Terdakwa Kasus Pemerkosaan Benarkan Pernyataan Korban di Sidang

639
Terdakwa Kasus Pemerkosaan Benarkan Pernyataan Korban di Sidang
Tim Kuasa Hukum. (Foto: Itp)

Gunungsitoli-Intipnews.com: Terdakwa SN alias S (15) anak yang didakwa perkosa kakak kandungnya YN alias L (17) membenarkan seluruh keterangan saksi korban YN alias L pada persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Taufiq Noor Hayat di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Sumatera Utara, Selasa 21 Desember 2021.

Saksi korban YN alias L tetap bersikukuh dalam menjawab pertanyaan hakim bahwa pelaku pemerkosaan terhadap dirinya adalah AW, sesuai laporkan ibu kandungnya di Polres Nias dan bukan adik kandungnya SN alias S.

Hal tersebut diungkapkan Sacrist Harefa, SH terhadap wartawan usai mengikuti sidang tertutup kasus pemerkosaan terhadap YN alias L di kantor Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

Sacrist Harefa, Harefa mewakili tim kuasa hukum memberitahu jika pada persidangan terungkap fakta jika YN alias L tetap pada keterangan sebelumnya kepada majelis hakim jika yang memperkosa dia adalah AW.

Bahkan dihadapan majelis hakim YN alias L membeberkan jika pada pemeriksaan ketiga di unit PPA Polres Nias dia mendapat tekanan dan intervensi dari oknum aparat berinisial RS dan OS agar dia mengakui jika pelaku adalah adik kandungnya SN alias S.

“Tadi kita kembali menanyakan untuk penegasan siapa yang mengintimidasi korban, korban YN alias L mengakui pelaku adalah RS dan OS, dimana dia dibawa disalah satu ruangan tanpa ada yang mendampingi,” ungkap Crist.

Dalam ruangan tersebut, menurut pengakuan korban, dia diintimidasi, dimana RS meninju meja dan OS memukul mukul pundaknya agar mau mengakui jika pelaku adalah SN alias S yang merupakan adik kandungnya.

Di tempat yang sama Memor Gea penasihat hukum yang mendampingi terdakwa SN alias S di kantor Polisi saat pelaksanaan sidang secara teleconfrence mengakui jika terdakwa SN alias S sempat mendapat tekanan.

Menurut dia, yang melakukan penekanan terhadap SN alias S adalah oknum Jaksa berinisial H dan oknum anggota Polres Nias berinisial EK.

“Tadi saya sempat meninggalkan SN alias S sebentar untuk memanggil saudaranya, ketika saya kembali saya mendengar oknum jaksa H dan Polisi EK memarahi SN alias S karena membenarkan keterangan korban atau kakaknya saat ditanya hakim.saat sidang berlangsung,” terangnya.

Dari Memor Gea diketahui jika sempat mendengar oknum H dan EK memarahi SN alias S mengapa memberitahu yang sebenarnya, karena atas pengakuan SN alias S akan banyak yang terjerat dalam kasus ini.

“Atas tindakan kedua oknum tersebut, kita berharap Kapolres Nias dan Kajari Gunungsitoli mau memberikan sanksi atau teguran agar ini tidak terulang lagi,” harapnya. * irwanto