Walikota dan MUI Binjai ke Dumai Saling Belajar

88
Teks Foto:Wali Kota Dumai dan Binjai bersama pengurus MUI Binjai, Ketua LPTQ dan Ka Inspektur Eka Edi Saputra.( Itp/ist)

Dumai-Intipnews.com:  Walikota Binjai, Drs H Amir Hamzah MAP, didampingi Sekdako Binjai, yang juga Ketua LPTQ Kota Binjai, H Irwansyah SSos, Ketua MUI Kota Binjai, Dr HM Jamil Siahaan MA, Ketua IPQOH Kota Binjai, HM Yusuf SH, Ketua DMI Sumatera Utara, H Drs Irhamsyah Siregar MA, para pimpinan OPD, dan pengurus MUI Kota Binjai, melakukan kunjungan kerja ke Kota Dumai, Riau, Jumat (14/01/2022).

Kunjungan kerja sebagai  studi banding Pemerintah Kota Binjai dan MUI Kota Binjai mempelajari program pengembangan Islamic Center dan pengelolaan zakat di Kota Dumai.  “ Kunjungan ke Dumai, Kepri, selain mempelajari pembangunan rumah quran  , islamic centre., kemudian silaturahmi dengan Wali Kota Dumai H. Paisal yang merupakan putra Binjai, sehingga kita bisa saling terbuka untuk membangun islamic centre dan rumah quran,” ujar Amir Hamzah.

  “Hari ini kami merasa sangat terhormat karena kedatangan tamu istimewa dari daerah kelahiran saya, Kota Binjai. Mudah-mudahan pertemuan silaturahmi ini memberikan keberkahan bagi kita bersama,” ungkap Paisal. Menurutnya  Dumai merupakan kota terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 172.700 hektare. Dari sisi etnografis, Kota Dumai dihuni oleh 18 suku dan penganut lima agama.

Sebagai kota terbesar tetapi  Kota Dumai menjadi daerah dengan APBD terkecil di Riau, dimana aktivitas ekonomi masyarakatnya sebagian besar terpusat pada sektor perdagangan, jasa, serta industri migas dan nonmigas.  Diakui Paisal, Pemerintah Kota Dumai di masa kepemimpinannya ini menjalankan visi “Dumai Berkhidmat” dalam upaya mewujudkan Dumai Kota Idaman. Adapun misi yang dijalankan meliputi berbagai aspek, antara lain khidmat kesehatan, khidmat pendidikan, khidmat infrastruktur, khidmat birokrasi, khidmat kebersihan, khidmat penerangan, serta khidmat sosial-ekonomi.  “Meskipun untuk mewujudkan seluruh program tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan, namun kami tetap berupaya maksimal seluruh program yang dicanangkan tadi dapat berjalan optimal,” terang Paisal.

Khusus penerimaan zakat yang dikelola dan disalurkan melalui BAZNAS Kota Dumai, dia menyatakan dalam setahun dapat terkumpul dana zakat senilai Rp 7 miliar. Dana tersebut sebagian besar terhimpun dari zakat profesi para ASN dan pejabat daerah.  Sedangkan terkait pengembangan Dumai Islamic Center, menurut Paisal, program yang terlaksana atas kolaborasi Pemerintah Kota Dumai dengan 140 perusahaan di Kota Dumai melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) atau Corporate Social Responsibility (CSR). “Untuk program Dumai Islamic Center sendiri saat ini proyek tersebut sedang dikerjakan. InsyaAllah, sebelum Ramadan tahun ini Dumai Islamic Center sudah dapat dioperasikan,” ujarnya.

Walikota Binjai, Drs H Amir Hamzah MAP, menjelaskan kehadirannya di Dumai bersama pengurus MUI Kota Binjai  sesuai rencana , Pemerintah Kota Binjai  merencanakan peletakan batu pertama pembangunan Komplek Islamic Center di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Juni nanti, dimana konsep dan arsitektur bangunannya sudah disiapkan.

Menyikapi penerimaan dan pengelolaan zakat, dia mengaku salut dengan Pemerintah dan BAZNAS Kota Dumai. Sebab untuk Kota Binjai sendiri penerimaan zakat baru mencapai Rp 8 juta per bulan. Padahal potensi penerimaan zakat profesi perorangan, terkhusus dari para ASN dan pejabat daerah, relatif besar.  “Saya kaget, karena Kota Dumai punya hasil zakat mencapai Rp 7 miliar per tahun. Padahal jumlah pegawainya lebih sedikit dari Kota Binjai,” ujar Amir.

