Seratusan Warga Toba Demo Tuntut Cabut Izin PT TPL

10

Toba-intipnews.com : Seratusan warga demo (foto) menuntut pemerintah mencabut izin konsesi PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) dan menerbitkan SK pengakuan wilayah dan masyarakat adat di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat, 14 Januari 2022. (Foto)


Seratusan warga ini gabungan dari berbagai kelompok yang mengatasnamakan masyarakat adat di Kabupaten Toba yang melebur dalam Aliansi Gerak Rakyat Tutup TPL. Mereka mendatangi dan berkumpul di halaman kantor Bupati Toba.


“Jangan bilang kami tidak punya adat dan tidak punya adat. Jauh sebelum Indonesia merdeka, masyarakat adat sudah hadir di negara ini,” ujar Ketua Aliansi Gerakan Rakyat Tutp TPL Benget Sibuea dalam orasinya.


Mereka menyebut Kabupaten Tapanuli Utara telah menandatangani 3 (tiga) SK pengakuan masyarakat adat, sementara hingga kini Bupati Toba tidak kunjung menerbitkan SK yang dirindukan masyarakat adat.


Menanggapi tuntutan masyarakat adat tersebut, Pemkab Toba yang diwakili Asisten II Sahat Manullang SP mengatakan bahwa Pemkab Toba sejatinya mengakui keberadaan masyarakat adat di Kabupaten Toba.


Sementara terkait dengan verifikasi masyarakat hukum adat, Sahat Manullang menyebut saat ini proses verifikasi sedang berjalan.
Namun kriteria masyarakat hukum adat berdasarkan Permendagri Nomor 52 Tahun 2014, hingga kini belum ada masyarakat hukum adat yang memenuhi kriteria.


Menanggapi pernyataan tersebut, Rocky Pasaribu selaku Kordinator Studi Advokasi Kelompok Studi Pengembangan Prakarsa Masyarakat mengatakan bahwa sebenarnya masyarakat adat mampu memenuhi kriteria sebagaimana yang tertuang dalam Permendagri yang dimaksud, hanya saja Pemkab Toba memberi penafsiran berbeda terkait isi Permendagri tersebut.


“Sebenarnya kami mampu memenuhi kriteria itu, tetapi pihak Pemkab Toba memberi penafsiran yang berbeda terhadap isi Permendagri itu,” ujarnya.


Karena itu mereka terus menuntut pihak Pemkab Toba segera menerbitkan SK pengakuan masyarakat hukum adat yang dimaksud.
Laporan : Manuala Tampubolon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini