Tahun 2022 Dinas Pekebunan Nagan Raya Usulkan 3000 Ha Untuk Program PSR

71
Kabib Pengembangan dan Produksi Ardinata Ibrahim,SP

Nagan Raya-Intipnews.com: Tahun 2022 Dinas Perkebunan Nagan Raya mengusulkan sekitar 3000 ha lebih untuk menyukseskan program pemerintah melalui  Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), program tersebut dapat membantu perekonomian masyarakat.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perkebunan (Distanbun) kabupaten Nagan Raya Abdul Latif,MP melalui Kabib Pengembangan dan Produksi Ardinata Ibrahim,SP (foto) , Rabu 12 Januari 2022.

“Jumlah dana peremaja sawit rakyat (PSR) sekitar 30 juta untuk perhektar,”ungkapnya.

Program tersebut sampai tahun ini tetap dilanjutkan. Dan pada tahun 2022  ini, Dinas Perkebunan Nagan Raya mengusulkan lebih dari 3000 ha, untuk para petani perkebunan kelapa sawit yang mengalami gagal Produksi selama ini

Bantuan dana PSR ini, kata Ardinata Ibrahim,SP untuk membantu petani untuk meremajakan kembali tanaman kelapa sawitnya yang sudah tua dan tidak produktif lagi. Melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang bersumber dari dana, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS)

Ardinata Ibrahim,SP menjelaskan dana PSR disalurkan gratis, dimana setiap hektarenya mencapai Rp 30 juta, dan untuk persyaratan, masyarakat yang ingin mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) cukup membawa  Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, Sertifikat tanah mau pun Akte Tanah,

Setelah itu Penyerahan persyaratan dapat diberikan kepada Koperasi Perkebunan, kelompok tani, dan bisa langsung kedinas Perkebunan Kabupaten Nagan Raya, Setiap KK nya mendapatkan 4 hektar untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)

“koperasi perkebunan yang mendapat pembagian kuota program PSR, mencari kelompok tani yang memiliki kebun kelapa sawit yang sudah tua atau berumur di atas 25 tahun atau tidak produktif lagi,” terangnya.

Koperasi perkebunan mengusulkan kelompok tani kedinas, lalu Dinas Perkebunan , terlebih dahulu melakukan pendataan lahan petani, serta lembaga yang akan menerima pencairan dana PSR tersebut. Dinas Perkebunan setempat kemudian mengirimkan dokumen usulan dana PSR ke Dinas Perkebunan Aceh.

Distanbun Aceh akan memverifikasi administrasi kebenaran dokumen, kemudian memberikan surat pengantar atau rekomendasi untuk meneruskan usulan pencairan dana PSR kepada Dirjenbun Kementan,” terang Ardinata Ibrahim, Sp Itp Des