Tembok Penahan di Jalan Nasional Km 40,900 di Nias Telah Diperbaiki

20
Tembok Penahan di Jalan Nasional Km 40,900 di Nias Telah Diperbaiki
Foto: Istimewa

NiasIntipnews: Pelaksana atau rekanan yang bertanggungjawab atas preservasi jalan dan jembatan nasional dari Kota Gunungsitoli hingga Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan telah memperbaiki tembok penahan atau pasangan batu yang rusak karena terjadi pergeseran tanah.

Tembok penahan atau pasangan batu yang berada di Desa Hilina’a Tafuo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias atau tepatnya di kilometer 40,9 sepanjang kurang lebih 20 meter kini sudah berdiri tegak seperti semula untuk menahan pasir agar jalan tidak rusak atau longsor.

“Tembok penahan atau pasangan batu di kilometer 40,9 merupakan salah satu item yang diminta oleh masyarakat yang sering mendatangi kantor kita untuk diperbaiki,” ungkap staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3,5, Balai Besar Pembangunan Jalan dan Jembatan Nasional (BBPJN), Arief, Selasa (12/10).

Menurut Arief, tembok penahan atau pasangan batu tersebut sebenarnya bukan bagian dari proyek preservasi yang harus dikerjakan oleh rekanan PT Satu Tiga Mandiri atau belum tercantum dalam kontrak untuk dikerjakan.

Namun untuk mencegah jalan nasional di kilometer 40,9 longsor akibat tanah yang tergerus, rekanan mengambil inisiatif sendiri untuk membangun tembok penahan atau pasangan batu untuk menahan pasir timbunan dekat jalan sepanjang kurang lebih 20 meter.

“Pembangunan tembok atau pasangan batu di kilometer 40,9 atau di desa Hilina’a Tafuo tidak dibayar oleh PPK 3,5, karena itu inisiatif atau sumbangan rekanan dan tidak termasuk dalam kontrak kerja,” jelasnya.

Tidak lupa Arif menerangkan bahwa dalam proyek preservasi, yang diutamakan adalah menjaga agar jalan nasional tidak rusak atau hilang, serta nyaman dilalui oleh pengguna jalan.

Sehingga dia berharap masyarakat berterima kasih kepada PT Satu Tiga Mandiri yang mengambil inisiatif sendiri tanpa dibayar, membangun tembok penahan atau pasangan batu di kilometer 40,900, guna mencegah jalan nasional di daerah tersebut longsor akibat tanah yang labil. * aulia