan.

Tapi Walikota tidak menutupnya, tidak menyewakannya seperti Medan Mal. Maka jelas, itu bukti Walikota Medan lebih mementingkan penanganan Covid-19 dan keselamatan masyarakat dari pada PAD semata. Bukan berarti PAD tidak penting, tapi keselamatan masyarakat jauh lebih penting,” ujarnya.

Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) yang duduk di Komisi I DPRD Medan menjelaskan, memang saat ini kebutuhan Kota Medan akan lokasi Isoter sangat minim, hal itu karena angka penyebaran Covid-19.

Akan tetapi Robi Barus mengajak semua pihak untuk kembali mengingat, bagaimana pentingnya keberadaan dan fungsi Isoter saat angka penyebaran Covid-19 melonjak seperti beberapa waktu yang lalu.

“Saat itu hampir semua tempat Isoter penuh, bayangkan kalau tidak ada Eks Hotel Soechi yang dijadikan Walikota sebagai tempat Isoter tambahan setelah Gedung P4TK, mau kemana semua pasien itu menjalani isolasi.

Maka ketika diputuskan tidak akan menutup salah satu dari dua lokasi Isoter itu sebelum pandemi berubah menjadi endemik, saya pikir itu sudah paling tepat. Masyarakat pun tenang, mereka punya pilihan harus ke mana untuk menjalani Isolasi apabila terpapar,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Robi Barus, keputusan yang diambil Bobby Nasution untuk tidak menutup salah satu dari dua lokasi Isoter di Kota Medan adalah, tindaklanjut dari instruksi pemerintah pusat agar setiap kepala daerah mengambil tindakan preventif dan langkah-langkah antisipatif dalam mencegah terjadinya gelombang ketiga Pandemi Covid-19.

“Kita berharap gelombang ketiga itu tidak sampai terjadi di Indonesia, khususnya di Kota Medan. Selain tetap menyediakan tempat Isoter, saya lihat saat ini Pemko Medan juga sedang terus meningkatkan vaksinasi Covid-19,” lanjutnya.

Selaku Anggota Komisi I DPRD Medan, Robi meminta setiap perangkat pemerintah tingkat Kecamatan dan Kelurahan di Kota Medan untuk terus memantau perkembangan Covid-19 di wilyahnya masing-masing.

Termasuk data warga yang telah divaksinasi, warga yang terpapar, dan hal-hal lainnya yang berkaitan erat dengan penanganan Covid-19.

“Apalagi kita tahu, saat ini setiap Kecamatan harus bertanggungjawab untuk membawa warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke lokasi Isoter. Kita menekankan, agar seluruh Kecamatan dan Kelurahan di Kota Medan bisa maksimal membantu Walikota Medan dalam menangani pandemi ini,” pungkasnya. * Itp04