Undang Mahasiswa Sumbar Berdiskusi, Bukti Ganjar sebagai Pemimpin Pendengar Aspirasi Rakyat

40

Oleh : Septa Kurnia Wibowo 

Calon Presiden (Capres) yang akan berkontestasi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2024 dan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Ganjar Pranowo mengundang mahasiswa yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk bisa berdiskusi bersama dan bertukar pikiran dengan para generasi muda penerus bangsa dalam acara Ideafest2023. Dengan adanya kehadiran mahasiswa Sumbar tersebut, menjadi salah satu dari sekian banyak bukti nyata bahwa sosoknya merupakan seorang pemimpin yang mampu mendengarkan seluruh aspirasi dari rakyat.

Diketahui bahwa terdapat salah seorang mahasiswa asal Sumatera Barat bernama Tiara Lubis yang sempat berdiskusi dan bertanya secara langsung kepada pemimpin yang identik dengan rambut putih itu. Dalam diskusi tersebut, Tiara menanyakan dan mengungkap bahwa kondisi terkini di Sumbar sedang dijajah.

Namun, penjajahan yang dimaksud adalah bukan seperti pada era sebelum kemerdekaan dulu, yang mana telah datang bangsa asing yang kemudian melakukan penjajahan secara fisik, melainkan penjajahan yang dimaksud oleh mahasiswi itu adalah terkait dengan tanah-tanah yang digunakan untuk proyek strategis nasional (PSN).

Dirinya menyebutkan bahwa di Tanah Minang sendiri telah ada puluhan hektare bahkan hingga puluhan ribu hektare tanah yang dikuasai seluruhnya oleh pihak asing dan aseng. Tiara melanjutkan bahwa semua tanah di Sumatera Barat kini dibeli dan juga dikelola untuk menjadi proyek strategis nasional.

Kemudian terdapat hal unik yang sempat terjadi di tengah sesi mahasiswi ini mengungkapkan pertanyaannya, yakni dengan keberanian pertanyaan tersebut sempat membuat para hadirin undangan hingga pihak master of ceremony (MC) serta panitia berusaha untuk menyudahi sesi pertanyaan tersebut lantaran dianggap kerap berputar-putar.

Justru, ketika pihak panitia dan MC menyuruh agar mahasiswi ini menyudahi sesi pertanyaannya, namun Tiara sama sekali tidak mau untuk menyerahkan dan mengembalikan mikrofon yang sedang dia pegang. Selain itu, justru Ganjar Pranowo tetap menyuruh generasi muda penerus bangsa tersebut untuk bisa melanjutkan ke pertanyaannya hingga akhir.

Bagaimana sikap dari pemimpin kelahiran Kabupaten Karanganyar itu untuk terus mempersilakan sang mahasiswi supaya bisa melanjutkan pertanyaannya hingga akhir, bahkan meski pertanyaan tersebut bernada atau berkonotasi oposisi serta kritik terdahap pemerintahan di Indonesia saat ini, merupakan salah satu bukti nyata lainnya bahwa sosok pemimpin itu sama sekali bukanlah orang yang anti terhadap kritikan dan dia memang terus berupaya untuk mendengarkan seluruh keluh kesah hingga aspirasi seluruh rakyatnya meski berbeda pandangan dengannya.

Selanjutnya, dalam melanjutkan pertanyaan yang dikemukakannya, Tiara Lubis bertanya kepada Ganjar Pranowo bahwa apakah dia sebagai calon pemimpin masa depan bangsa telah mengetahui kondisi keterjajahan di Provinsi Sumatera Barat itu dan dalam tingkatan seberapa pemimpin itu mengetahuinya.

Dengan sangat rendah hati, pemimpin berusia 54 tahun tersebut justru merespon pertanyaan menohok dari sang mahasiswi itu dengan menggunakan senyuman dan juga sempat memberikan apresiasi kepada generasi muda itu secara langsung. Menurutnya memang tidak mudah untuk bisa menyusun sebuah pertanyaan.

Karena menyadari bahwa dalam menyusun sebuah pertanyaan itu tidak mudah, maka kemudian Ganjar Pranowo sangat menghargai bagaimana pertanyaan yang dikemukakan oleh Tiara serta bagaimana masukan yang diberikan oleh sang mahasiswi itu. Lalu, Calon Presiden (Capres) dari partai politik (Parpol) pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut menegaskan bahwa dirinya telah mengetahui persoalan yang dimaksud.

Lebih lanjut, kader dari partai berlogo banteng dengan moncong putih itu mengungkapkan bahwa memang berdasarkan informasi yang diperoleh, bahwa bisa dipastikan kalau lebih banyak tanah yang dikuasai oleh rakyat di Tanah Minang sendiri jika dibandingkan dengan tanah yang dikuasai oleh korporasi di Sumatera Barat sebagaimana pertanyaan dari mahasiswi tersebut.

Bukan hanya itu saja, namun Ganjar Pranowo pun mengaku bahwa dirinya terus menjalin komunikasi secara dekat bahkan dengan Gubernur di Sumbar sampai saat ini. Bukan merasa tersinggung atau bagaimana, namun justru pemimpin masa depan bangsa itu terus mengajak Tiara serta orang lain yang akrab dengan konflik agraria di Sumatera Barat agar bisa terus menjalin dan membahas berbagai macam persoalan. Bahkan tanpa keberatan, pemimpin itu pun sangat mempersilakan para generasi muda untuk bisa berpartisipasi secara langsung dalam memberikan rekomendasi suatu kebijakan secara nasional hingga kasus apa yang hendaknya bisa diselesaikan oleh pemerintah.

Tidak hanya terus menawarkan untuk bisa berdiskusi secara langsung saja, melainkan sosok mantan Gubernur di Jawa Tengah (Jateng) selama dua periode atau sepuluh tahun itu juga menawarkan kepada Tiara agar bisa terus menjalin diskusi bahkan secara daring untuk bisa membahas berbagai macam hal dalm forum yang lebih tertutup.

Berbagai macam respon hingga sikap dan juga jawaban serta pernyataan yang dikemukakan secara langsung oleh Ganjar Pranowo tersebut menandakan bahwa dirinya memang merupakan seorang pemimpin yang sangat mampu mendengarkan seluruh aspirasi dari rakyatnya karena semakin dan terus mengajak berdiskusi mahasiswi dari Sumatera Barat meski misalnya ada juga pihak yang hendak memberikan kritik dan bertentangan dengannya, namun tetap dibuka dengan hati yang sangat lapang.

Penulis adalah kontributor Gerakan Bersatu Untuk Ganjar Pranowo Menang (GERBANG)