“Karena itu kita akan terus berupaya menggenjot penerimaan zakat perorangan di Kota Binjai, terutama dari pegawai dan pejabat daerah. InsyaAllah, jika zakat dari semua pegawai terkumpul maka target zakat Kota Binjai untuk tahun ini sebesar Rp 5 miliar akan dapat terpenuhi,” seru Amir.  Pada momentum ini pula, dia turut mengajak Walikota Dumai, H Paisal SKM MARS, beserta para pimpinan OPD, dan unsur pengurus MUI Kota Dumai untuk berbalik bertandang ke Kota Binjai, serta mengundang hadir pada resepsi peletakan batu pertama pembangunan Komplek Binjai Islamic Center. “Dari hasil kunjungan ini, InsyaAllah kami akan terapkan konsep ATM, yakni Amati, Tiru, dan Modifikasi, yang tentunya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan Kota Binjai,” terang Amir.

Di kesempatan tersebut, Ketua MUI Kota Binjai Dr HM Jamil Siahaan MA, sangat berharap pertemuan ini semakin mempererat hubungan silaturahmi antara Pemerintah dan MUI Kota Binjai dengan Pemerintah dan MUI Kota Dumai, serta mendapat keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Taala. Untuk program unggulan MUI Kota Binjai sendiri, dia mengakui, saat ini telah berjalan proses pengkaderan para calon mubalig melalui Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) yang telah memasuki angkatan ketiga.

  MUI Kota Binjai juga bersiap mendirikan dan mengoperasikan Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Unggulan, yang akan disinkronisasikan dengan PTKU. “Alhamdulillah, di 2022 ini Pemerintah Kota Binjai membantu alokasi anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk pembangunan gedung MA dan MTs Unggulan MUI Kota Binjai. Sebagai timbal baliknya, MUI Kota Binjai juga turut menyumbangkan material untuk pembangunan Komplek Binjai Islamic Center,” sebut Jamil.

 Kemudian pertemuan  MUI Binjai dengan pengurus MUI Dumai di Rumah Dinas Walikota Dumai, yang dihadiri Ketua MUI Kota Binjai, Dr. HM Jamil Siahaan MA, Ketua MUI Kota Dumai, Drs H Zakaria MPdI, serta jajaran pengurus MUI dari kedua daerah.  Ketua MUI Kota Binjai mengaku senang dapat hadir berkunjung ke Kota Dumai untuk bersilaturahmi dengan jajaran pengurus MUI Kota Dumai, serta belajar berbagai program unggulan yang dijalankan MUI dan Pemerintah Kota Dumai.

“Salah satu hal yang menjadi bahan pembelajaran penting bagi MUI Kota Binjai ialah pemanfaatan dana CSR untuk mendukung pelaksanaan program-program jangka panjang,” terangnya. Secara khusus Jamil memaparkan berbagai program MUI, baik yang termasuk program formal atau bersifat berkepanjangan maupun program nonformal atau bersifat kontemporer yang dilaksanakan di waktu tertentu.

Untuk program formal, menurutnya, ada dua yang telah terlaksana, yakni pengkaderan calon mubalig melalui  i Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU), pendirian pendidikan formal berupa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (Mts) Unggulan. “Sedangkan dua program lainnya masih dalam bentuk perencanaan, antara lain pendirian perguruan tinggi dan rumah sakit yang dikelola oleh MUI Kota Binjai,” Jelas Jamil.

Terkait PTKU yang dikelola MUI Kota Binjai, menurutnya program ini telah berjalan dalam tiga angkatan. Dalam hal ini, satu angkatan menghabiskan masa pendidikan tiga tahun, yakni 2015-2018, 2018-2021 dan 2021-2024.  Ketua MUI Kota Dumai, Drs H Zakaria MPdI, mengaku sangat tertarik mengembangkan program pengkaderan calon ulama melalui operasionalisasi PTKU, seperti yang dilaksanakan MUI Kota Binjai.

Apalagi selama ini pengkaderan calon ulama yang dilaksanakan MUI Kota Dumai tidak dilakukan sendiri melainkan kelanjutan dari program pengkaderan calon ulama MUI Provinsi Riau. “Selama ini MUI Kota Dumai memang menjalankan berbagai program yang berhubungan langsung dengan peningkatan kualitas mubalig demi mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas ulama, khususnya di wilayah pinggiran kota dan pesisir. Sehingga dengan adanya pengkaderan calon ulama ini, diharapkan program-program tadi akan berjalan dengan lebih optimal,” ungkap Zakaria.

Di sisi lain, MUI Kota Dumai memiliki tantangan tersendiri di bidang sosial, terutama yang berkaitan dengan pencegahan kejahatan narkotika. Ini mengingat, Kota Dumai menjadi wilayah nomor satu di Indonesia yang menjadi gerbang masuk narkotika jaringan internasional. Beruntung menurutnya, salah satu upaya pencegahan saat ini sedang dijalankan Pemerintah Kota Dumai melalui pembangunan Dumai Islamic Center, yang terlaksana atas kerjasama dengan berbagai pihak, terutama MUI.

“Karena itu Pak Walikota harapkan kita berperan aktif dalam menyumbangkan ide, pemikiran, dan tenaga untuk membantu mewujudkan program-program pembangunan khusunya di bidang sosial-keagamaan,” ujar Zakaria.  ( itp/Ibnu Abihi )