Sungai Meluap, 600 Rumah Warga Labura Direndam Banjir

34
Rumah warga yang tergenang banjir di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Foto Istimewa

Labura-Intipnews.com:Menyusul curah hujan yang sangat tinggi di Labuhanbatu Utara [Labura], Sumatera Utara, menyebabkan sungai Aekbange meluap dengan debit air yang tinggi, serta merta merendam sekitar 600 rumah warga di Kelurahan Aek Kanopan dan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, sejak Minggu pagi 25 Oktober 2020.

Informasi dihimpun tim Intipnews.com, Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] Labura, Sukardi, rumah yang mengalami banjir mayoritas berada di daerah perumahan Plamboyan, Bumi Asri maupun lingkungan sekitar.

Lalu warga yang menjadi korban banjir dievakuasi ke rumah-rumah ibadah dan ada juga memilih menumpang di rumah tetangganya yang tidak terkena banjir. BPBD, Dinas Sosial serta dinas terkait lainnya dan tim gabungan telah mendirikan dapur umum sembari mempersiapkan keperluan makan dan minum korban banjir.

Warga di depan rumah yang kebanjiran. Foto Istimewa

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Labura, Sugeng, sebagaimana di-publish media massa mengimbau masyarakat tetap waspada mengantisipasi adanya banjir susulan. Sebab, kondisi cuaca masih memungkinkan terjadi banjir lanjutan.

“Apalagi hujan masih berlangsung. Khusus bagi yang berdomisili di pinggiran sungai, kami imbau cari lokasi yang aman. Karena bisa saja datang air kiriman dari hulu dengan tiba-tiba,” pesan Sugeng.

Pantauan di lapangan, di tengah kondisi banjir ini BNPB Daerah Labura turun ke lokasi, menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi sejumlah warga dan barang-brang perabotan ke pengunsian yang terhindar dari banjir.


Informasi diterima redaksi, situasi terkini di lokasi banjir, BNPBD Labura mengimbau warga untuk sementara jangan kembali dulu ke rumah, karena hujan masih turun deras dan kondisi air semaikin naik. * Itp-Zu