Syaiful Ramadhan Prihatin Melihat Kondisi Medan Terendam Banjir, Pemko Harus Kerja Cepat dan Terukur

15
Syaiful Ramadhan Prihatin Melihat Kondisi Medan Terendam Banjir, Pemko Harus Kerja Cepat dan Terukur
Foto: Istimewa

MedanIntipnews.com: Anggota Komisi 4 DPRD Medan Syaiful Ramadhan mengaku prihatin terhadap kondisi Kota Medan yang baru beberapa jam hujan sejumlah kawasan di inti Kota Medan terrendam banjir hingga selutut orang dewasa seperti rumah warga di kawasan Jalan Rahmadsyah, Puri,Sutrisno di Kecamatan Medan Area.

Hal yang sama juga dirasakan warga di kawasan H Wahid Hasyim, Diponegoro, jalan Karya dan kawasan inti kota lainnya.  Persoalannya semenjak dilantik sebagai Wali Kota Medan Bobbi Nasution sudah begitu gencar menyelesaikan persoalan banjir di Kota Medan.

“Pertama kita menyampaikan keprihatinan banjir masih terjadi di Kota Medan. kita memiliki banyak catatan, kita minta Pemko Medan segera merespon banjir ini,” ucap Syaiful di ujung telopon, Selasa (23/11/2021) malam.

Politisi PKS ini mengatakan, pihaknya meminta Pemko Medan bekerja cepat dan terukur dalam menyelesaikan persoalan ini. “Dengan kondisi saat ini Pemko Medan harus kerja cepat dan terukur,” ungkap Syaiful Ramadhan.

Syaiful menegaskan, Pemko perlu kerja Cepat dan terukur dikarenakan masyarakat sangat menanti apa yang menjadi janji dan terget Wali Kota Medan dalam menyelesaikan persoalan di Kota Medan seperti banjir ini. “Dengan janji menyelesaikan persoalan banjir yang menjadi program Wali Kota, Pemko Medan tentunya perlu kerja cepat dan terukur,” katanya.

Dalam persoalan perbaikan infrastruktur, Syaiful juga menyoroti soal minimnya serapan Dinas Pekerjaan Umum. “Saat ini kita tengah melakukan pembahasan R-APBD 2022, dan kita mendapatkan laporan serapan anggaran di Dinas PU hanya 27 persen dari rencana capaian 80 persen. Dengan kondisi tinggal satu bulan lagi dan kondisi kota Medan seperti sekarang ini, buruknya serapan anggaran perlu dipertanyakan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Syaiful juga menilai banyak proyek infrastruktur yang baru dikerjakan tidak bertahan lama. Di kawasan Kecamatan Medan Amplas saat pembenahan drainase atau parit ada tembok dinding warga yang rubuh atau tumbang.

“Tembok teras rumah warga ada yang rubuh, selain ada rangka Cor parit tak ada sehingga pekerjaan menjadi tertunda,” katanya. * itp04