Wujudkan Perayaan Tahun Baru Aman, Waspadai Bersama Aksi Terorisme

11

Oleh : Elisabeth Titania Dionne

Segenap elemen bangsa harus mampu bersatu dalam mewujudkan perayaan Tahun Baru 2024 mendatang sebagai sebuah perayaan dengan sukacita dan penuh akan keamanan. Maka dari itu, kewaspadaan menjadi sangat penting untuk bisa menghalau peningkatan aktifitas dari kelompok radikal dan juga kemungkinan adanya ancaman atau gangguan terorisme yang sangat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Badan Nasional Penanggungan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Rycko Amelza Dahniel menegaskan bahwa paham radikal dan juga aksi terorisme tentunya sangat tidak sesuai dengan ideologi negara dan mengancam keutuhan NKRI.

Diketahui bahwa awal mula dari adanya paham radikal dan terorisme adalah tumbuh dari sebuah bibit intoleransi terlebih dahulu, yang mana merupakan sebuah sikap dan pemikiran yang sama sekali tidak bisa menerima adanya perbedaan yang ada di tengah masyarakat.

Perbedaan dalam tatanan kehidupan apapun merupakan sebuah keniscayaan yang pasti akan ada dan terjadi di tengah masyarakat. Sehingga sangat penting seluruh masyarakat untuk menjunjung tinggi sikap toleransi tersebut, pasalnya yang namanya perbedaan itu sendiri tidak akan pernah mungkin bisa untuk dihapuskan di dunia.

Namun masih saja terdapat sekelompok orang yang sangat sulit untuk menerima kenyataan bahwa seluruh manusia pasti memiliki perbedaan tersebut. Mereka hanya menganggap bahwa golongan yang pasti benar merupakan orang yang satu pemikiran dan satu paham dengannya, yang mana secara otomatis jika menjumpai orang lain yang berbeda akan langsung dianggap salah.

Selain itu, paham radikal dan terorisme merupakan sebuah hal yang sangat berbahaya karena dapat merusak kelestarian peradaban umat manusia sendiri dan juga semakin merobek-robek kemanusiaan. Hal tersebut dikarenakan kaum radikal akan melakukan segala hal dan cara, termasuk mengorbankan kemanusiaan mereka untuk memerangi kelompok atau orang lain yang berbeda paham dengan mereka.

Paham radikal juga merupakan sebuah paham yang sangat identik dengan ajaran kekerasan, menebarkan kebencian, melakukan kekejian dan juga kebiadaban kepada manusia lainnya tanpa pandang bulu, terlebih bagi siapapun yang tidak mau mengikuti keinginan serta ideologi mereka. Sangat jelas bahwa ideologi radikalisme sendiri sangat meninggalkan realitas yang ada dari kehidupan umat manusia yang penuh akan kasih sayang.

Kepala BNPT juga memaparkan adanya sejumlah isu penting pada akhir tahun 2023 ini, termasuk juga perayaan pergantian tahun atau menyambut Tahun Baru 2024. Beberapa diantara isu penting tersebut adalah bagaimana upaya dari aparat keamanan untuk mampu memastikan supaya Tahun Baru serta Pemilu bisa berjalan dengan aman dan damai tanpa adanya serangan dari para teroris.

Menurutnya, masyarakat bisa menunjukkan partisipasi aktif mereka untuk memerangi paham radikal dan terorisme, yakni supaya masyarakat tidak mudah untuk terpancing isu mengenai Gaza, yang mana biasanya juga dalam isu tersebut terdapat kelompok orang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja menunggangi isunya demi kepentingan mereka sendiri.

Meski memang dari data secara grafik terlihat bahwa serangan terorisme terus mengalami penurunan, hal tersebut juga merupakan dampak dari komitmen kuat aparat keamanan dalam memerangi kelompok radikal dan terorisme. Namun bukan berarti lantas membuat aparat keamanan menjadi terlena begitu saja, karena bisa jadi terdapat kemungkinan pola serangan yang akan dilakukan oleh golongan tersebut telah berubah dari sebelumnya hard approach menjadi soft approach, namun tetap sangat mengancam NKRI.

Terlihat seolah kelompok radikal dan teroris itu menurunkan intensitas dan frekuensi serangan mereka, namun diduga kuat pula bahwa mereka hanya menyusun strategi dengan semakin memperkuat sel atau jaringan mereka, sembari terus menunggu momentum yang tepat dalam melakukan serangan, seperti pada perayaan Tahun Baru.

Sehingga menjadi sangat penting adanya peningkatan rasa saling peduli dari masyarakat serta bagaimana partisipasi publik sehingga nantinya akan secara otomatis menciptakan sebuah resiliensi atau ketahanan masyarakat dari ancaman kelompok radikal dan terorisme.

Resiliensi yang dimiliki oleh masyarakat sendiri merupakan bentuk dari ketahanan secara psikologis, yakni kemampuan mereka untuk bisa mengatasi krisis secara mental dan emosional atau mampu kembali ke status sebelum krisis dengan cepat. Oleh karena itu imbauan terus dilakukan agar semua pihak bisa meningkatkan kepedulian mereka dalam melawan radikalisme dan terorisme karena jika hanya bertumpu pada kekuatan aparat keamanan saja tentu tidak akan efektif, jika dibandingkan dengan adanya bantuan dari masyarakat.

Strategi jitu untuk bisa melawan radikalisme dan terorisme adalah dengan cara terus memperkuat kerja sama dari semua pihak terkait, serta terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa karena hanya dengan cara itu menjadikan langkah yang dilakukan para kelompok radikal dan teroris untuk memperlemah ketahanan negara bisa tidak berdampak. Selain itu, juga akan sangat berpengaruh untuk secara bersama-sama mewujudkan Tahun Baru yang aman.

Penulis adalah Kontributor Gelora Media Institute