Viral Video Pasien Terlantar, Kadis Kesehatan Provsu : Mengandung Unsur Fitnah, Pasien Sudah Meninggal

42

Labuhanbatu-Intipnews.com: Media sosial dihebohkan atas viralnya video seorang perempuan yang berteriak-teriak di depan Puskesmas Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu. Perempuan itu merasa kecewa karena ayahnya yang sakit dan butuh pelayanan medis dibiarkan telantar.

Dalam video yang beredar tersebut, terlihat seorang perempuan berteriak keras karena sudah satu jam lamanya, ayahnya tidak mendapat penanganan medis dari dokter. Saat itu dokter tidak berada di Puskesmas tersebut. Belakangan, diketahui ayahnya yang bernama Padli Simanjuntak merupakan karyawan di PT HSJ.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Alwi Mujahit (foto) kepada wartawan, Rabu (19/04/2023), mengatakan, berdasarkan laporan dokter di Puskesmas Negeri Lama, pasien bernama Padli Simanjuntak tersebut datang ke Puskesmas Negeri Lama sudah dalam keadaan meninggal (Dead on Arrival).

“Pasien sudah meninggal dari klinik kebunnya sendiri. Hal itu sudah dinyatakan oleh perawat dan dokter kebun PT SHJ. Begitu pun pihak keluarganya tidak percaya sama mereka, sehingga mereka membawa pasien ke Puskesmas agar bapaknya diinfus atau diberi tindakan, padahal sudah exit (meninggal),” kata Alwi berdasarkan laporan dokter Puskesmas Negeri Lama.

Lebih jauh Alwi menjelaskan, seminggu sebelumnya, pasien sudah dirawat di RSUD dan pasien Pulang Atas Permintaan Sendiri (PAPS). Sesuai peraturan BPJS kesehatan, jelasnya, kalau PAPS, maka BPJS nya diblokir selama 14 hari.

“Kalau perawat IGD dan Bidan RB Puskesmas Negeri Lama standby 24 jam di Puskesmas. Walaupun sekarang Puskesmas Negeri Lama turun kelas menjadi Puskesmas Rawat Jalan saja, kriteria rawat inap untuk klaim BPJS gak memenuhi syarat karena kurang dokter,” sebut Alwi.

Menurut Alwi, dalam hal ini, sebenarnya pihak Puskesmas yang dirugikan, karena mengandung unsur fitnah, dan bisa menjadi perspektif buruk yang mencoreng nama baik institusi.

“Kita gak boleh diam saja, biar ke depannya masyarakat gak seenak hatinya saja buat gini. Panggil kedua belah pihak (Puskesmas dan si pembuat Video) dan buat klarifikasi,” tegasnya.

Selanjutnya menyikapi kelangkaan dokter untuk di daerah, Alwi menegaskan bahwa dokter sudah cukup. Hanya di beberapa Puskesmas di Kepulauan Nias yang tidak ada dokternya.

“Dan itu sudah dipenuhi dengan program Nusantara Sehat dari Kemenkes. Masalah bagi kita adalah dokter spesialis yang menumpuk di kota Medan dan sekitarnya. Kita sudah mengupayakan dengan program Dokter Terbang dan Bakti Kesehatan Bermartabat (Bis Medis),” tutup Alwi.(Itp AAT)