“Tidak Ada yang Mudah, Tapi Tidak Ada yang Tidak Mungkin”

9
Tidak Ada yang Mudah, Tapi Tidak Ada yang Tidak Mungkin
Abdul Jamil Al Rasyid | Foto: Ist

“Hidup di dunia ini tidak melulu berhasil dan sukses. Ada kegagalan dan air mata yang berderai”

Oleh: Abdul Jamil Al Rasyid 

UCAPAN Napoleon Bonaparte (Jenderal Prancis yang masyhur pada zamannya) ini begitu tersohor di mana-mana. Mengapa saya membuat judul seperti kata Napoleon ini, karena perkataan Napoleon ini sangat berarti.

Dalam kehidupan begitu banyak kesulitan yang dihadapi. Setiap orang memiliki kesulitan tersendiri dalam kehidupannya. Tetapi hal yang dapat membedakan seseorang dengan orang lainnya, adalah bagaimana dia menghadapi suatu masalah.

Ketika seseorang beranjak lebih dewasa dan sudah mulai bisa berpikir bahwa hal yang mustahil bagi dirinya, tentu membuat seseorang itu patah hati. Cinta misalnya, seseorang yang sering patah hati, ditolak cintanya oleh orang yang paling dikaguminya, maka akan terlatih patah hati.

Hal yang membedakan masalah seseorang, adalah bagaimana cara seseorang menyikapi masalah tersebut. Seseorang yang sering mengeluh dalam kehidupan, pesimis dan lainnya, maka dia tidak pernah mempunyai keyakinan dalam kehidupan.

Seperti contohnya masalah cinta tadi, orang yang bersungguh-sungguh dalam mencintai seseorang, maka dengan kesungguhan tersebut dia akan menikmati hasilnya walau berkali-kali jatuh ke lubang yang sama.

Begitu pula kita dalam menghadapi masalah. Kita hidup setiap hari tentu tidak terlepas dari masalah. Maka setiap masalah yang datang, menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran agar kelak ketika kita terhindar dari masalah.

Hal itu pula akan berdampak pada diri kita. Karena setiap masalah tentu ada jalan keluarnya karena masalah itu tidak pernah abadi.

Sebagai pedoman, maksud dari Napoleon “Tidak Ada yang Mudah, Tapi Tidak Ada yang Tidak Mungkin”, mengandung banyak arti. Di mana kita masih menuntut ilmu, tentu kita harus bersungguh-sungguh dalam mengapai cita-cita. Maksudnya kita seperti diberikan motivasi agar tidak menyerah dalam mengarungi kehidupan. Tidak ada yang instan di dunia ini, tetapi kita harus melalui proses yang panjang untuk meraih semua yang diinginkan.

Kita sebagai pelajar tentunya disuguhkan dengan proses 16 tahun menuntut ilmu. Untuk apa kita gagal? Serta untuk apa kita melalui proses yang panjang kalau hanya sia-sia. Hal ini tentunya bisa dijadikan cambuk agar lebih giat serta sungguh-sungguh ke depannya.