Sigap Lindungi Warga dari KST Papua, Aksi TNI-Polri Patut Diapresiasi

34

Oleh : Yowar Matulessy
Tidak berhenti, aksi brutal Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) kembali terjadi membuat resah masyarakat Papua. Kejahatan yang dilakukan KST Papua banyak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dengan kategori berat, seperti membunuh masyarakat sipil dengan dalil memperjuangkan kemerdekaan Papua, padahal tidak semua orang Papua menginginkan merdeka. Aparat keamanan tidak pernah diam dan terus menindak tegas KSTP, hal ini patut diapresiasi oleh seluruh masyarakat.

Wilayah Kali Ei Kabupaten Yahukimo menjadi sasaran KSTP dalam menjalani aksinya untuk menarik perhatian pemerintah, bahwa KSTP tidak berhenti untuk merebut kemerdekaan dan keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemerintah beserta aparat keamanan serius mencari akar permasalahan dengan terus mencari anggota KSTP yang terlibat dalam kasus ini dan memberantas KSTP.

Laksamana Muda TNI Julius Widjojono mengatakan bahwa timnya sangat mengecam aksi brutal dan tidak beradab kelompok KSTP, mereka yang menjadi korban adalah murni masyarakat sipil yang sehari-hari menggantungkan hidupnya dari hasil penambangan tersebut.

Dalam penyusurannya kurang lebih 30 orang KSTP menyerang secara tidak beraturan ke area pertambangan emas illegal di kali Ei yang menyebabkan 7 warga sipil yang bekerja sebagai penambang tewas dan 22 pekerja lainnya dapat menyelamatkan diri.
KST diketahui merupakan pimpinan Asbak Koranue, bagian dari kelompok Egianus Kogoya. Senjata yang dikenakan 1 senapan SS1 V2, panah, dan parang. KST juga membakar 3 ekskavator, 2 truk, dan Kamp pendulangan.

Warga yang diselamatkan dari pembantaian KKB Papua itu sangat membutuhkan bantuan. Kondisi mereka pada umumnya masih trauma dengan kejadian tersebut karena melihat beberapa rekannya tewas di tangan KKB.

Tindakan KSTP tak ubahnya aksi teroris yang mengganggu stabilitas keamanan. Sangat memperihatinkan disaat rakyat Papua membutuhkan ketenangan dan kedamaian dalam menyongsong hidup untuk menjadikan masyarakat Papua yang maju dan bermartabat malah KSTP melakukan tindakan yang kejam, brutal dan cenderung sadis tidak berperikemanusiaan.

Disisi lain, Ketua Wilayah Adat La Pago, Yuranus Jikwa juga memberi tanggapan terhadap aksi KSTP yang terus berulah mengacaukan ideologi bangsa Indonesia, Yuranus mengatakan Perjuangan KST pun semakin tidak jelas dan hanya untuk kepentingan kelompoknya sendiri. Mereka hanya mengandalkan tenaga dan otot kekerasan saja.

Masyarakat Papua sudah geram terhadap KST Papua dan terus mendukung langkah aparat keamanan untuk lakukan penindakan terhadap para pengganggu keamanan. KST Papua harus berhenti mengancam masyarakat dengan todongan moncong senjata, serta jangan lagi merampok hasil pembangunan dengan dalih perjuangan kemerdekaan. 

Aparat keamanan selalu berusaha melakukan yang terbaik hingga berhasil mengevakuasi sejumlah warga Papua dari serangan KSTP. Atas Upaya tersebut, berbagai elemen masyarakat Papua mengapresiasi upaya heroik Tim Gabungan di bawah pimpinan Mayor HR dari Satgas Yonif 7 Marinir dan Kodim 1715/YHK di bawah kendali Dansatgas Yonmar 7.

Selain itu, aparat keamanan juga telah aktif dalam melakukan operasi pemberantasan terhadap anggota KST. Tindakan tegas ini tidak hanya mengurangi keberanian kelompok separatis tersebut tetapi juga memberikan pesan kuat bahwa negara tidak akan mentolerir tindakan kekerasan dan separatisme yang merugikan keamanan dan persatuan bangsa.

Pengamat Wilayah Papua, Alvaro Hukubun mengatakan bahwa Satgas Gabungan TNI Polri telah menunjukkan dedikasi dan keberanian yang luar biasa, Dukungan moral, kepatuhan terhadap hukum, dan kerjasama dalam memberikan informasi penting adalah kontribusi positif yang bisa kita berikan.
Masyarakat berharap tidak ada lagi tindakan kekerasan brutal yang dilakukan oleh KST.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Papua sudah marah terhadap KST dan mendukung langkah aparat keamanan yang melakukan penindakan terhadap para pengganggu keamanan tersebut, tidak ada lagi upaya mengancam masyarakat dengan todongan moncong senjata, serta jangan lagi merampok hasil pembangunan dengan dalih perjuangan kemerdekaan
Selain itu, dapat dinilai bahwa kolaborasi antar aparat keamanan bisa memicu keamanan dan masyarakat dapat membangun lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera bagi semua. Tidak ada ruang dan tempat sekecil apapun di Papua untuk aksi brutal dan sadis para KSTP

Selain ditunjukan kepada aparat keamanan, apresiasi yang datang dari masyarakat Papua harus diiringi dengan upaya bersama untuk membangun dialog dan mencari solusi jangka panjang terkait konflik di Papua, serta semangat kebersamaan dan kepercayaan antara aparat keamanan maupun masyarakat adalah kunci untuk mengatasi ancaman bersama.

Masyarakat papua menginginkan kedamaian dan fokus mendukung pembangunan. Banyak aksi nyata sudah terbukti dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Presiden yang begitu besar perhatian terhadap tanah Papua dapat dibuktikan dengan pembangunan yang masif di tanah Papua.

Sudah saatnya semua masyarakat Papua fokus pada kerja keras, kerja bersama, untuk mengisi kemerdekaan. Juga mengejar ketertinggalan dan mengentaskan kemiskinan, untuk mewujudkan kesejahteraan di tanah papua tercinta.

Mahasiswa Papua Tinggal di Manado